Home  / 
AS Setujui Penjualan Rudal Antibalistik ke Jepang untuk Hadapi Korut
* Korsel Sebut Trump Berjasa Atas Terjalinnya Dialog dengan Korut * Presiden Korsel Tawarkan Pertemuan dengan Kim Jong Un
Kamis, 11 Januari 2018 | 19:45:46
Washington (SIB) -Pemerintah Amerika Serikat (AS) setuju untuk menjual sejumlah rudal antibalistik kepada Jepang. Rudal-rudal ini akan digunakan Jepang sebagai pertahanan diri melawan ancaman rudal dan nuklir Korea Utara (Korut). Rudal antibalistik merupakan jenis peluru kendali yang berfungsi mencegat dan menghancurkan rudal musuh. Kabar pembelian rudal antibalistik ini diungkapkan setelah Korut dan Korea Selatan (Korut) menggelar dialog resmi pertama dalam dua tahun terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (10/1), kesepakatan jual-beli rudal antibalistik ini menindaklanjuti rentetan uji coba rudal Korut, dengan beberapa di antaranya terbang melintasi wilayah Jepang. Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (9/1) waktu setempat, meminta Kongres AS untuk menyetujui kesepakatan penjualan rudal senilai US$ 133 juta (Rp 1,7 triliun) itu. Kesepakatan penjualan itu terdiri dari empat rudal antibalistik dan perangkat kerasnya. Rudal antibalistik buatan Raytheon Co dan BAE Systems ini bisa diluncurkan dari sebuah kapal penghancur di lautan atau dari sistem yang berbasis di daratan.

Seorang pejabat AS menyebut, penjualan rudal antibalistik ini menindaklanjuti 'komitmen Presiden (Donald) Trump untuk memberikan tambahan kemampuan pertahanan kepada sekutu-sekutunya yang terancam oleh perilaku provokatif DPRK'. DPRK merupakan kependekan dari nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.

Pada Desember 2017, Jepang secara resmi memutuskan untuk memperluas sistem pertahanan rudal balistiknya. Jepang nantinya akan melengkapi sistem pertahanannya dengan rudal pencegat dan stasiun radar Aegis yang berbasis di daratan, yang semuanya buatan AS.

Menurut sumber yang memahami rencana Jepang ini, proposal untuk merakit baterai dua Aegis Ashore tanpa rudal, dilaporkan memakan biaya sedikitnya US$ 2 miliar. Kemungkinan besar sistem pertahanan itu belum bisa beroperasi maksimal setidaknya hingga tahun 2023.

Dituturkan Pentagon dalam pernyataannya, Menteri Pertahanan AS James Mattis dan Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera telah berbicara via telepon. Dalam pembicaraan itu, Pentagon menyebut keduanya 'mengecam perilaku Korut yang sembrono dan melanggar hukum'.

Sementara itu Presiden Korsel Moon Jae-In menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhak mendapat penghargaan besar karena membantu terwujudnya dialog antara Korsel dengan Korut. Dialog resmi itu menjadi yang pertama digelar dalam dua tahun terakhir.

Dialog resmi antara kedua Korea digelar pada Selasa (9/1) waktu setempat di dalam zona demiliterisasi yang masuk wilayah Korsel. Zona demiliterisasi itu memisah Korsel dan Korut sejak perang Korea berakhir tahun 1953 lalu.

Dialog kedua Korea yang pertama sejak Desember 2015 digelar setelah ketegangan tinggi menyelimuti Semenanjung Korea beberapa tahun terakhir. Uji coba rudal dan nuklir Korut memicu reaksi keras dari dunia internasional. Dialog tersebut bertujuan menyelesaikan persoalan, membangkitkan kembali konsultasi militer dan menghindari konflik yang tidak diinginkan.

"Saya pikir Presiden Trump pantas mendapatkan penghargaan besar untuk mengangkat soal dialog antar-Korea," ucap Moon kepada wartawan dalam konferensi pers. "(Dialog) Ini bisa jadi merupakan hasil dari sanksi dan tekanan yang dipimpin AS," imbuhnya.

Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-Un kerap bertukar ancaman dan hinaan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya perang nuklir di Semenanjung Korea. AS sebelumnya mengungkapkan kekhawatiran bahwa terjalinnya dialog antara Korsel, sekutunya, dengan Korut akan memicu jarak antara pihaknya dengan Korsel. Dalam pernyataannya, Moon menegaskan pemerintah Korsel masih berada di posisi yang sama soal cara menghadapi ancaman Korut.

"Babak awal dialog ini bertujuan meningkatkan hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Tugas kami ke depan adalah membujuk Korea Utara untuk terlibat dialog yang bertujuan pada denuklirisasi Korea Utara. Itu adalah posisi dasar kami yang tidak akan pernah ditinggalkan," tegasnya.

Lebih lanjut, Moon menyatakan dirinya terbuka untuk bertemu dengan pemimpin Korut kapan saja demi meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. "Saya terbuka terhadap segala bentuk pertemuan, termasuk pertemuan tingkat tinggi (dengan Korut), di bawah kondisi yang tepat," ucapnya. Namun dalam pernyataan terpisah, Korut menegaskan tidak akan membahas nuklir dengan Korsel, karena nuklir Korut hanya ditujukan untuk AS.

Tawarkan Pertemuan dengan Kim Jong Un
Presiden Korsel Moon Jae In mengatakan berusaha menciptakan perdamaian di Semenanjung Korea. Pernyataan tersebut disampaikan pasca-pertemuan
bersejarah antara Korsel dengan Korut di kawasan demiliterisasi Panmunjom. "Selangkah demi selangkah, bersama rakyat, saya akan menciptakan kehidupan yang damai dan stabil," kata Moon.

Demi merealisasikan niatnya, Moon menyatakan siap menawarkan pertemuan dengan pemimpin Korut, Kim Jong Un. "Jika waktunya tepat, saya bakal menggelar pertemuan dengan tujuan akhir demi kebaikan bersama," ujar Moon.

Kebaikan bersama yang dimaksud presiden 64 tahun itu adalah denuklirisasi Korut. "Hal itu (denuklirisasi) adalah perjuangan yang masih kami pertahankan demi terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea," papar Moon.

Sebelumnya, dalam pertemuan bilateral di Panmunjom, Korut setuju untuk mengirim delegasi ke Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang 9-25 Februari mendatang. Ini merupakan partisipasi pertama Korut di olimpiade dengan Korsel sebagai tuan rumah pasca-aksi boikot Olimpiade Musim Panas di Seoul 1988.

Selain atlet, negeri komunis tersebut juga menawarkan untuk mengirim massa pendukung seperti tim pertunjukkan seni hingga jurnalis. Sementara Korsel menawarkan dua negara berdampingan dalam upacara pembukaan dan penutupan olimpiade. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU