Home  / 
Korsel Temukan Dolar AS Palsu, Diduga Milik Korut
* Antisipasi Perang, China Bangun Kamp Pengungsi Dekat Korut
Rabu, 13 Desember 2017 | 14:37:15
Seoul (SIB)- Bank Korea Selatan (Korsel) mengumumkan telah menemukan pecahan uang palsu senilai 100 dolar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 1,3 juta. Uang itu diduga diproduksi oleh Korea Utara (Korut) menyusul berbagai sanksi internasional yang mereka terima. 100 dolar AS palsu berkualitas tinggi, atau yang dikenal dengan nama "Supernote" tersebut ditemukan oleh KEB Hana Bank di cabang mereka di Seoul. AFP melaporkan Selasa (12/12), dolar palsu itu ditemukan tim spesialis pendeteksi uang palsu November lalu.

Uang itu, kata Kepala Anti-pemalsuan KEB Hana Bank Yi Ho Joong, benar-benar berkualitas tinggi sehingga sulit membedakan dengan uang asli dari bank. "Uang ini merupakan supernote jenis baru yang ditemukan di seluruh dunia," kata Ho Joong. "Supernote" terdahulu tercatat antara 2001-2003. Namun, teknik pemalsuan terbaru baru terjadi 2006.

Ho Joong mengatakan, cetak timbul maupun tinta tanpa noda yang merupakan teknologi terbaru uang asli bisa diaplikasikan ke dalam "supernote" tersebut. Ho Joong menjelaskan, dibutuhkan fasilitas senilai 100 juta dolar AS, sekitar Rp 1,3 triliun, untuk bisa membuat "Supernote". "Hanya organisasi selevel negara yang bisa mendapatkan fasilitas tersebut," papar Ho Joong.

Media Korsel mengarahkan dugaan ke Pyongyang. Negeri pimpinan Kim Jong Un itu dianggap sengaja mencetak 100 dolar AS tersebut untuk mengantisipasi berbagai sanksi yang dilontarkan komunitas internasional. Apalagi, sanksi itu makin diperberat menyusul uji coba rudal balistik antar-benua (ICBM) baru, Hwasong-15, yang diklaim mampu menjangkau daratan utama AS 29 November lalu.

Namun, Ho Joong menyatakan, sejauh ini hasil investigasi awal belum menunjukkan bukti adanya keterlibatan Korut dalam dolar palsu itu. Meski, diplomat Korut dikabarkan mempunyai rekam jejak sering membawa dolar palsu kemana pun mereka pergi. "Saat ini, bank baru meningkatkan penyelidikan intelijen pasca-temuan ini," tutur Ho Joong.

Bangun Kamp Pengungsi
China diam-diam membangun kamp pengungsian di sepanjang perbatasan dengan Korea Utara. Pembangunan kamp di sepanjang 1416 kilometer itu diyakini sebagai langkah antisipatif terkait eksodus ribuan manusia jika terjadi perang di Semenanjung Korea ataupun keruntuhan rezim Kim Jong-un.

Rencana pembangunan kamp terungkap dari dokumen internal yang bocor. Dokumen itu diduga bocor dari perusahaan raksasa telekomunikasi negara yang tampaknya telah ditugaskan untuk menyediakan layanan Internet di perbatasan. Dokumen perusahaan China Mobile, yang telah beredar di media sosial dan situs web luar negeri Cina sejak minggu lalu, mengungkapkan rencana membangun sedikitnya 5 kamp pengungsian di provinsi Jilin.

"Karena ketegangan lintas batas ... komite partai pemerintah Komunis dan pemerintah daerah Changbai telah mengusulkan untuk mendirikan lima kamp pengungsi di provinsi ini," demikian isi dokumen tersebut, seperti yang dilansir Guardian, Selasa (12/12).

Dalam dokumen itu tertera nama dan lokasi dari tiga fasilitas tersebut, termasuk tepi sungai Changbai, Changbai Shibalidaogou dan Changbai Jiguanlizi. Sebelumnya dilaporkan bahwa pusat-pusat pengungsi juga direncanakan dibangun di kota-kota di Tumen dan Hunchun.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri China dalam konferensi pers reguler pada hari Senin, tidak menyangkal bahwa kamp pengungsian itu sedang dibangun. Pembangunan kamp tampaknya mencerminkan kekhawatiran yang berkembang di Beijing tentang potensi ketidakstabilan politik atau bahkan keruntuhan rezim Kim Jong Un.

Ketegangan di Semenanjung Korea telah melonjak tahun ini karena Presiden Amerika Serikat Donald Trump  meningkatkan tekanan pada Korut. Bersamaan itu n Pyongyang telah mempercepat program rudal nuklir dan balistiknya. Serangkaian tes nuklir dan rudal Korut juga telah mendatangkan sanksi berat dari Amerika Serikat dan PBB. Setelah uji coba rudal balistik antar benua terbaru pada tanggal 29 November, Pyongyang mengklaim memiliki kemampuan untuk menyerang seluruh wilayah Amerika Serikat.

Selain kamp pengungsi, Beijing nampaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya jika perang nuklir pecah. Pekan lalu surat kabar resmi di Jilin, provinsi yang paling dekat dengan situs uji coba nuklir Korea Utara, mengisyaratkan ketakutan itu dengan sebuah artikel lengkap yang menawarkan tips bagaimana bereaksi terhadap insiden nuklir. (Kps/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Di Tengah Spekulasi Berdamai, Artis Terkemuka Dunia Bela Brad Pitt dalam Perebutan Anak dengan Angelina Jolie
Joshua Siahaan dan Reza Azhari Ukir Prestasi dengan Lagu dan Puisi
Sule Lajang Lagi Pasca Digugat Cerai Sebab Orang Ketiga
Senat AS Setujui UU Royalti untuk Lagu yang Diciptakan Sebelum Tahun 1972
Menag Nilai Agama Modal Indonesia Rajut Persatuan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU