Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Krisis Catalonia Lumpuhkan Politik Spanyol
Kamis, 7 Desember 2017 | 17:55:07
Madrid (SIB) -Krisis Catalonia yang terjadi sejak 1 Oktober tidak sekedar menuai sorotan dari masyarakat internasional. Keinginan Catalonia memerdekakan diri dari Spanyol juga melumpuhkan politik Negeri Matador itu. Dorongan kemerdekaan, yang membuat Spanyol jatuh di krisis terbesar sejak era kediktatoran Jenderal Franco, membuat parlemen terpecah sehingga setiap produk legislasi yang dibuat sulit tercapai.

"Fakta ini hanya akan membuat kaum legislatif tidak produktif," kata peneliti Dewan Peneliti Nasional Spanyol, Jose Fernandez Albertos, seperti dikutip AFP Rabu (5/12). Salah satu bentuk ketidakproduktifan itu terlihat dari belum disahkannya anggaran 2018.

Partai Populer (PP), partai pimpinan Perdana Menteri Mariano Rajoy, dan sekutunya seperti Ciudadanos maupun Kepulauan Canary membutuhkan dukungan untuk meloloskan rancangan anggaran 2018. Mereka berusaha mendekati lima anggota parlemen dari partai nasionalis Negara Basque, PNV, sebelum anggaran bisa lolos. Namun, PNV memutuskan menolak rancangan itu sebagai aksi solidaritas atas pembekuan otonomi Catalonia yang dilakukan Rajoy. Akibatnya, anggaran harus menunggu setidaknya hingga pemilu 21 Desember mendatang.

Krisis Catalan berawal dari ketidakpuasan karena mereka tidak diperbolehkan mengelola anggaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pemangku kebijakan dari Partai Sosialis, Meritxell Batet menyatakan sudah saatnya pemerintahan Rajoy mendengarkan ke-16 daerah semi-otonomi yang lain. Jika tidak, mereka bisa mengikuti jejak Catalonia untuk memisahkan diri dari Madrid.

"Yang diperlukan Spanyol sekarang adalah kebijakan yang lebih mengakomodasi daerah otonomi yang lain," kata Batet dilansir dari AFP. Batet berkata kepada Menteri Keuangan Cristobal Montoro dan Ketua Ciudadanos Albert Rivera, berbagai kebijakan Spanyol saat ini tidak memihak daerah. "Spanyol harus segera membuat suatu proyek demi masa depan negara," tegas Batet.

Profesor Konstitusi Universitas UNED, Antonio Torres del Moral berujar, Rajoy telah mengakui kondisi politik di Spanyol saat ini tengah goyah. "Dia sengaja tidak mengambil risiko untuk membuat kebijakan baru. Dia salah satu dari sedikit politisi yang berpikir waktu bakal memperbaiki segalanya," ujar Moral. (Kps/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Drainase Nagori Pinang Ratus Butuh Pengerukan
Jalan Nasional Jurusan Medan-Kuta Cane Berlubang dan Rawan Kecelakaan
Dianggap Melanggar Perjanjian, Warga Perdagangan Akan Lakukan Demo Tangkahan Pasir
Ketua DPRD Hadiri Peringatan Hari Jadi Desa Sukamulia Secanggang
Pemkab Karo Sosialisasi Tata Cara Pemberian Tambahan Penghasilan PNS
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU