Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Selingkuh dan Paksa Aborsi, Pejabat Senior Kerajaan Thailand Dipecat
Minggu, 12 November 2017 | 19:17:18
Bangkok (SIB)- Seorang pejabat senior Kerajaan Thailand dipecat karena melakukan 'tindakan jahat'. Tindakan jahat yang dimaksud adalah berselingkuh dan memaksa selingkuhannya untuk aborsi.  Pemecatan ini diperintahkan oleh Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (65) yang baru naik takhta setahun lalu, setelah wafatnya sang ayah, Raja Bhumibol Adulyadej, yang berkuasa selama tujuh dekade berturut-turut.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (11/11), sejak naik takhta, Raja Vajiralongkorn telah mencopot sejumlah pejabat kerajaan yang berpengaruhi dari era mending ayahnya. Pejabat terbaru yang dipecat adalah Distorn Vajarodaya, pejabat senior pada Biro Rumah Tangga Kerajaan.

Vajrodaya sebelumnya menjabat sebagai 'Grand Chamberlain' atau pengurus senior rumah tangga kerajaan Thailand di bawah mendiang Raja Bhumibol. Dia sering terlihat mendampingi Raja Bhumibol di masa-masa akhirnya. Dalam pernyataan yang dirilis Royal Gazette pada Jumat (10/11) malam waktu setempat, Distorn dilucuti dari gelar kerajaannya dan daftar pelanggaran yang dilakukan diungkapkan. Mulai dari memiliki hubungan dengan wanita lain di luar pernikahan, memaksa wanita selingkuhannya untuk aborsi dan menikahi pria lain.

"Ketika wanita itu hakim untuk kedua kalinya, dia (Distorn-red) memaksanya untuk melakukan aborsi lagi tapi wanita itu menolak. Jadi dia memaksanya untuk menikahi dengan pria lain yang sama sekali tidak dikenalnya," demikian pernyataan Kerajaan Thailand.

Tidak hanya itu, Distorn juga dituding 'mencatut nama Raja untuk menghindari pajak impor kendaraan dari luar negeri' untuk menggantikan mobil kerajaan yang rusak. Pelanggaran lainnya adalah memaksa staf untuk memalsukan dokumen soal sumbangan ke yayasan kerajaan yang dia ketuai.

Hukum lese majeste yang berlaku di Thailand mengatur tindak pidana untuk penghinaan terhadap kerajaan. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara berlaku untuk setiap dakwaan. Sangat sulit untuk menangkal dakwaan lese majeste di Thailand. Kebanyakan dari mereka yang dicopot akhirnya dijerat dakwaan lese majeste dan berakhir di penjara.

Dalam salah satu babak paling dramatis tahun 2014, Vajiralongkorn yang saat itu masih berstatus Putra Mahkota menceraikan istri ketiganya setelah puluhan kerabat istrinya didakwa lese majeste dan dipenjara karena dianggap menyalahgunakan kedekatan mereka dengannya. (AFP/Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Menpar Tinjau Kesiapan Bandara Internasional Silangit
Takut Ditangkap, Taipan Arab Saudi Pindahkan Harta ke Luar Negeri
Presiden Jokowi Belum Putuskan Robert Pakpahan Jadi Dirjen Pajak
Novanto Tegaskan Dirinya Masih Ketua DPR
Kereta Kencana dari Solo Ikuti Geladi Kirab Kahiyang-Bobby di Medan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU