Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Duterte Tantang Dunia Gelar Konferensi HAM di Filipina
* Bertemu Putin, Duterte Berterima Kasih untuk Bantuan Ribuan Senapan
Minggu, 12 November 2017 | 19:16:35
Manila (SIB)- Selama ini dikecam karena kampanye perang narkoba kontroversialnya, kini Presiden Rodrigo Duterte menantang dunia untuk menggelar konferensi mengenai hak asasi manusia, di Filipina. "Ayo adakan pertemuan mengenai bagaimana kita melindungi hak asasi untuk semua umat manusia," ujar Duterte setelah bertemu dengan komunitas Filipina di Vietnam, sebelum menghadiri konferensi APEC, Jumat (10/11).

Duterte kemudian menyinggung kecaman HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa, Agnes Callamard, atas perang narkoba Filipina yang hingga kini sudah merenggut 3.900 nyawa tanpa proses peradilan jelas. "Apa yang membuat kematian orang di Filipina lebih penting ketimbang anak-anak lainnya di dunia yang dibantai dan dibunuh?" ucap Duterte, sebagaimana dikutip Reuters.

Menurut Duterte, di belahan dunia lain terjadi banyak pelanggaran HAM yang lebih parah ketimbang Filipina. Dia pun menantang Callamard untuk mengomentari korban pengeboman dan kekerasan di Timur Tengah. "Apa yang Anda lakukan selama ini? Mengapa sangat tertarik dengan narkoba?" tanya Duterte.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyindir dua anggota parlemen Amerika Serikat, James McGovern dan Randy Hultgren, yang mengkritik Presiden Donald Trump karena mengundang Duterte ke Washington.

Kedua pejabat itu bahkan meminta untuk menyinggung masalah kampanye narkoba itu dalam kunjungannya ke Filipina pekan depan. Tanpa menyebut nama kedua pejabat itu, Trump berkata, "Jika kalian tidak menyukai saya, saya juga tidak menyukai kalian. Kita sama. Saya akan mengatakan kepada mereka, kalian sudah kelewatan. Apa yang membuat kalian berpikir saya berencana mengunjungi negara kalian?"

Duterte Berterima Kasih
Presiden Filipina Rodrigo Duterte bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Da Nang, Vietnam. Duterte secara hangat mengucapkan terima kasih pada Putin untuk bantuan senjata dari Rusia.

Seperti dilansir AFP, Jumat (10/11), Duterte juga menyatakan Filipina akan membeli lebih banyak persenjataan dari Rusia di masa mendatang. "Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dari rakyat Filipina untuk bantuan yang saat itu diberikan Rusia, dengan memberikan kami truk dan persenjataan," ucap Duterte saat bertemu dengan Putin di Da Nang, Vietnam. Duterte menyatakan, militer Filipina 'merasa senang atas bantuan senjata' itu.

Bulan lalu, Rusia mengirimkan sejumlah truk militer dan ribuan senapan serbu Kalashnikov ke Filipina, yang diterima langsung oleh Duterte. Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengunjungi langsung Manila untuk menyerahkan bantuan senjata itu.

Kunjungan Shoigu menjadi kunjungan pertama seorang Menhan Rusia ke negara yang merupakan sekutu Amerika Serikat (AS). Diketahui bahwa hubungan Rusia dan AS kini tidak terlalu akrab. Pengiriman bantuan senjata dari Rusia ke Filipina itu juga diyakini sebagai yang pertama dilakukan.

Pada Oktober, militer Filipina menyatakan pertempuran sengit di Marawi, yang sempat diduduki militan pro-ISIS telah berakhir setelah berlangsung selama 5 bulan terakhir. Militer Filipina yang memiliki persenjataan tidak terlalu bagus, berjuang keras untuk mengusir militan pro-ISIS. "Itu merupakan persenjataan dengan presisi tinggi. Kami harus memimpin pertempuran jenis baru, kami harus memerangi penembak jitu... kami bertempur dari rumah ke rumah. Itu tidak mudah," ucap Duterte kepada Putin dalam pertemuan itu.

"Persenjataan yang kami terima dari Rusia, merupakan persenjataan modern, telah diberikan kepada resimen polisi khusus. Itu sangat penting. Saya berniat untuk terus membeli persenjataan ini di masa mendatang," imbuh Duterte. Dalam tanggapannya, Putin menyebut bahwa 'Senjata itu penting'. Namun 'kesiapan untuk memerangi ancaman terorisme' jauh lebih penting. "Kita siap untuk mengembangkan hubungan kita, termasuk sektor militer," ucap Putin. (AFP/Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Menpar Tinjau Kesiapan Bandara Internasional Silangit
Takut Ditangkap, Taipan Arab Saudi Pindahkan Harta ke Luar Negeri
Presiden Jokowi Belum Putuskan Robert Pakpahan Jadi Dirjen Pajak
Novanto Tegaskan Dirinya Masih Ketua DPR
Kereta Kencana dari Solo Ikuti Geladi Kirab Kahiyang-Bobby di Medan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU