Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Pemimpin Hizbullah Tuduh Arab Saudi Provokasi Perang antar Warga Libanon
Minggu, 12 November 2017 | 18:39:47
Beirut (SIB)- Pemimpin Hizbullah Libanon menuduh Arab Saudi mendeklarasikan perang terhadap negaranya, beberapa hari setelah Perdana Menteri Libanon Saad al-Hariri mengumumkan pengunduran dirinya di ibukota Saudi.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah juga menuduh Arab Saudi telah menahan Hariri yang berlawanan dengan keinginannya. Dalam siaran televisi pada Jumat (10/11), pemimpin Hizbullah, Nasrallah mengatakan Arab Saudi berupaya memprovokasi peperangan di antara warga Libanon. "Singkatnya, sangat jelas bahwa Arab Saudi dan pejabat Saudi telah mendeklarasikan perang di Libanon dan terhadap Hizbullah di Libanon, tetapi saya harus mengatakan ini merupakan perang terhadap Libanon," kata dia.

Nasrallah juga menuduh Arab Saudi bersiap untuk membayar "miliaran" kepada Israel untuk melakukan serangan militer terhadap Libanon, dengan menggambarkan tindakan itu sebagai "sesuatu yang sangat berbahaya". Pada akhir pekan, pemimpin Hizbullah mengatakan bahwa PM Hariri dipaksa untuk mengundurkan diri oleh Saudi, tetapi dia mengulangi tuduhan pada Jumat lalu, dengan mengatakan sekarang "tidak dapat diragukan lagi". Menurut dia, Arab Saudi berupaya untuk menyingkirkan Hariri sebagai perdana menteri dan mendorong kepemimpinan baru dalam gerakan politiknya.

Laporan BBC mengatakan bahwa kata-kata Nasrallah disampaikan dengan tenang seperti biasanya- tetapi mereka dipastikan akan meningkatkan ketegangan di kawasan yang negara-negaranya tengah berupaya untuk meredakan krisis. Dia juga menuduh orang Saudi menghasut Israel untuk menentang Libanon.

Gerakan Syiah Hizbullah yang memiliki kekuatan besar ini merupakan sekutu Iran, yang selama ini menganggap Saudi memicu ketegangan di Libanon dan wilayah Timur Tengah.

Sementara itu, otoritas Arab Saudi menyebut seorang warganya diculik di Libanon. Kabar penculikan ini disampaikan saat Saudi sedang terlibat ketegangan dengan Libanon, usai Perdana Menteri Saad al-Hariri mengumumkan pengunduran diri di Riyadh.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/11), Kedutaan Besar Saudi di Beirut mengumumkan kabar penculikan seorang warganya. Namun tidak disebutkan lebih lanjut soal identitas warga Saudi yang diculik serta kronologi penculikannya. "Kedutaan berkomunikasi dengan otoritas keamanan tertinggi di Libanon soal mengamankan pembebasan tanpa syarat seorang warga negara Saudi yang diculik, sesegera mungkin," demikian pernyataan Kedubes Saudi di Beirut seperti dikutip kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

Menanggapi kabar itu, Menteri Dalam Negeri Libanon Nohad Machnouk menegaskan, bahwa keselamatan warga Saudi di wilayahnya menjadi prioritas utama otoritas Libanon.

"Keamanan berada di level waspada tinggi untuk mencegah setiap upaya eksploitasi situasi politik terkini dari siapa pun dan untuk alasan apapun," imbuh Mendagri Machnouk. "Mengganggu keamanan dan stabilitas di Libanon adalah garis merah," ucap Machnouk memperingatkan.

Hubungan Saudi dan Libanon menegang setelah PM Hariri mengundurkan diri secara mengejutkan, akhir pekan lalu. PM Hariri yang juga berkewarganegaraan Saudi, mengumumkan pengunduran dirinya saat berada di Saudi. Hariri menyebut 'cengkeraman' Iran atas Libanon dan ancaman terhadap hidupnya sebagai alasan pengunduran dirinya.

Para pejabat tinggi Libanon pun meyakini Saudi menahan Hariri. Namun otoritas Saudi menyebut Hariri adalah pria bebas dan dia memutuskan untuk mundur karena militan Hizbullah, yang didukung Iran, mencampuri pemerintahannya.

Mewakili otoritas Libanon, Menteri Luar Negeri Gebran Bassil meminta agar Hariri segera pulang ke Libanon. Presiden Libanon Michel Aoun belum menerima pengunduran diri Hariri dan menyatakan masih menunggu kepulangannya sebelum mengambil keputusan apapun. Ketegangan diplomatik ini membuat Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab dan Bahrain meminta warganya untuk tidak pergi ke Libanon dan meminta warganya yang sudah ada di sana untuk segera pulang.

Bagaimana Reaksi Komunitas Internasional?
Ada kekhawatiran Libanon akan terlibat lebih jauh dalam konfrontasi antara Arab Saudi dan Iran. Ketegangan antara tiga negara itu telah meningkat sejak PM Hariri mengumumkan pengunduran dirinya.

Tetapi Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyatakan menentang penggunaan Libanon untuk konflik proxy dan menambahkan bahwa AS sangat mendukung kemerdekaan Lebanon.

Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa konflik baru di wilayah itu akan menimbulkan "konsekuensi yang menghancurkan". Pada Kamis, Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan tak terduga ke Arab Saudi, untuk menekankan pentingnya stabilitas di Libanon kepada pemimpin Arab Saudi. Prancis memiliki ikatan historis dengan Libanon, sebagai bekas wilayah kolonialnya sebelum meraih kemerdekaan selama Perang Dunia Kedua.

Sebelumnya pada Kamis (09/11), Arab Saudi dan sekutunya di Teluk mengatakan pada warga negara mereka di Libanon untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Langkah itu dilakukan setelah Riyadh menuduh Iran telah melakukan "agresi militer langsung", dengan mengatakan negara itu memasok rudal yang ditembakkan oleh Hizbullah ke arah Riyadh dari Yaman pada Sabtu lalu. Iran membantah tuduhan Saudi sebagai "tidak benar dan berbahaya".

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan bahwa menteri luar negeri Arab Saudi telah meyakinkan dia bahwa Riyadh tidak memaksa Saad al-Hariri untuk mundur, dan bahwa tidak ada indikasi Hariri telah ditahan di luar keinginannya.

Tetapi dia mendorong perdana menteri untuk kembali ke Libanon dan mengklarifikasi situasi jadi pemerintahan dapat berjalan. Selain itu Menlu AS juga menyampaikan kekhawatirannya krisis ini akan mempengaruhi stabilitas dalam koalisi yang rapuh. (Rtr/BBC/Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
JK Pimpin Mediasi Perdamaian Afghanistan di Istana Wapres
Kesuksesan MTQ Provsu Tolok Ukur Keberhasilan MTQN 2018
Tahap Awal, 1.075 Ha Areal Sawit Rakyat di Sumut Peroleh Hibah Peremajaan
Pengusaha Senior Sumut Tak Berminat Maju Pimpin Kadin SU?
Jelang Hari-H Resepsi Putri Jokowi, Order Spanduk-Baliho di Medan Melonjak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU