Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Badan Nuklir Deteksi Adanya Kabut Radioaktif di Eropa
Sabtu, 11 November 2017 | 15:20:12
Paris (SIB)- Sebuah awan radioaktif yang mencemari Eropa dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan adanya kecelakaan yang terjadi di salah satu fasilitas nuklir di Rusia atau Kazakhstan pada pekan terakhir September. Dugaan itu disampaikan oleh institut keamanan nuklir Prancis, IRSN.

IRSN mengesampingkan kemungkinan kecelakaan itu terjadi di reaktor nuklir dengan mengatakan, kemungkinan insiden itu terjadi di lokasi pengolahan bahan bakar nuklir atau pusat untuk obat radioaktif. Sejauh ini, IRSN melaporkan tidak ada efek radioaktif yang terlihat pada kesehatan warga Eropa.

IRSN yang merupakan badan teknis dari regulator nuklir Prancis ASN, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya tidak dapat menentukan lokasi pelepasan bahan radioaktif tersebut. Namun, berdasarkan pola cuaca, zona yang paling masuk akal berada di selatan pegunungan Ural, antara Ural dan Sungai Volga. Lokasi itu kemungkinan berada di wilayah Rusia atau Kazakhstan.

"Pihak berwenang Rusia mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya kecelakaan di wilayah mereka," kata Direktur IRSN, Jean-Marc Peres sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (10/11). IRSN belum melakukan kontak dengan pihak berwenang Kazakhstan.

Peres mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir, IRSN dan beberapa lembaga keselamatan nuklir lainnya di Eropa telah mengukur kadar rutenium 106 yang tinggi. Rutenium 106 adalah nuklida radioaktif yang merupakan produk dari pemisahan atom dalam reaktor nuklir dan yang tidak terjadi secara alami.

IRSN memperkirakan bahwa jumlah rutenium 106 yang dikeluarkan cukup besar, antara 100 dan 300 teraBecquerels. Jika insiden ini terjadi di Prancis, maka diperlukan evakuasi atau perlindungan warga dalam radius beberapa kilometer di sekitar lokasi kecelakaan tersebut.

Menurut Peres, rutenium 106 mungkin dilepaskan di tempat pengolahan bahan bakar nuklir atau pusat obat radioaktif. Karena masa hidupnya yang pendek, sekira satu tahun, rutenium 106 digunakan dalam obat-obatan nuklir.

Pengukuran dari stasiun Eropa menunjukkan tingkat rutenium 106 yang tinggi di atmosfer mayoritas negara Eropa pada awal Oktober dan menurun dengan stabil sejak 6 Oktober dan seterusnya. IRSN mengatakan bahwa konsentrasi rutenium 106 di udara yang telah tercatat di Eropa tidak memberi dampak bagi kesehatan manusia dan lingkungan. (okz/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kepala LAN RI Dr Adi Suryanto MSi : PP No 11/2017, Membawa Transformasi Baru Terhadap Tata Kelola ASN
Lemhannas Minta Pemerintah Perluas Kewenangan UKP Pancasila
Benny Pasaribu: Untuk Memenuhi KEJ, Wartawan Indonesia Perlu Memahami Norma Keagamaan
Gubsu Ajak Semua Elemen Dukung Pelestarian Hutan Tropis
Dalang Pembunuh Massal Top AS Charles Manson Meninggal
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU