Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Filipina Umumkan Berakhirnya Perang Melawan ISIS di Marawi
Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:09:50
SIB/Noel Celis / AFP
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana (kiri) didampingi Kepala Angkatan Bersenjata Eduardo Ano (kanan) usai mengumumkan berakhirnya pertempuran melawan ISIS di Marawi, Senin (23/10).
Manila (SIB) -Pemerintah Filipina mengumumkan berakhirnya pertempuran melawan para militan pro-ISIS di kota Marawi, Filipina selatan. Pertempuran tersebut berakhir setelah berlangsung selama lima bulan. Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan, operasi tempur telah berakhir, setelah pasukan Filipina meraih kemenangan dalam pertempuran terakhir melawan sisa-sisa militan yang bertahan di sejumlah bangunan di jantung kota Marawi.

"Tak ada lagi militan di Marawi," katanya kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (23/10). Dikatakan Lorenzana, akan ada operasi militer lainnya di Marawi dan enam batalyon pasukan masih akan tetap berada di kota tersebut. Dia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai operasi tersebut.

Namun para jurnalis Reuters di Marawi mendengar suara tembakan otomatis dan artileri. Juru bicara militer, Mayor Jenderal Restituto Padilla mengkonfirmasi bahwa masih ada tembakan-tembakan di kota tersebut, namun "tak ada lagi teroris" di Marawi. Dia menolak menjelaskan lebih jauh. Dikatakan Padilla, pasukan mencoba membujuk para militan yang tersisa untuk menyerah, namun mereka menolak. Dua istri dari militan-militan tersebut termasuk di antara mereka yang tewas.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis memuji Filipina atas keberhasilannya dalam memerangi para militan pro-ISIS di kota Marawi. "Salah satu hal yang pertama akan saya lakukan ketika tiba di sana adalah memuji militer Filipina atas pembebasan Marawi dari para teroris," kata Mattis kepada para wartawan dalam penerbangan ke Filipina. "Itu pertempuran yang sangat sengit seperti yang Anda tahu di Mindanao selatan. Dan saya pikir militer Filipina mengirimkan pesan yang sangat kuat ke para teroris," imbuhnya.

Pertempuran di Marawi telah menjadi krisis keamanan terbesar di Filipina dalam beberapa tahun ini. Krisis tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa para loyalis ISIS berambisi untuk menjadikan wilayah-wilayah muslim di Pulau Mindanao sebagai basis operasi di Asia Tenggara.

Panglima militer Filipina, Jenderal Eduardo Ano mengatakan, setidaknya 42 jasad militan telah ditemukan pada Senin ini di dua bangunan dan sebuah masjid di zona tempur. Militer Filipina telah meraih kemenangan signifikan dalam operasi merebut kembali Marawi sejak Isnilon Hapilon, yang disebut sebagai "emir" ISIS di Asia Tenggara dan Omarkhayam Maute, pemimpin kelompok militan Maute yang pro-ISIS, tewas dalam operasi malam hari. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anggun Raih 2 Penghargaan Sekaligus dalam Bama Music Awards di Hamburg Jerman
Barang-barang John Lennon yang Dicuri Ditemukan tapi Polisi Tak Bisa Tangkap Tersangkanya
Kendall Jenner Model Termahal Setahun Berpenghasilan Rp28,6 Miliar
Animator Sohor Jepang Ditangkap Kasus Pornografi Anak
Foto Bagian Sensitif Madonna Saat Remaja Dilelang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU