Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Wartawan Pembongkar Korupsi di Malta Tewas dalam Ledakan Mobil
Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:41:08
Valletta (SIB)- Seorang jurnalis investigasi di Malta, Daphne Caruana Galizia, tewas dalam ledakan dahsyat yang menghancurkan mobilnya. Galizia dikenal sebagai wartawati yang mengungkap dugaan korupsi oleh orang dekat Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat.

Galizia (53) dilaporkan tewas pada Senin (16/10) sore waktu setempat di sebuah ruas jalan dekat rumahnya di Bidnija, Malta bagian utara. Malta merupakan negara kecil berbentuk pulau di Laut Mediterania. Kekuatan ledakan itu membuat mobil yang dikendarai Galizia hancur dan ringsek. Saksi mata menyebut, jenazah Galizia terlempar hingga ke lahan kosong di dekat lokasi.

Galizia meninggalkan seorang suami dan tiga putra. Sosok Galizia menjadi sorotan oleh situs politik, Politico, sebagai salah satu dari 28 individu yang memiliki dampak besar di Eropa pada tahun 2017, setelah dia menyingkap praktik korupsi dalam lingkungan politikus Malta. Politico menjulukinya sebagai 'wanita WikiLeaks, memberantas praktik korupsi dan tak transparan di Malta'.

Blog ternama yang dikelola Galizia, 'Running Commentary', menjadi salah satu yang paling berpengaruh dalam dunia perpolitikan Malta. Tulisan Galizia dalam blog itu juga menjadi faktor utama yang memicu PM Muscat menyerukan pemilu awal sekitar empat bulan lalu.

Saat itu, salah satu tulisan Galizia menyebut PM Muscat dan istrinya terkait skandal Dokumen Panama. Keduanya disebut menggunakan sejumlah rekening bank rahasia untuk menyembunyikan aliran dana dari keluarga kerajaan di Azerbaijan. Tudingan itu telah dibantah PM Mucat dan istrinya.

Dalam pernyataan yang dirilis usai insiden yang menewaskan Galizia, PM Muscat menyebutnya sebagai insiden 'barbar'. "Saya mengecam, tanpa pengecualian, serangan barbar terhadap seseorang dan terhadap kebebasan berekspresi di negara kita," tegas PM Muscat.

"Semua orang mengetahui Caruana Galizia merupakan salah satu pengkritik terkeras saya, secara politik dan secara personal, demikian juga dirinya terhadap yang lain. Namun, saya tidak akan pernah menggunakan fakta ini, dalam cara apapun, untuk membenarkan aksi barbar yang melawan peradaban dan martabat," imbuhnya.

Tak diketahui pasti dalang di balik insiden ini. Namun laporan televisi lokal menyebut Galizia sempat melapor ke polisi soal sejumlah ancaman yang dia terima. Dalam postingan terakhir di blognya, yang diposting kurang dari satu jam sebelum kematiannya, Galizia menekankan tudingan soal Kepala Staf PM Muscat, Keith Schembri, yang disebutnya menggunakan pengaruh dalam pemerintahan untuk memperkaya diri.

Kepada wartawan setempat, PM Muscat menyatakan dirinya telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh untuk mencari tahu pihak yang bertanggung jawab di balik kematian Galizia ini. "Saya tidak akan istirahat hingga keadilan ditegakkan," ucapnya. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
JK Pimpin Mediasi Perdamaian Afghanistan di Istana Wapres
Kesuksesan MTQ Provsu Tolok Ukur Keberhasilan MTQN 2018
Tahap Awal, 1.075 Ha Areal Sawit Rakyat di Sumut Peroleh Hibah Peremajaan
Pengusaha Senior Sumut Tak Berminat Maju Pimpin Kadin SU?
Jelang Hari-H Resepsi Putri Jokowi, Order Spanduk-Baliho di Medan Melonjak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU