Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Dua Tokoh Kemerdekaan Catalonia Dijebloskan ke Penjara
Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:35:06
Barcelona (SIB)- Spanyol bergerak semakin dekat pada pencabutan otonomi Catalonia untuk menggagalkan upaya kemerdekaannya, sementara Mahkamah Agung Madrid memberi sinyal keras dengan memenjarakan dua pemimpin organisasi separatis terbesar.

Dua tokoh penting kemerdekaan Catalonia, Senin (16/10), dikirim ke penjara oleh Pengadilan Tinggi Spanyol. Pemerintah menjebloskan mereka ke penjara ketika keduanya tengah menjalani pemeriksaan atas dugaan penghasutan. Jordi Sanchez dan Joe Cuixart, diselidiki terkait peran mereka dalam aksi unjuk rasa melawan polisi saat referendum kemerdekaan berlangsung.

Keduaa pria itu dituduh memimpin aksi protes malam hari di Barcelona pada 20 September lalu. Saat hadir di pengadilan, Cuixart dan Sanchez mengatakan, mereka tidak akan pulang ke rumah malam itu. Mereka ditahan tanpa jaminan dan jika terbukti bersalah keduanya terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.

Jaksa menyatakan Jordi Sanchez dari ANC (Dewan Nasional Catalonia) dan Jordi Cuixart dari Omnium (Dewan Budaya) memainkan peran sentral dalam menggerakkan protes pro-kemerdekaan di mana polisi nasional diperangkap di dalam sebuah bangunan dan kendaraannya dihancurkan, bulan lalu
Hakim mengatakan kedua tokoh itu dituduh meminta para pengunjuk rasa untuk tidak melakukan demonstrasi secara damai. Aksi protes justru lebih mementingkan perlindungan pejabat Catalonia melalui mobilisasi massa secara besar-besaran. Dewan budaya menyalahkan keputusan hakim atas "intoleransi di masyarakat demokratis'. "Mobilisasi berlanjut, mereka tidak akan dijebloskan ke dalam penjara," kicau organisasi itu di Twitter.

Jaksa penuntut umum Spanyol sebelumnya meminta hakim untuk memenjarakan kepala kepolisian Catalonia, Josep Lluis Trapero, tanpa jaminan. Dia juga tengah diselidiki atas tuduhan menghasut karena diduga gagal melaksanakan perintah untuk menghentikan referendum ilegal itu. Trapero dibebaskan dan diminta untuk menyerahkan paspornya serta melaporkan diri ke pengadilan setiap 15 hari.

Putusan hakim mengakhiri ketegangan politik yang tinggi ketika pemerintah Spanyol memperingatkan pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont. Puigdemont menghadapi kesempatan terakhir untuk melepaskan niatannya memerdekakan Catalonia dalam tiga hari, atau pemerintah akan melaksanakan pasal 155 konstitusi. Dalam pasal itu, pemerintah Spanyol bisa menghapus otonomi Catalonia dan langsung memerintah daerah itu.

 Pemerintah Spanyol telah memperingatkan bahwa Catalonia harus mencabut deklarasi kemerdekaannya. Puigdemont juga membuat marah Madrid dengan menolak menjelaskan sikapnya, apakah Catalonia ingin lepas atau tidak dari Spanyol. Jika Puigdemont menjawab "tidak," berarti Catalonia tidak medeklarasikan kemerdakaannya. Namun jika "ya," berarti Catalonia sudah mendeklarasikan pemisahan diri dari Spanyol.

Dia menuduh Puigdemont telah menciptakan "kebingungan yang disengaja" dan mengatakan bahwa Madrid ingin "kepastian". "Ada kebutuhan mendesak untuk mengakhiri situasi yang dialami Catalonia - mengembalikannya ke keamanan, ketenangan dan melakukannya secepat mungkin."

Dia menuduh separatis telah membuat "rencana antidemokrasi terhadap rakyat Catalonia". PM Rajoy mengatakan, pemerintah Spanyol tidak memiliki pilihan selain memulihkan ketertiban. "Semua ini gara-gara pemimpin Catalonia, sekarang mereka wajib mengembalikan semuanya kepada konstitusional," kata Rajoy kepada para anggota parlemen.

Wakil Perdana Menteri Spanyol, Saenz de Santamaria, kecewa terhadap Puigdemont, karena tak memberikan klarifikasi kemerdekaan hingga waktu yang ditentukan sebelumnya. Ia pun mengingatkan tenggat waktu akhir bagi Puigdemont untuk memberikan klarifikasi dengan berkata, "Puigdemont masih memiliki kesempatan untuk menyelesaikan krisis. Dia harus menjawab 'ya atau tidak' terkait deklarasi kemerdekaan."

"Hal ini seharusnya tidak menjadi sulit untuk dijawab [Puigdemont]. Dengan isu sepenting ini, kami hanya meminta kejelasan. Memperpanjang ketidakpastian melalui kebingungan yang disengaja hanya memberi kesempatan mereka yang ingin memecah harmoni masyarakat," ujar Santamaria. "Tidak ada yang menolak untuk berdialog dengannya. Tapi dialog harus dilaksanakan sesuai hukum dalam kongres di mana seluruh orang Spanyol merasa terwakili," ucapnya menambahkan. (CNNI/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anggun Raih 2 Penghargaan Sekaligus dalam Bama Music Awards di Hamburg Jerman
Barang-barang John Lennon yang Dicuri Ditemukan tapi Polisi Tak Bisa Tangkap Tersangkanya
Kendall Jenner Model Termahal Setahun Berpenghasilan Rp28,6 Miliar
Animator Sohor Jepang Ditangkap Kasus Pornografi Anak
Foto Bagian Sensitif Madonna Saat Remaja Dilelang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU