Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Dunia Internasional Kecam Bom di Somalia yang Tewaskan 300 Orang
Selasa, 17 Oktober 2017 | 12:39:49
SIB/DailyMail
Warga sipil membawa mayat seorang pria dengan latar belakang sebuah gedung yang hancur akibat ledakan bom di Mogadishu, Sabtu (14/10), yang menewaskan 300 orang. Dunia internasional mengecam keras serangan tersebut.
Mogadishu (SIB)- Korban tewas akibat ledakan bom truk di Mogadishu, Somalia bertambah menjadi 300 orang. Kecaman untuk aksi teror paling mematikan di Somalia ini mengalir dari berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat (AS), Kanada, Inggris, hingga Prancis.

"Kami mengonfirmasi bahwa 300 orang meninggal dunia dalam ledakan tersebut. Jumlah korban tewas bisa saja bertambah mengingat sejumlah orang masih dinyatakan hilang," ujar Direktur Ambulans Somalia, Abdikadir Abdirahman, Senin (16/10).

Dalam teror mengerikan yang terjadi Sabtu (14/10) waktu setempat ini, ledakan bom truk mengguncang dua perempatan sibuk di jalanan Mogadishu, tepatnya di luar Hotel Safari. Ledakan hebat ini menghancurkan gedung-gedung dan menghanguskan kendaraan yang ada di sekitarnya.

Petugas penyelamat dan paramedis berjuang semalaman untuk mengevakuasi orang-orang yang terjebak reruntuhan gedung. "Masih ada operasi penyelamatan nasional," sebut Kementerian Informasi Somalia. Disebutkan juga bahwa Somalia akan menggelar masa berkabung nasional dan doa bersama untuk para korban dalam beberapa hari ke depan.

Dituturkan pejabat kepolisian setempat, Ibrahim Mohamed, kepada AFP bahwa kebanyakan jasad para korban hangus sangat parah hingga tidak bisa dikenali. Ibrahim Mohamed menyebut ledakan bom truk ini sebagai 'serangan paling mematikan'. Alasan tersebut memaksa pemerintah langsung menguburkan 160 jenazah yang tidak bisa diidentifikasi.

"Sebanyak 160 jenazah tidak bisa dikenali sehingga langsung dikuburkan oleh pemerintah kemarin. Sisanya dimakamkan oleh kerabat mereka. Ratusan korban luka-luka lainnya dibawa ke sini," ujar dokter di Rumah Sakit Madina, Aden Nur.

Presiden Somalia, Mohamed Abdullahi Farmajo, mengumumkan tiga hari berkabung nasional. Ia turut mendonorkan darah bersama ribuan orang lainnya di berbagai rumah sakit pada Minggu siang. Pria yang pernah bekerja di Amerika Serikat (AS) itu mengimbau agar warga mengikuti jejaknya.

"Saya mengimbau agar seluruh warga Somalia menyumbangkan darah mereka. Rumah sakit saat ini dipenuhi oleh korban tewas dan luka-luka. Kami juga melihat ada korban yang badannya terbelah akibat bom. Ini sangat mengerikan, tidak seperti pengeboman di masa lalu," tukas Mohamed.

Belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini. Namun kecurigaan mengarah para militan Al-Shabaab, yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Diketahui bahwa Al-Shabaab sebelumnya banyak mendalangi serangan bom bunuh diri untuk menggulingkan pemerintahan Somalia, yang didukung secara internasional.

Tim SAR juga telah bekerja hingga malam untuk mengambil mayat korban dari reruntuhan Hotel Safari, lokasi ledakan tersebut. Bom meledak di persimpangan jalan yang ramai dan dipenuhi gedung bertingkat itu membuat banyak mobil terbakar. "Ini merupakan tragedi paling menyakitkan yang pernah saya kenang," ujar anggota Senat Somalia, Abshir Ahmed lewat akun Facebook-nya.

Kecaman pun mengalir dari dunia untuk ledakan mematikan ini. AS melalui pernyataan yang dirilis Departemen Luar Negeri (Deplu) mengecam ledakan bom ini dengan tegas. "AS akan terus mendampingi pemerintahan Somalia, rakyatnya, dan sekutu internasional kami untuk memerangi terorisme dan mendukung upaya mereka untuk mencapai perdamaian, keamanan dan kemakmuran," demikian pernyataan Deplu AS.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, menyebut ledakan bom ini sebagai 'serangan pengecut'. "Mengecam keras serangan pengecut di Mogadishu, yang merenggut banyak nyawa tak berdosa," ucap Johnson. Melalui Twitter, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan solidaritas untuk para korban ledakan ini. "Solidaritas untuk Somalia. Dukung Uni Afrika melawan kelompok teroris. Prancis mendampingi Anda," ujarnya. "Serangan di Somalia sangat mengerikan dan Kanada mengecamnya dengan keras. Kami berkabung bersama komunitas Somalia Kanada hari ini," ucap Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau via Twitter.

Turki, melalui juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin mengumumkan pengiriman sejumlah pesawat yang membawa suplai medis. Ibrahim juga menyatakan para korban luka akan diterbangkan ke Turki dan menjalani perawatan medis di negara itu. Namun tak disebut jumlahnya. Turki merupakan donatur dan investor utama di Somalia. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
JK Pimpin Mediasi Perdamaian Afghanistan di Istana Wapres
Kesuksesan MTQ Provsu Tolok Ukur Keberhasilan MTQN 2018
Tahap Awal, 1.075 Ha Areal Sawit Rakyat di Sumut Peroleh Hibah Peremajaan
Pengusaha Senior Sumut Tak Berminat Maju Pimpin Kadin SU?
Jelang Hari-H Resepsi Putri Jokowi, Order Spanduk-Baliho di Medan Melonjak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU