Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Anak Kim Jong-nam Frustrasi Hidup dalam Pelarian
Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:16:43
SIB/Screenshoot via Youtube/Cheollima Civil Defense
Kim Han-sol, putra dari Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un yang tewas di Malaysia pada Februari lalu, mulai frustrasi hidup dalam pelarian.
Seoul (SIB)- Kim Han-sol, putra dari Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, yang tewas di Malaysia pada Februari lalu, mulai frustrasi hidup dalam pelarian. "Menurut sejumlah sumber, Kim Han-sol kini dalam perlindungan ketat di rumah ibunya. Perlindungan ini memang membuat dia aman, tapi juga membuatnya frustrasi," demikian bunyi pemberitaan media Korea Selatan, TV Chosun, Selasa (10/10).

Keponakan Kim Jong-un ini sebenarnya senang keluarganya aman dari kejaran rezim Korut. Namun, ia juga tertekan, hingga mulai melakukan kebiasaan buruk selama berada di rumah ibunya di Macau. "Dia juga mulai sering mengonsumsi alkohol di siang hari, sementara terus mengatakan bahwa ia sebelumnya lebih bebas untuk bekerja di Macau," bunyi pemberitaan TV Chosun.

Kim Han-sol dan keluarganya memang tinggal di Macau sejak 2001, ketika Kim Jong-nam diasingkan oleh rezim Korut. Pemuda berusia 21 tahun itu kemudian bekerja di salah satu hotel di Macau. Sebagaimana dilansir AsiaOne, keberadaan Kim Han-sol bersama ibu dan adiknya kini sangat dirahasiakan, meski pemerintah Belanda, China, dan Amerika Serikat sudah menawarkan bantuan.

Keberadaan Kim Han-sol pun menjadi ancaman bagi Kim Jong-un yang diangkat menggantikan mendiang ayahnya pada 2011. Sejak naik takhta, Kim Jong-un memang terus berupaya menghilangkan ancaman perebutan kekuasaan dari garis darah keluarganya sendiri.

Kim Han-sol kerap secara terang-terangan mengkritik sikap Kim Jong-un, terutama saat ia sedang menimba ilmu di Bosnia dan Perancis. Dalam sebuah wawancara dengan media Finlandia pada 2012, Kim Han-sol mengaku sangat ingin pulang ke Korut untuk "membuat semuanya lebih baik."

Sementara itu seorang polisi dalam persidangan yang digelar di pengadilan Malaysia, Rabu (11/10), mengatakan Kim Jong-nam membawa uang tunai US$ 100 ribu (sekitar Rp 1,3 miliar) di dalam tas ranselnya di hari pembunuhannya. Dikatakan polisi tersebut, Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz, uang tersebut kini disimpan dalam sebuah brankas di kantor kepala kepolisian distrik Sepang, yang memiliki yurisdiksi atas lokasi pembunuhan.

Wan Azirul mengatakan, dirinya mengambil blazer milik Jong-Nam, tas ransel dan jam tangannya lalu menyerahkannya ke departemen kimia untuk dianalisis. Namun kemudian dia diperintahkan oleh otoritas penyelidikan untuk menyerahkan barang-barang itu ke perwakilan Kedutaan Korut. "Saya tidak tahu mengapa, saya hanya mengikuti perintah," tutur Wan Azirul di persidangan.

Di persidangan, jaksa penuntut umum memutar lebih dari 30 video rekaman CCTV mengenai aktivitas kedua wanita yang dituduh membunuh Jong-Nam. Kedua wanita itu, Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong asal Vietnam dituduh membunuh Jong-Nam dengan mengusap racun mematikan VX ke wajah pria itu di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari.

Sebagian besar video-video tersebut memperlihatkan Aisyah dan Huong sebelum, selama dan setelah serangan terhadap Jong-Nam. Kedua wanita itu kebanyakan terlihat di lokasi terpisah. Persidangan kasus pembunuhan Jong-Nam yang digelar di Pengadilan Tinggi Shah Alam ini, akan kembali dilanjutkan pada Kamis (12/10). (Detikcom/CNNI/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi Tunjuk Din Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Agama
Pelapor Vonis Praperadilan Novanto Diperiksa MA 3 Jam
Komnas HAM: Ahmadiyah Korban Diskriminasi karena UU PNPS
Satpol PP Turunkan Spanduk Pengusiran Dubes AS di Dukuh Atas
MA Vonis Mati Agus Si Pembunuh 5 Nyawa Satu Keluarga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU