Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Meksiko Diguncang Gempa, Korban Tewas Mencapai 250 Orang
Jumat, 22 September 2017 | 19:06:57
SIB/DailyMail
Petugas penyelamat dan sukarelawan bekerja keras mencari korban selamat dari reruntuhan sebuah gedung sekolah dasar yang roboh akibat diguncang gempa bumi 7,1 SR yang mengguncang Meksiko, Selasa (19/9), menewaskan 250 orang.
Mexico City (SIB) -Korban tewas akibat gempa bumi 7.1 magnitudo yang melanda Meksiko, Selasa (19/9) telah merenggut 250 korban jiwa. Berdasarkan data terbaru yang dilansir AFP,  jumlah korban tewas itu termasuk 117 orang yang menjadi korban di Ibu Kota Mexico City, ungkap Menteri Dalam Negeri Miguel Osorio Chong.

Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto, menyebut para petugas pemadam kebakaran yang dibantu tentara telah menemukan 22 jenazah anak-anak dan dua jenazah orang dewasa dari puing-puing sekolah dasar. Sedangkan sekitar 30 anak-anak dan 12 warga dewasa lainnya dilaporkan hilang.

Sempat terjadi keributan di sekolah ini karena para orangtua cemas dan berharap anaknya ditemukan dengan selamat. "Mereka terus menarik keluar anak-anak, tapi kami tidak tahu kondisi anak perempuan saya," ucap Adriana D'Fargo (32) dengan mata merah karena terus menangis selama berjam-jam menunggu kabar soal putrinya yang masih berusia 7 tahun.

Relawan, petugas pemadam kebakaran dengan dibantu para tentara membentuk rantai manusia dan menggali reruntuhan dengan palu maupun tangan kosong untuk mencari korban selamat maupun mengevakuasi korban tewas.  Dengan aliran listrik ke area tersebut masih terputus akibat gempa, upaya pencarian dan penyelamatan terpaksa dilakukan di tengah kegelapan atau dengan bantuan senter serta generator. Para petugas penyelamat meminta agar suasana pencarian tetap sunyi karena mereka berusaha mendengar tanda-tanda kehidupan di antara reruntuhan.

Gempa ini membuat ibu kota yang merupakan lokasi tersibuk di Meksiko ini menjadi kacau balau. Jendela-jendela melengkung dan pecah, berjatuhan dari gedung bertingkat sementara ribuan orang berlarian di jalanan di bawahnya, menghindari gedung runtuh dan kebocoran gas.

Usai gempa, warga kesulitan pulang ke rumah masing-masing sementara tiang-tiang listrik runtuh menghalangi jalan raya dan transportasi publik dihentikan sementara. Nyaris lima juta orang masih belum mendapatkan akses listrik.

Direktur Eksekutif Oxfam di Meksiko, Ricardo Fuentes-Nieva, mengatakan kepada Sky News bahwa saat ini fokus bantuan adalah untuk orang-orang yang tidak bisa kembali ke rumahnya. Nieva menyebut bahwa itu merupakan pengalaman paling mengerikannya ketika melihat gedung-gedung saling bertabrakan dengan salah satunya yang akan roboh. "Saya tunawisma sekarang karena flat saya rusak parah dan tidak aman untuk tidur di sana. Dan inilah langkah selanjutnya dalam krisis kemanusiaan jadi fokus sekarang adalah mencari orang-orang yang selamat di bawah reruntuhan," jelasnya.

Gempa ini terjadi bertepatan dengan peringatan gempa mematikan yang menewaskan ribuan orang di Mexico City pada 1985 silam. Beberapa jam sebelum terjadi, banyak orang yang berpartisipasi dalam acara-acara peringatan bencana tersebut.

Beberapa jam setelah Meksiko dihantam gempa, beberapa jam kemudian Selandia Baru diguncang lindu. Gempa pertama berkekuatan 6,1 skala Ritcher (SR) di kawasan Barat Daya kota Invercargil dengan kedalaman 10 km. Satu jam kemudian, gempa sebesar 5,1 SR terasa di Kota Seddon.

Getaran pada lindu pertama terasa hingga di beberapa kota, sementara gempa di Seddon terasa hingga ibu kota Wellington. Sejauh ini US Geological Survey (USGS) mengatakan tak ada peringatan tsunami setelah gempa. Sejauh ini tidak ada laporan gedung rusak. Namun, layanan kereta api berhenti di beberapa kawasan.

Menurut seismolog, kedua gempa di Selandia Baru itu tidak berhubungan satu sama lain. Juga dengan lindu di Meksiko. "Ini jelas gempa yang secara sains tidak berhubungan sama sekali," kata Dr Anna Kaiser. Media sosial di Selandia Baru pun ramai pasca-gempa. "Seperti tengah duduk di kursi goyang ketika getaran terasa di Wellington," kata salah satu akun di Twitter. Selandia Baru adalah negara yang rentan gempa karena berada di cincin Pasifik. Pemerintah Negeri Kiwi itu memiliki kebijakan 'drop, cover, and hold', atau menjatukan diri, cari perlindungan dan bertahan di situ hingga lindu usai. (Detikcom/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pakai Sepeda, Kapolres Deliserdang Dampingi Kapoldasu Tatap Muka dengan Masyarakat
Jalan Diaspal, Warga Beringin Berterimakasih ke Pemkab Deliserdang
33 Putra-Putri Asal Deliserdang Ikuti Program Pembinaan Tes Kesehatan Masuk Anggota Polri
472 Pejabat Pengawas di Sergai Ikuti Uji Kompetensi
UPT Rampah Sosialisasikan Keringanan Pajak Kendaraan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU