Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Jika Terbukti Terlibat Narkoba, Duterte Relakan Anaknya Dibunuh
Jumat, 22 September 2017 | 18:59:42
Manila (SIB) -Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan dirinya tidak sungkan membunuh anaknya, Paolo Duterte jika tuduhan bahwa pria itu terlibat perdagangan narkoba benar. Duterte pun menjamin bahwa polisi yang menghabisi nyawa Paolo akan dilindungi dari tuntutan hukum.

Paolo Duterte sebelumnya telah memberikan keterangan di hadapan Senat Filipina untuk membantah tuduhan yang menyebutnya sebagai anggota Triad dari China yang membantu penyelundupan crystal methamphetamine masuk ke Filipina.

Duterte sendiri tidak secara khusus mengacu pada tuduhan tersebut. Namun, ia mengulangi pernyataannya pada masa kampanye tahun lalu bahwa tidak ada anak-anaknya yang terlibat narkoba. Ditegaskannya, anak-anaknya akan menghadapi hukuman paling keras jika mereka melakukannya.

"Saya sampaikan sebelumnya 'Jika ada anak-anak saya yang terlibat narkoba, bunuh mereka hingga orang lain tidak mampu berkata-kata," ujar Duterte seperti pada Rabu malam di hadapan pegawai pemerintah di istana kepresidenan di Manila seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (21/9). "Jadi saya katakan kepada Pulong (nama panggilan Paolo): 'Perintah saya adalah membunuh Anda jika Anda tertangkap. Dan saya akan melindungi polisi yang melakukannya, jika itu benar'," imbuhnya.

Setelah Rodrigo Duterte terpilih sebagai presiden pada pertengahan tahun lalu, aparat hukum Filipina memang menjadi sorotan pegiat hak asasi manusia karena banyaknya peristiwa tembak mati terhadap bandar narkoba. Polisi telah melaporkan setidaknya telah membunuh 3.800 orang dalam operasi anti-narkoba. Meski begitu, Presiden Duterte mengaku telah menginstruksikan polisi agar tidak menembak mati bandar narkoba kecuali dalam keadaan mendesak dan membela diri.

Tuduhan terhadap Paolo sendiri muncul pertama kali setelah dilontarkan seorang staf di kantor bea cukai yang mendengar keterlibatan Paolo dan adik iparnya, Manases Carpio. Keduanya dituding menjadi aktor intelektual yang membantu masuknya narkoba jenis metamfetamin bernilai 125 juta dollar AS. Namun, saat ini staf yang bersangkutan telah menarik ucapannya. (kps/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jelang Tengah Malam, Mahasiswa Masih Bertahan di Depan Istana
Bertemu 4 GM PLN Sumut, Gubsu Optimis Tol Listrik Sumbagut-Sumsel Selesai Akhir 2017
Kini Ganti Paspor Cukup Bawa e-KTP dan Paspor Lama
Kasus e-KTP, Andi Narogong Disebut Gonta-ganti Mobil hingga 23 Kali
RI Promosi Investasi Danau Toba Senilai Rp 21 Miliar di Inggris
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU