Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Australia Dilanda Krisis Kewarganegaraan
Minggu, 20 Agustus 2017 | 22:45:30
Canberra (SIB)  -Krisis kewarganegaraan yang membelit politisi di Australia semakin meluas. Pada Jumat (18/8) diwartakan bahwa seorang senator utama dari kubu independen bernama Nick Xenophon yang pernah menyokong kebijakan Perdana Menteri Malcolm Turnbull, juga terbelit kasus kewarganegaraan ganda.

Senator Xenophon diduga memiliki kewarganegaraan ganda yaitu Australia dan Inggris, dan oleh karena itu maka ia tak memenuhi syarat untuk duduk di parlemen. Menurut keterangan Xenophon, ia mungkin memiliki kewarganegaraan ganda karena ayahnya lahir di Siprus dan otomatis memegang kewarganegaraan Inggris.

"Merupakan sebuah ironi yang amat menyakitkan. Ayah saya meninggalkan Siprus pada 1951 untuk menghindari okupasi Inggris terhadap Siprus. Kemungkinan saya juga merupakan warga negara Inggris adalah hal yang menakutkan bagi ayah saya," kata Xenophon.

Jika Xenophon benar-benar memiliki kewarganegaraan ganda, maka ia akan jadi politisi Australia ke-7 yang terseret kasus ini. Menurut perundang-undangan Australia yang sudah berumur 116 tahun dan pasal 44 konstitusi Australia, menuntut seluruh anggota parlemen hanya memiliki kewarganegaraan Australia dan warga negara asing tak diperbolehkan memegang jabatan di pemerintahan.

Sebelumnya beberapa politisi Australia seperti yaitu Larissa Waters dan Scott Ludlam yang berasal dari Partai Hijau, diduga juga memiliki kewarganegaraan Kanada dan Selandia Baru. Seorang politisi dari Partai Satu Bangsa bernama Malcolm Roberts, juga diduga memiliki kewarganegaraan Inggris. Politisi dari Partai Nasional bernama Fiona Nash, juga diduga berkewarganegaraan Inggris.

Tak hanya politisi, kasus kewarganegaraan ganda juga menjerat Menteri Sumber Daya Alam dan Wilayah Northern Australia, Matt Canavan, yang diduga juga memegang kewarganegaraan Italia. Selain menteri, satu lagi politisi Australia yang terjerat krisis ini yaitu wakil Perdana Menteri Australia bernama Barnaby Joyce yang juga diduga memegang kewarganegaraan Selandia Baru.

PEMBELAAN TURNBULL
Krisis kewarganegaraan yang melanda politisi Australia amat membebani pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Turnbull. Saat Senin (14/8) lalu ketika wakil PM Barnaby Joyce juga turut terseret krisis ini, posisi mayoritas Turnbull di Majelis Rendah terancam karena selisihnya hanya satu kursi saja.

Kasus kewarganegaraan ganda yang menimpa Joyce serta sejumlah politisi Australia saat ini sedang diperiksa pengadilan tinggi untuk mengetahui apakah mereka benar-benar memiliki kewarganegaraan ganda dan tak tahu menahu sebelumnya atas status ganda nasionalitas mereka.

Jika mereka terbukti memiliki kewarganegaraan ganda dan jabatan mereka di parlemen dicopot, maka mau tak mau akan mengancam posisi mayoritas yang dikuasai PM Turnbull dan langkah politik yang diperkirakan diambil Turnbull yaitu menggelar pemilu.

Saat konferensi pers di Canberra, Jumat, PM Turnbull berharap Pengadilan Tinggi Australia bisa mempertahankan jabatan para politisi yang bermasalah dengan kewarganegaraan mereka.

"Pasal 44 dirancang untuk mencegah politisi memiliki konflik loyalitas atau membagi kesetiaan. Namun saya percaya Pengadilan Tinggi membuktikan bahwa Fiona Nash, Barnaby Joyce, dan Matt Canavan, tak didiskualifikasi dari kursi parlemen," pungkas PM Turnbull. (KJ/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pedagang Minta Hentikan Eksekusi dan Beri Izin Pendirian Pasar SRO di Pangururan
HUT ke-62, Sat Lantas Polres Asahan Berbagi dengan Warga Kurang Mampu
Bupati Resmikan Pojok Edukasi Sampah di Komplek Stadion Bina Raga Rantauprapat
Anggota DPRD Tegal Kunker ke Tebingtinggi Terkait Perpustakaan dan Arsip
Boy Simangunsong Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Laguboti
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU