Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Istri Presiden Zimbabwe Jadi Buronan di Afrika Selatan
Sabtu, 19 Agustus 2017 | 15:02:52
Johannesburg (SIB) -Grace Mugabe, istri Presiden Zimbabwe,Robert Mugabe kini menjadi buronan polisi Afrika Selatan. Polisi setempat sudah mengeluarkan peringatan resmi red alert ke seluruh perbatasan negaranya agar tak membiarkan Grace lolos meninggalkan negara itu, Jumat (18/8).

Grace Mugabe diketahui memang sejak pekan lalu berada di Afrika Selatan untuk perawatan. Namun saat dipanggil polisi setempat, stafnya mengatakan bahwa Grace sudah kembali ke negaranya. Sementara Presiden Robert Mugabe diketahui sedang memiliki agenda pertemuan resmi di Afrika Selatan.

Diduga, Grace masih bersembunyi di negara itu. Polisi Afrika Selatan kemudian mengeluarkan peringatan keras agar para penjaga perbatasan tak membiarkan Grace meninggalkan negara tersebut sebelum dirinya kooperatif atas urusan hukum yang sedang menjeratnya.

Grace menjadi buronan polisi karena mangkir atas panggilan polisi atas penyerangan terhadap model asal Afrika Selatan bernama Gabriella Engels. Dengan bukti luka-luka di bagian dahinya, model tersebut melaporkan sang istri presiden yang memukuli Engels karena diduga berpesta dengan dua orang putra Robert dan Grace Mugabe.

"Kami sedang bersantai di kamar hotel, dan (anak laki-laki Grace Mugabe) ada di kamar satunya. Tiba-tiba dia datang dan mulai memukuli kami. Dia melakukannya berulang kali dan terus memukul saya dengan steker, terus begitu," kata Engels kepada media lokal.

Model Afrika Selatan itu mengatakan bahwa pada awalnya ia tidak mengetahui identitas pelaku penyerangan terhadap dirinya. "Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi.... Saya terkejut. Saya terpaksa merangkak ke luar ruangan sebelum akhirnya dapat melarikan diri". Menurut Engels, para pengawal Grace hanya berdiri dan menonton adegan kekerasan itu. "Bagian depan dahi saya menderita luka terbuka. Saya seorang model dan saya menghasilkan uang dari penampilan saya".

Polisi setempat mengatakan, Engels telah mengajukan tuntutan atas kasus penyerangan dengan niat melakukan kerusakan fisik yang menyakitkan. Perempuan itu mengisyaratkan tidak akan mundur meski mengetahui bahwa lawannya adalah seorang ibu negara.

Sementara itu, tidak diketahui pasti apakah Grace bepergian dengan menggunakan paspor biasa atau paspor diplomatik. Jika ia datang ke Afrika Selatan dengan paspor diplomatik, maka itu memenuhi syarat untuk mendapatkan kekebalan bila sewaktu-waktu ada tuntutan yang diajukan terhadap dirinya. Pihak kepolisian Afrika Selatan sendiri menegaskan akan memproses kasus ini melalui mekanisme hukum. Sebuah sumber informasi menyebut bahwa Grace tidak bepergian menggunakan paspor diplomatik.

Mugabe kerap tampil di muka publik untuk melakukan pidato politik. Ia dinilai merupakan sosok yang sangat mungkin melanjutkan kekuasaan sang suami yang telah memerintah Zimbabwe sejak kemerdekaan negara itu pada tahun 1980. (vivanews/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Forkada Harapkan Dukungan Kemenko Maritim Bangun Nias
Ka KPH XII : PHPL Berdampak Positif Terhadap Peredaran Kayu
Panitia Konferensi PWI Bona Pasogit Audiensi ke Bupati Taput
Mahasiswa Himmah Pertanyakan Pembahasan P-APBD Tahun 2017 dan KUA-PPAS Tahun 2018
Kerusakan Tembok Penahan Badan Jalinsum di Tarutung Belum Juga Diperbaiki, Ancam Keselamatan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU