Hotel Tapian Nauli
Home  / 
AS akan Menang Jika Perang Melawan Korut
* Jika Korut Serang AS, China Harus Netral
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 15:30:55
SIB/DailyMail
Jepang mulai menempatkan sistem pertahanan rudal dekat kota Tokyo, Kamis (10/8), setelah Korut mengancam akan menyerang pangkalan militer AS di Guam.
Washington (SIB) -Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis mengingatkan bahwa perang dengan Korea Utara (Korut) akan menjadi bencana besar.
Menurutnya, upaya-upaya diplomatik mulai membuahkan hasil. Dikatakan Mattis, misi dan tanggung jawabnya adalah menyiapkan opsi-opsi militer jika seandainya dibutuhkan. Namun ditekankannya, upaya-upaya AS saat ini fokus ke diplomasi.

"Upaya Amerika Serikat memimpin secara diplomatik, memiliki daya tarik diplomatik, itu mulai mendapatkan hasil-hasil diplomatik dan saya ingin tetap seperti itu saat ini," kata Mattis dalam sebuah acara di California. "Tragedi perang sudah cukup diketahui, sehingga tak perlu penjelasan lain selain fakta bahwa itu (perang) akan menjadi bencana besar," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (11/8).

Mattis tidak menjelaskan mengenai hasil-hasil diplomatik yang dimaksudnya, namun akhir pekan lalu Dewan Keamanan PBB menjatuhkan serangkaian sanksi-sanksi baru terhadap Pyongyang terkait program rudal dan nuklirnya. Sanksi-sanksi tersebut termasuk larangan ekspor batubara, besi dan bijih besi, timbal dan bijih timbal serta ikan dan makanan hasil laut atau seafood.

Ketegangan AS dan Korut ini menjadi perhatian dunia. Negara-negara Barat sekutu AS bersiap melakukan langkah antisipasi jika rezim komunis itu benar-benar menyerang AS dengan rudalnya. Bahkan kekhawatiran akan terjadinya perang nuklir antara kedua negara semakin meningkat. Beberapa waktu lalu, Korut mengklaim berhasil menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) yang diklaim mampu mencapai daratan utama AS.

Pekan ini, Badan Intelijen Pertahanan AS menyimpulkan bahwa Korut telah berhasil memproduksi hulu ledak nuklir dalam bentuk kecil. Ini berarti Korut bisa memasukkan muatan nuklir pada rudal miliknya. Perkembangan ini mengejutkan para pakar karena lebih cepat dari perkiraan.

Sebelumnya seorang senator dari Partai Republik mengatakan bahwa AS harus siap berperang dengan Korut. Dia pun yakin Washington akan menang jika berperang melawan negeri komunis itu. Dalam wawancara dengan media CBS cabang South Carolina, Senator Lindsey Graham mengatakan dirinya mendukung retorika keras Presiden Donald Trump terhadap Korut.

"Jika memang diharuskan, kita akan berperang. Saya sebenarnya tidak ingin, namun jika memang kita harus, kita akan berperang. Dan saya katakan pada Anda siapa yang akan memenangi perang itu: kita," tutur Graham.. "Saya pikir dia berusaha membuat China dan Korea Utara memperhatikan bahwa permainan telah berubah," ujar Graham mengenai ancaman Trump tersebut.

"Presiden Trump menolak doktrin kesabaran strategis yang telah gagal selama 25 tahun. Dia mengatakan pada saya, dan saya pikir dia akan menyampaikan pada China dan Korut, bahwa dia tak akan membiarkan Korut mengembangkan rudal dengan senjata nuklir di atasnya yang bisa menyerang Amerika, bahwa jika dia memang harus menggunakan kekuatan militer untuk mencegah itu terjadi, dia akan melakukannya," imbuh senator Partai Republik asal South Carolina tersebut.
"Saya pikir itu seruan yang tepat karena kita tak bisa hidup sebagai negara di bawah ancaman serangan nuklir dari satu orang gila di Korea Utara," cetus Graham.
Amerika Serikat dikabarkan telah mempersiapkan langkah khusus dalam menghadapi ancaman Korut. Pentagon atau Departemen Pertahanan AS tetap menyiapkan berbagai skenario untuk konflik dengan Korut. Skenario Pentagon bagi intervensi militer beragam, mulai dari serangan tepat sasaran terbatas terhadap target-target nuklir hingga serangan pendahuluan untuk mematahkan dan melengserkan pemimpin Korut Kim Jong-Un.

AS juga mempertimbangkan untuk memicu unjuk rasa besar-besaran di Korut yang mengarah pada perubahan rezim. Tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana cara AS akan memicu unjuk rasa besar-besaran di negara komunis yang mayoritas warganya tertindas oleh pemerintah.

Terlepas dari itu, aksi militer apapun yang diambil nantinya, akan membawa sisi buruk yang sangat besar dan tidak diduga. Menhan Mattis berulang kali memperingatkan konsekuensi besar dari aksi militer yang diambil. "Tidak akan sama seperti yang kita lihat sejak 1953," sebutnya, merujuk pada akhir Perang Korea.

Kim Jong-Un telah menempatkan unit-unit artileri di sepanjang perbatasan dengan Korea Selatan (Korsel), yang ibu kotanya, Seoul, hanya berjarak 55 kilometer dari wilayah Korut. Serangan mortir dan roket akan memicu banyak korban jiwa di kota berpenduduk 10 juta jiwa itu.

Tetap Netral
Pemerintah China seharusnya tetap netral jikaKorut benar-benar menyerang AS. Namun jika AS dan sekutunya berusaha melengserkan rezim yang saat ini memimpin Korut, China tidak akan tinggal diam. China, sekutu penting Korut dan mitra perdagangan Korut, telah berulang kali menyerukan semua pihak tetap tenang dan menahan diri sementara ketegangan terus meningkat. Otoritas China juga telah menyatakan rasa frustrasi pada Korut yang terus menggelar uji coba rudal dan nuklir.

China juga mengkritik aksi AS dan sekutunya, Korea Selatan (Korsel), yang beberapa kali menggelar latihan militer gabungan hingga memancing reaksi keras Korut. "China seharusnya juga memperjelas bahwa, jika Korea Utara yang lebih dulu meluncurkan rudal yang mengancam daratan AS dan kemudian AS membalas, China akan tetap netral," demikian dilaporkan surat kabar berpengaruh China, Global Times.

Global Times banyak dibaca oleh warga China, namun isi kontennya disebutkan tidak mewakili pandangan dan kebijakan pemerintahan. "Jika AS dan Korea Selatan melancarkan serangan dan berusaha menggulingkan rezim Korea Utara dan mengubah pola politik di Semenanjung Korea, China akan mencegah mereka melakukan hal itu," imbuh Global Times.

Korut telah dua kali menggelar uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) bulan lalu. Pyongyang mengklaim, rudal ICBM terbarunya, yang diluncurkan pada 4 Juli lalu, bisa membawa hulu ledak nuklir yang besar dan berat ke wilayah benua AS.

Siap Untuk Segala Kemungkinan
Otoritas Guam, wilayah Amerika Serikat di Pasifik, menyatakan siap untuk menghadapi ancaman rudal Korea Utara (Korut). Guam disebut memiliki infrastruktur yang telah teruji dan terbukti mampu menghadapi gempa serta badai topan. Gubernur Guam, Eddie Calvo, menyebut pulau terpencil di Samudera Pasifik itu telah terbiasa menjadi target, sejak otoritas Washington DC membangun fasilitas militer di pulau tersebut.

"Kita harus memahami bahwa, bahkan dalam skenario satu juta dibanding satu, kita harus bersiap dengan Guam menjadi seperti ini selama beberapa dekade, wilayah Amerika dengan aset militer strategis di kawasan yang sangat dinamis," kata Gubernur Calvo. "Kita siap untuk segala kemungkinan, lebih siap dibanding wilayah Amerika lainnya," imbuhnya.

Gubernur Calvo tidak menjelaskan lebih lanjut soal pertahanan di Guam. Namun diketahui bahwa Guam menjadi lokasi bagi dua pangkalan militer AS, untuk Angkatan Udara AS dan Angkatan Laut AS. Pangkalan militer itu dilengkapi sistem persenjataan canggih, seperti THAAD, sistem pertahanan rudal yang mampu menghancurkan rudal balistik jarak pendek, jarak menengah dan menengah atas, pada tahap akhir peluncuran.

Sebagai pangkalan militer AS yang kuat, Guam menjadi titik keberangkatan sejumlah pesawat pengebom AS jenis B-52 pada era Perang Vietnam tahun 1955-1975. Setidaknya terdapat 6 ribu personel militer AS di Guam saat ini. Sementara jumlah penduduk Guam mencapai 163 ribu jiwa, dengan semuanya memegang status kewarganegaraan AS.

Melalui kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), Korut mengklaim akan menembakkan empat rudal balistik jarak menengah jenis Hwasong-12 ke Guam. Korut mengklaim rudal-rudal itu akan mengudara sejauh 3.365 kilometer dalam waktu 1.065 detik atau 17 menit 45 detik. (Detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jalan Pertanian di Sipinggan Sidamanik Butuh Perhatian
Jalan Tertimbun Longsor, 87 KK Warga Rimo Bunga Karo Terisolir
Peringati Hari Juang Kartika ke-72, Kodim 0206 Dairi Gelar Berbagai Kegiatan
RAPBD Karo TA 2018 Rp 1,3 Triliun Defisit Rp 85 Miliar Lebih
Menyambut HJK, Kodim 0108/Agara Bedah Rumah Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU