Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Israel Bangun Dinding Raksasa Bawah Tanah di Gaza
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 15:30:31
Jerusalem (SIB) -Militer Israel berencana mempercepat pembangunan dinding bawah tanah raksasa di sekitar Jalur Gaza, guna menutup terowongan yang bisa disalahgunakan musuh untuk menyerang. "Dalam beberapa bulan mendatang, kami akan mempercepat pembangunan pembatas (terowongan) yang diharapkan bisa selesai dalam dua tahun," tutur Mayor Jenderal Eyal Zamir kepada wartawan, Kamis (10/8).

Proyek penutupan terowongan ini dilakukan menyusul sejumlah kritikan keras pada pemerintah Israel karena membiarkan terowongan itu digunakan Hamas pada Perang Gaza 2014 lalu. Sejumlah pihak bahkan menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama petinggi militer negara tak siap menghadapi ancaman Hamas kala itu.

Radio militer melaporkan dinding yang terbuat dari beton dan dilengkapi sensor itu akan membentang sekitar 64 kilometer dengan tinggi diperkirakan 40 meter.
Pembangunan dinding senilai tiga miliar shekel atau setara dengan US$834 juta ini juga mencakup pembatas lepas pantai yang dimaksudkan untuk menghentikan serangan laut.

Menteri Pembangunan Yoav Galant mengatakan tembok tersebut akan dibangun di wilayah Israel, sejajar dengan perbatasan Palestina yang dikuasai Hamas.
Pembangunan dinding itu, menurut salah satu pejabat militer, hanya dimaksudkan sebagai bentuk pertahanan militer.

"Hamas menggali terowongan di bawah rumah-rumah warga di Jalur Gaza. Hamas bertanggung jawab jika kami menyerang wilayah itu di tengah-tengah tempat tinggal warga sipil," kata Zamir. "Warga sipil di daerah terowongan itu harus memahami bahwa kami menganggap wilayah mereka sebagai target yang sah dan tinggal di daerah itu hanya menempatkan nyawa mereka dalam bahaya," tambahnya.

Serangan berbasis dari terowongan merupakan strategi kunci bagi Hamas selama perang tahun 2014 lalu. Kelompok itu juga membangun sejumlah jaringan terowongan lainnya secara luas di bawah perbatasan Gaza dengan Mesir. Beberapa terowongan itu pun telah dihancurkan militer Israel dan pihak Mesir secara terpisah selama perang berlangsung yang telah menewaskan 2,251 warga Palestina dan membuat 100 ribu lainnya kehilangan tempat tinggal. (CNNI/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jalan Pertanian di Sipinggan Sidamanik Butuh Perhatian
Jalan Tertimbun Longsor, 87 KK Warga Rimo Bunga Karo Terisolir
Peringati Hari Juang Kartika ke-72, Kodim 0206 Dairi Gelar Berbagai Kegiatan
RAPBD Karo TA 2018 Rp 1,3 Triliun Defisit Rp 85 Miliar Lebih
Menyambut HJK, Kodim 0108/Agara Bedah Rumah Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU