Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Dekati Wilayah Alaska, Jet AS Cegat Bomber Rusia
Kamis, 20 April 2017 | 15:00:31
Juneau (SIB)- Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan dua jet tempur untuk mencegat dua pesawat pembom milik Rusia. Pesawat itu kedapatan terbang di wilayah udara lepas pantai Alaska. Disampaikan Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, seperti dilansir CNN, Rabu (19/4), dua pesawat jenis TU-95 Bear itu mengudara di wilayah udara internasional, namun dekat pantai Alaska yang menjadi wilayah AS.

AS mengerahkan dua jet tempur jenis F-22 Raptor untuk menghadang dua pesawat tempur Rusia itu dalam insiden yang terjadi pada Senin (17/4) waktu setempat. Jet F-22 Raptor merupakan jet siluman yang mulai digunakan AS sejak tahun 2005. Namun jet tempur ini baru dikerahkan dalam pertempuran melawan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah pada akhir tahun 2014.

Seorang pejabat militer AS menyebut pencegatan itu dilakukan secara aman dan profesional. Pencegatan ini terjadi di lokasi berjarak 160 kilometer dari Pulau Kodiak, setelah pesawat tempur Rusia memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Alaska.Ditambahkan pejabat AS itu kepada CNN, tidak ada komunikasi radio kokpit ke kokpit antara pilot AS dengan Rusia dalam insiden itu. Media AS Fox News merupakan yang pertama melaporkan insiden ini.
Sejumlah pejabat AS menyebut interaksi di udara antara pesawat tempur Rusia dan AS itu sebagai 'hal biasa'. "Tidak jauh berbeda dari apa yang kita lihat sebelumnya, dengan rasa hormat pada penerbangan jarak jauh Rusia,"ujar pejabat AS yang enggan disebut namanya.

Memiliki pendapat berbeda, anggota parlemen AS dari Partai Republik, Adam Kinzinger, yang mewakili negara bagian Illinois menyebut Rusia ingin 'unjuk gigi' dengan terbang sangat dekat ke garis pantai AS. Kinzinger menekankan, insiden ini terjadi di tengah ketegangan kedua negara.

"Ini adalah aksi pamer kekuatan oleh Rusia untuk menunjukkan kepada kita bahwa mereka masih ada di sini," sebut Kinzinger. "Upaya untuk bergerak sedekat mungkin dengan perbatasan internasional kita, untuk melihat bagaimana reaksi kita," imbuhnya. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ketua F-PDIP DPRD Medan Sebut TA 2017 Masih Menjadi Catatan Buruk Wali Kota
Turunkan Pajak Final Bagi UMKM
Komisi ASN akan Panggil Fonaha, Plt Sekda Mantan Napi di Nias Utara
Bupati Diminta Tegur Kadis PU Nisut Terkait Proyek Penggalian Parit
Eksepsi KPK Ditolak, Hakim Tegaskan Praperadilan Novanto Sah
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU