Home  / 
Melestarikan Budaya Batak Toba
Punguan Simanungkalit Kota Medan Gelar Simulasi “Raja Parhata” pada Acara Adat
Sabtu, 2 Juni 2018 | 20:06:32
SIB/Dok
SIMULASI: Ketua Umum Punguan Simanungkalit Kota Medan Ls Soagahon Simanungkalit (berdiri No. 8 kiri), pengurus dan peserta foto bersama usai mengikuti simulasi Raja Parhata, Selasa (29/5).
Medan (SIB) -Dalam upaya melestarikan budaya Batak Toba, khususnya kepada generasi penerus marga Simanungkalit, Punguan Ni Raja Ujung Tinumpak Simanungkalit dohot Boruna Kota Medan melaksanakan simulasi "Raja Parhata" atau Parsinabung/Parsinabul pada acara adat, Selasa (29/5) di komplek GKPI Babura Medan.

Ls Soagahon Simanungkalit sebagai Ketua Umum Punguan menjelaskan, simulasi Raja Parhata merupakan program kerja punguan tahun 2018. Sebelumnya juga telah dilaksanakan pertukaran mimbar pengkhotbah antarsektor. Sedangkan program yang akan dilaksanakan antara lain lomba pidato Bahasa Batak bagi remaja, lomba tortor dewasa dan festival koor antarsektor.

Parhata senior Simanungkalit Kota Medan St Drs Manuasa Simanungkalit dan Gr Drs JR Simanungkalit sebagai narasumber simulasi didampingi moderator St Harim Simanungkalit mempraktikkan langsung bagaimana tata cara dan urutan pembicaraan saat pesta adat Batak Toba berlangsung, sehingga para peserta yang terdiri dari Anak dan Boru dari BPH dan Pengurus Sektor yang ada di Kota Medan cepat tanggap karena diselingi tanya jawab.

Juga dibahas perbedaan antara pelaksanaan adat di rumah keluarga dengan di gedung atau wisma, serta suasana sukacita maupun dukacita.

Menurut Soagahon Simanungkalit simulasi Raja Parhata sangat dibutuhkan, apalagi saat ini umumnya generasi muda marga-marga sudah banyak yang tidak paham lagi tata cara pelaksanaan  budaya dan adat Batak Toba.

Program seperti ini, lanjutnya, juga untuk mendukung program pemerintah bahwa tahun 2018 merupakan prioritas pembangunan terhadap sumber daya manusia. Punguan Simanungkalit Kota Medan akan terus membuat program pengembangan kualitas SDM dengan pengembangan adat dan budaya, karena budaya daerah juga merupakan bagian dari Budaya Nasional. "Dana untuk simulasi ini pun merupakan sumbangan sukarela peserta, bukan dari kas punguan," ujarnya.

Juga hadir pada simulasi tersebut Ketua I Alusianto Simanungkalit SH MH, Ketua II St Panungkunan Simanungkalit, Sekretaris Umum Drs Redno Morris Simanungkalit, Bendahara Panitia Kisben Manik SE. (R7/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU