Home  / 
Terasi Cirebon, Saksi Bisu Sejarah Kerajaan Cirebon
Sabtu, 2 Juni 2018 | 20:04:51
Cirebon (SIB) -Siapa sangka terasi yang digunakan sebagai bumbu masakan, menyimpan cerita sejarah Kerajaan di Cirebon.

Raja pertama di Cirebon, Pangeran Cakrabuana atau Mbah Kuwu Cirebon sering menyempatkan waktunya untuk mencari udang rebon. Hasil tangkapan udang rebon itu diolah menjadi terasi oleh Pangeran Cakrabuana. Sejarawan Cirebon Opan Safari menceritakan terasi olahan Pangeran Cakrabuana berkaitan dengan status Ketumenggungan yang diperoleh Cirebon dari Kerajaan Padjajaran.

"Udang yang diolah menjadi terasi itu menjadi memiliki nilai lebih. Kepiawaian Pangeran Cakrabuana membuat terasi menjadikan Cirebon diangkat menjadi Ketumenggungan," kata Opan.

Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu menceritakan, saat Cirebon diangkat menjadi Ketumenggungan, Pangeran Cakrabuana memiliki gelar sebagai Tumenggung Kelimangana di bawah kekuasaan Kerajaan Padjajaran. Gara-gara terasi, jabatan Pangeran Cakrabuana naik. Kemudian lanjut Opan, sejak diangkat menjadi Ketumenggungan, lanjutnya, Cirebon diwajibkan untuk membayar upeti.

Selain menjadi saksi bisu perjalanan Cirebon menjadi kerajaan, Opan mengatakan, terasi sejatinya sudah ada sejak zaman dulu. Menurut Opan, terasi sempat memiliki masa kejayaan, tepatnya tahun 1415.

"Keberadaan terasi sudah jelas, ada sejak zaman dulu. Sejak Cirebon belum menjadi kerajaan besar. Bahkan, sejak zaman Kerajaan Singhapura, terasi sudah ada," kata Opan.

Pada tahun kejayaan terasi itu, lanjutnya, Kerajaan Singhapura kedatangan pasukan besar dari Tiongkok yang dinahkodai Laksamana Cheng Ho. Opan menerangkan, kedatangan Cheng Ho ke Nusantara selain misi untuk penyebaran Islam, juga ada misi lain seperti pertukaran komoditas dari di Cirebon dengan yang dibawa dari Tiongkok.

"Saat itu, Cheng Ho menyebarkan ilmu tentang kesyahbandaran, seperti mendirikan pelabuhan. Nah, uniknya Cheng Ho itu selalu membawa terasi saat pulang ke negerinya," kata Opan.

Tahun kejayaan terasi mulai luntur. Opan tak menampik saat ini perajin terasi di Cirebon mulai berkurang. "Walaupun dulu sempat berjaya di Nusantara, kini terasi Cirebon mulai sedikit, karena perajinnya semakin berkurang," tutup Opan. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Istana Tepis Prabowo Soal Mark Up LRT: Ada Penghematan Rp13 T
Bawaslu: Ada Patroli 24 Jam Antisipasi "Serangan Fajar" Pilkada
Kemenhub Bagi 5.000 Life Jacket ke Operator Kapal Danau Toba
Tragedi KM Sinar Bangun, Poldasu Tetapkan Empat Tersangka
KM Sinar Bangun Terdeteksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU