Home  / 
Powwow, Festival Budaya Terbesar di Dunia yang Paling Dinantikan
Sabtu, 12 Mei 2018 | 16:33:37
Kelompok pemusik yang bernyayi memainkan irama gemuruh mulai asyik mengiringi para penari berpakaian tradisional yang terus menari di dalam arena.

Dering ribuan lonceng dan kerincingan ditempelkan ke penari terasa begitu menonjolkan setiap langkahnya.

Lebih dari 3.000 peserta memasuki Koliseum Tingley di New Mexico State Fairgrounds, mereka semua mewakili semua 565 penduduk AS dan 220 suku asli Kanada.

MERUPAKAN ACARA TERBESAR DI DUNIA, GATHERING OF NATION
Powwow, yang kali ini dilaksanakan di Albuquerque, terasa begitu kuat melalui hentakan-hentakan perkusi yang terus menyelaraskan puluhan ribu detak jantung para penonton.

The Gathering of Nations, merupakan agenda tahunan Amerika yang dimulai pada tahun 1983. Kala itu, University of Albuquerque Dean of Students dan penasihat klub Derek Mathews, menyelenggarakan acara powwow untuk mahasiswanya.

Universitas tersebut tutup di tahun berikutnya, akan tetapi informasi tentang powwow telah menyebar dari mulut ke mulut.

"Ini dimulai sebagai cara bagi para siswa asli Amerika untuk berbagi budaya mereka dan merasa lebih dekat dengan rumah," ujar Mathews, yang saat ini menjabat sebagai direktur eksekutif Gathering of Nations.

"Ini adalah kesempatan unik untuk membawa orang-orang dari berbagai suku di seluruh negara dan Kanada bersama. Sekolah ini memang telah ditutup, tetapi orang-orang sudah berencana datang ke Albuquerque untuk menyaksikan powwow, dan itu merupakan keinginan mereka sendiri," jelasnya.

Mathews memuji latar belakangnya di teater media, pendidikan, dan studi etnis untuk mengatur Gathering of Nations.

Acara yang berkembang itu pindah ke New Mexico State Fairgrounds, di mana acara ini akan diadakan lagi tahun ini setelah 30 tahun di arena basket University of New Mexico.

Dengan kembali ke akarnya yang lebih besar, Gathering of Nations dapat menambahkan kompetisi baru tahun ini, yaitu Horse and Rider Regalia Parade, di mana pengendara dan kuda bersaing untuk mendapatkan pakaian, perawatan, dan kecakapan memainkan pertunjukan.

Setelah acara siang hari, acara dilanjut dengan live music yang menampilkan band-band asli Amerika kontemporer yang memainkan segalanya, mulai dari rock, reggae, hingga country dan tradisional.

Bagi peserta seperti Adeline Okanee dari Taos Pueblo di New Mexico, Gathering of Nations adalah kesempatan untuk melihat teman-temannya di seluruh negeri melalui powwow. Selain itu, acara ini juga dianggap sebagai perayaan dan berbagi budaya mereka yang beragam.

"Kami menantikannya sepanjang tahun," kata Okanee.

"Ini adalah cara bagi kami untuk melihat teman-teman dan mendapatkan teman baru, merasakan kekuatan komunitas pribumi di seluruh dunia. Kami masih di sini dan menjadi kuat, dan powwow adalah sesuatu untuk merayakan dan berbagi dengan dunia," ungkapnya. (Nationalgeographic/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Harga Cabai Melejit di Raya Simalungun, Rp 35 Ribu per Kg
Harga Kebutuhan Pokok Masih Stabil di Medan
Industri Keramik Waspadai Tambahan Impor dari India
Nilai Barang Milik Negara Melesat Jadi Rp5.728 Triliun
Kondisi Makro Ekonomi Terjaga Baik dalam 4 Tahun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU