Home  / 
Ketahanan Budaya Mampu Tangkal Ekses Negatif Internet
Sabtu, 23 Desember 2017 | 15:55:35
Jakarta (SIB) -Era digital yang sudah merambah ke seluruh lini kehidupan masyarakat Indonesia memang mengandung dampak positif dan negatif. Tetapi perkembangan digital tidak bisa dibendung, melainkan kita harus mampu mendekatinya untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya. Sebaliknya, ekses negatif dari dunia digital harus diminimalisir. Dalam konteks ini, peran ibu sebagai penjaga norma dan budaya keluarga sangat menentukan. Demikian rangkuman pandangan dari tiga sumber, Jumat (15/12) yaitu aktivis literasi media yang juga anggota Dewan Pengawas Radio Republik Indonesia (RRI), Tantri Relatami, dan dua pegiat lieterais digital lainnya, Shafiq Pontoh serta Maman Suherman.

Ketiga pegiat literasi digital itu juga menyampaikan pandangannya dalam seminar bertajuk "Ibu Cerdas di Era Digital" yang diselenggerakan "Komunitas Kebaya, Kopi, dan Buku" di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sabtu (16/12). Menteri Kominfo, Rudiantara juga menyampaikan pandangannya sebagai keynote speaker. Menurut Tantri, kita memiliki keunggulan dalam menghadapi serbuan berbagai budaya asing melalui digital dibandingkan negara lain. Kekuatan itu adalah budaya masyarakat yang sebagaian besar masih menghargai norma dan adat.

"Teknologi digital yang wujudnya beragam produk teknologi hanyalah alat semata. Tinggal bagaimana kita menggunakan dan memanfaatkannya. Jika salah memanfaatkan akan berbahaya, begitu juga sebaliknya,"ujar Tantri. Alumnus Fakultas Komunikasi Unhas, Makassar ini berpendapat, dalam konteks budaya, kita juga memiliki emosi untuk mempertahankan serbuan budaya asing yang negatif tidak bisa digantikan.

Masih dalam konteks budaya, Tantri menjelaskan bagaimana peran yang sangat strategis dari kaum ibu. "Kaum Ibu yang lebih sering menanamkan budaya dan nilai-nilai agama serta memberikan pandangan baik dan buruk soal berbagai hal, menjadi penting untuk literasi digital ini," tambahnya. Tantri juga menyinggung bagaimana budaya membaca di negeri ini yang sesungguhnya bisa mencegah lebih jauh bahaya atau dampak negatif teknologi digital. Sayangnya, budaya membaca di negeri ini masih rendah. Apabila budaya membaca telah tertanam, maka otomatis akan ada filter dalam menghadapi dampak teknologi digital misalnya berita -berita hoax- pasti akan dengan mudah diverifikasi secara internal oleh masyarakat.

JANGAN DITAKUTI
Sementara itu pegiat literais digital, Maman Suherman mengatakan, era digital bukan untuk ditakuti dan generasi milenial sebenarnya tak ada bedanya dengan generasi sebelumnya, jadi tak harus dicurigai dan terus-terusan dimata-matai. Justru harus dipahami dengan "nuansa" sharing bukan briefing apalagi indoktrinas. "Harus dipahami segala keunggulannya, dan jika ada ancamannya bukan untuk ditakuti, tapi ditangani dan dicarikan solusinya dengan baik," kata Maman.

Maman pun mengimbau masyarakat untuk melek media, karena penting untuk memahami apa itu literasi digital dengan baik. Pemahaman yang baik itu akan berpengaruh pada sikap dan perilaku terhadap situasi yang tak bisa lepas dari duni digital ini. Shafiq Pontoh juga melihat aspek positif dari era digital ini dan para orang tua harus mampu membangun jaringan sesama orang tua, keluarga dan tetangga agar menjaga anak-anak secara bersama daripengaruh buruk media digital.

Dalam seminar itu, Shafiq berbicara berbagai persoalan yang kini menghantui banyak orang tua khusususnya kaum Ibu, misalnya apakah era digital itu suatu ancaman buat keluarga atau justru suatu alat bantu? Juga mengenai apakah anak dibiarkan nonton youtube agar tenang atau belajar bersama menggunakan internet. Serta satu pertanyaan, asyik menyebar foto anak di internet atau membangun safety network antar orang tua untuk menjaga anak-anak bersama-sama. (KJ/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pengurus DPW Doakan Jokowi Menang Sumut Dilantik, Tuani Lumbantobing Ketua
CSIS: Prabowo Alami Stagnasi Elektoral
Bawaslu Jadwalkan Panggil Kepala Daerah di Riau Pendukung Jokowi
Sandiaga Resmikan Posko Pemenangannya di Rumah Keluarga Soeharto
Tensi Pilpres 2019 Makin Panas Karena Medsos
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU