Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Manusia Neanderthal, Pengguna Obat Anti Nyeri dan Antibiotik Pertama?
Sabtu, 2 Desember 2017 | 18:54:02
Kita mengenal manusia Neanderthal sebagai manusia purba yang memiliki kekerabatan paling dekat dengan manusia modern. Manusia purba yang diperkirakan lenyap dari muka bumi sekitar 30.000 tahun lalu ini ternyata memiliki kemampuan yang dimiliki oleh manusia modern, yakni kemampuan dalam dunia farmasi.
Mereka mampu membuat obat anti nyeri dan antibiotik bagi beberapa penyakit.

Kemampuan ini dituangkan dalam jurnal Nature yang bersumber pada penelitian tim ilmuwan dari University Adelaide.

Ilmuwan menganalisis DNA kuno yang ditemukan pada plak gigi Neanderthal untuk melihat gaya hidup dan perilaku mereka. Bahkan dengan analisis DNA ini, ilmuwan mampu mempelajari apa saja yang dikonsumsi oleh Neanderthal di masa lalu.

Lebih lanjut, para peneliti membandingkan sampel dari empat Neanderthal yang ditemukan di situs Spy Cave, Belgia dan El Sidron, Spanyol.

Berdasarkan uji sampel, ditemukan bahwa mereka mengalami berbagai masalah kesehatan. Plak yang terbentuk pada gigi Neanderthal ditemukan mengandung partikel makanan serta mikroba yang berasal dari mulut, saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Sementara itu, pada tulang rahang bawah Neanderthal muda dari situs Spanyol ditemukan adanya abses gigi yang menyakitkan. Tidak hanya itu, ia juga terindikasi memiliki parasit usus penyebab diare.

Salah seorang tim peneliti, Alan Cooper, menuliskan bahwa manusia purba ini dengan jelas terindikasi memiliki penyakit. Alan juga mencurigai bahwa mereka telah mendapatkan pengobatan atas penyakit tersebut.

"Mereka memakan tumbuhan Poplar yang mengandung obat anti nyeri, asam salisilat (Salicylic Acid), yang merupakan bahan aktif aspirin," tutur Cooper.

Tidak hanya itu, para peneliti juga menemukan adanya jamur antibiotik alami.

Dengan penemuan ini, tergambar bahwa kaum Neanderthal memiliki pengetahuan yang baik mengenai karakteristik tanaman obat. Tidak hanya itu, mereka juga mampu mengaplikasikannya untuk mengobati diri mereka.

Cooper, lebih lanjut mengatakan bahwa temuan ini bertolak belakang dengan pandangan bahwa kaum Neanderthal hanyalah kerabat kuno manusia modern yang sederhana dan tidak memiliki kecerdasan. "Mereka telah menggunakan obat anti nyeri dan antibiotik alami lebih dari 40.000 tahun lebih awal sebelum kita mengembangkan penisilin," tambah Cooper.

Peneliti lainnya, Laura Weyrich, menambahkan bahwa ia yakin mengenai gambaran Neanderthal sebagai "manusia" yang terampil, cerdas dan bersahabat. "Kita perlu menulis ulang buku-buku pengetahuan mengenai mereka yang dianggap sebagai manusia gua. Mereka bahkan berperilaku sangat mirip dengan manusia modern", tutup Laura. (smh.com.au/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Samosir Serahkan Alat-alat Kebersihan
Dinas PP dan PA Tapsel Gelar Seminar Etika Perempuan dalam Organisasi
Tim Penilai Kecamatan Terbaik Turun ke Marancar Tapsel
BPJS Ketenagakerjaan Sibolga Keluhkan Pembayaran Iuran Jasa Konstruksi di Tapteng
Sedang Dikerjakan, Aspal Jalan Lahusa-Gomo Sudah Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU