Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Parsadaan Toga Raja Sitorus dohot Boruna Kota Medan Terbitkan Buku Paradaton
Sabtu, 28 Oktober 2017 | 22:21:38
SIB/Danres Saragih
DISKUSI ADAT : Ketum PTRS & B Kota Medan Ir Washington Sitorus MSc, Penasihat, Tim Pokja dan utusan dari 40 sektor PTRS & B Kota Medan foto bersama usai rapat Kesepakatan Adat, Rabu (25/10) di Grand Antares Medan.
Medan (SIB) -Menghadapi kemajuan zaman yang serba cepat, efesien dan tidak mengurangi nilai-nilai yang ada, Parsadaan Toga Raja Sitorus dan Boruna (PTRS & B) Kota Medan akan menerbitkan  buku Kesepakatan Adat yang akan diberlakukan setiap pesta adat di Kota Medan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Parsadaan Toga Raja Sitorus dohot Boruna Kota Medan Ir Washington Sitorus MSc di sela-sela diskusi Kesepakatan Adat, Rabu (25/10) di Grand Antares Medan.

PTRS & B Kota Medan terpanggil untuk membuat satu patron adat yang nantinya diwariskan kepada generasi mendatang. "Ada standar atau patron yang baku dan efesiensi tanpa mengurangi nilai dan makna adat yang terkandung di dalamnya dan tidak bertele-tele, baik pada pesta adat suka maupun duka di Kota Medan," katanya.

Untuk itu, Rabu (25/10), Parsadaan Toga Raja Sitorus dohot Boruna melakukan diskusi untuk mematangkan kesepakatan. Diskusi serupa juga sudah dilaksanakan tim kelompok kerja (Pokja) yang beranggotakan 21 orang yang terdiri dari tokoh-tokoh adat, tetapi dalam rapat ini akan dibahas lagi, secara terbuka kepada utusan 40 sektor PTRS & B Kota Medan.

"Perwakilan sektor  terdiri dari 4-5 orang. Seluruh masukan-masukan yang timbul di diskusi dijadikan sebagai penyempurnaan hasil Pokja. Apabila sudah disepakti bersama maka akan dibukukan," imbuhnya.

Buku itulah kelak kita wariskan kepada generasi mendatang, dan bila ada pomparan dari Sitorus Kota Medan melakukan pesta adat, baik suka maupun duka, tentu patron adatnya sudah ada. "Ini sangat membantu karena itu semua anggota rapat menyetujui rencana tersebut tinggal menyempurnakan bentuknya," cetusnya.

Perlu juga diketahui, tambah Washington, komunitas kaum ibu PTRS & B Kota Medan juga telah terbentuk dan akan dikukuhkan pada saat Natal bersama yang akan diselenggarakan 3 Desember 2017.

"Jadi saat ini komunitas kaum ibu PTRS & B Kota Medan telah terbentuk dengan tujuan tidak lain dan bukan hanya mendukung persatuan dan kesatuan Sitorus untuk dapat saling menguatkan, tetapi juga untuk mendukung semua program Sitorus," pungkasnya.

Tim Pokja adalah Drs Mangasi Sitorus, Ir Johnni Sitorus, Drs Batas Sitorus, Drs Tumpak Sitorus, Bintang Sitorus, Drs Panoguan Sitorus, James Sitorus, Saijun Sitorus, St GB Sitorus, Ir Bongsu Sitorus, Edward Sitorus, Jhoni Sitorus, Maringan Sitorus, Victor Sitorus, Elvis Sitorus, Hiras Sitorus, Maringan Sitorus, Santain Sitorus, Budiman Sitorus, SM Sitorus.

Hadir juga dalam diskusi itu Penasihat PTRS & B Kota Medan Ir Edward Sitorus, Drs Marulak Sitorus, DR Panal Sitorus MSi Apt, Drs Mangasi Sitorus, Rudi Sitorus SH, St Drs Monang Sitorus MBA, St Liat Sitorus, Parulian Sitorus, Drs LO Sitorus, Drs TM Sitorus, DR TN Pandiangan, Sobo Simangunsong dan St J Siahaan, Ray Sitorus, P Silitonga. (A12/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Coba Tabrak Petugas, Bandar Narkoba Bertato Ditembak Mati di Medan
Proyek Turap Jalan Cor Beton di Silau Laut Asahan Gunakan Batu Bata Lapuk
Korupsi Alat Tangkap dan Bibit Ikan, 2 Mantan Kadiskanla Madina Ditahan Kejaksaan
Ada Seminar Cara Dapat 4 Istri, PKS: Poligami Bukan untuk Diobral
Gerakan Radikalisme Jadi Atensi Presiden dan Kiyai
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU