Home  / 
Tanggomo, Tradisi Lisan Gorontalo Semakin Ditinggalkan Penuturnya
Sabtu, 30 September 2017 | 14:27:58
Gorontalo (SIB) -Tradisi lisan Tanggomo semakin sulit ditemukan di Provinsi Gorontalo. Jika ditemukan, penuturnya sudah berusia lanjut.

Dikhawatirkan dalam jangka waktu tidak lama tradisi lisan yang berfungsi sebagai media penyampai informasi ini akan benar-benar ditinggalkan warga.

Di Kabupaten Gorontalo Utara, hanya sedikit orang tua yang mampu menuturkan tradisi lisan ini. Salah satunya adalah Anis Husain, seorang penjaga kantor dan pemulung.

"Kami sangat khawatir Tanggomo benar-benar ditinggalkan orang Gorontalo," kata Suwanti, staf Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Rabu (19/7).

Salah satu yang menjadi kendala dalam pelestarian Tanggomo ini adalah kemampuan penguasaan Bahasa Gorontalo yang lemah pada generasi muda.

Tradisi lisan Tanggomo memiliki irama yang beraturan sebagaimana pantun, sehingga pemilihan kata sangat menentukan kemampuan seseorang dalam membawakan Tanggomo.

Menyikapi semakin sedikitnya penutur Tanggomo, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melakukan pelatihan bagi sejumlah siswa di Kabupaten Gorontalo Utara. Pelatihan ini dilaksanakan beberapa hari pada bulan Juli lalu.

"Pelatihan ini melibatkan pelatih dari Duta Bahasa Gorontalo dan petanggomo senior, Anis Husain," tutur Suwanti.

Sementara itu pakar tradisi lisan Gorontalo, Nani Tuloli mengatakan, pelatihan bagi siswa ini merupakan upaya revitalisasi yang memiliki nilai strategis dalam pemertahanan tanggomo.

"Tanggomo itu pers pada masanya, petanggomo adalah pewarta yang mencari berita dan diceritakan kepada masyarakat di tempat lain dengan cara yang menarik. Apa yang disampaikan adalah fakta," kata Nani Tuloli. (Kps/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU