Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Batik Indonesia di Mata Warga Rusia
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 15:08:38
Moskow (SIB) -Membatik bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Meskipun sulit, banyak warga Rusia yang antusias mengikuti workshop membatik yang ada di Festival Indonesia ke-2 di Moskow.

Denaya Batik, yang berasal dari Jogjakarta, membuka workshop batik di festival ini. Tahun ini merupakan tahun kedua bagi Denaya Batik mengikuti Festival Indonesia di Moskow.

Meskipun baru berdiri tahun 2014, Denaya Batik sangat sering diundang untuk mengikuti pameran dan menggelar workshop di luar negeri. Kerumunan warga Rusia memenuhi booth Denaya Batik yang didirikan di salah satu gazebo di Hermitage Garden, Moskow, pada Sabtu (5/8) waktu setempat.

Tak memandang usia, mulai dari wanita paruh baya hingga remaja perempuan dan anak-anak mengantre untuk belajar membatik secara tulis. Workshop batik ini terdiri atas beberapa sesi dan puluhan warga Rusia rela menunggu giliran demi belajar batik.

Sulit, rata-rata itulah kesan pertama warga Rusia soal batik Indonesia. Mencelupkan canting ke dalam malam atau lilin dan 'menggambar' mengikuti pola tidak mudah dilakukan. Para warga Rusia itu terlihat sangat serius saat membubuhkan malam pada pola boneka khas Rusia, matryoshka.

"Kebanyakan dari mereka merasa membatik itu sulit," tutur Nina, warga Rusia yang bertugas mendampingi Denaya Batik di booth ini.

Motif batik yang unik dan penggunaan malam atau lilin serta canting menjadi hal baru yang sangat menarik bagi mereka. "Mereka merasa ini aneh namun tetap antusias," imbuh Nina.

Founder Denaya Batik, Sucittarini Delyana, menilai antusiasme warga Rusia untuk belajar membatik layak diacungi jempol. Sedikit berbeda dengan tahun lalu, Denaya Batik tahun ini berupaya memperkenalkan batik lebih dalam kepada warga Rusia, salah satunya dengan memberikan pengarahan dan menggelar kompetisi desain batik di Facebook.

"Untuk kali ini, mereka kita arahkan untuk buat desain lebih bagus, ada desain kompetisi di Facebook. Mereka kirim gambar pola ke Facebook nanti yang terbaik kita kasih hadiah," jelas Delyana.

"Kita arahkan mereka lebih mengerti lagi proses batik. Di Facebook, ada tim kita yang akan mengajari lebih jauh lagi soal batik, karena di sini basic banget," imbuhnya.

Dalam workshop batik ini, para warga Rusia hanya diajari proses memcanting batik karena waktu yang terbatas. Penjelasan dan pemahaman proses selanjutnya termasuk pencelupan hingga batik selesai diproses akan diberikan tim Denaya Batik via media sosial.

"Orang-orang luar itu mengenai art, sangat apresiasi. Saat dijelaskan batik prosesnya seperti apa, mereka sadar batik itu tidak gampang," sebut Delyana.

Saking tertariknya pada batik Indonesia, salah satu pengunjung festival ini ada yang memborong pakaian batik yang dijual oleh Denaya Batik. Pengunjung itu rela datang jauh-jauh dari Belanda untuk mengunjungi Festival Indonesia di Moskow ini. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pemkab Karo Terpilih Mengembangkan 15.000 Sapi yang Disiapkan Kementan
Sungai Sei Lepan Langkat Mengalami Abrasi
Hari Nusantara Diperingati di Karo
Perayaan Natal KB SD Teladan Sidikalang Hikmat
Jalan Tembus Karo-Langkat Jadi Monumental Masyarakat
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU