Home  / 
Cenil Kuliner Paling Disukai Kawula Muda di Kualu Hulu
Minggu, 7 Oktober 2018 | 13:04:03
SIB/Chairul Matondang
BELI CENIL: Sejumlah warga membeli cenil di warung cenil (Warcel) yang dikelola Tomi di Wonosari, Kelurahan Aekkanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Jumat (21/9) malam.
Aekkanopan (SIB) -Setiap Jumat malam, warung cenil (Warcel) yang dikelola Tomi (37) di Lingkungan Wonosari III, Kelurahan Aekkanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura dipadati pembeli. Wakil Bupati Labura Drs H Dwi Prantara, sejumlah anggota DPRD Labura dan pembeli dari kabupaten lain juga datang membeli.

Omset penjulan cenil dan beberapa jenis kuliner lain setiap Jumat malam itu mencapai Rp 6 juta lebih. " Alhamdulillah, bila cuaca cerah dan tidak hujan, omset penjualan dapat mencapai Rp 6 juta lebih dan bila hujan, omset penjualan menurun dengan jumlah signifikan dan hasilnya paling sekira Rp 2,5 juta ", ujar Tomi saat bincang-bincang di warung yang dikelolanya, Jumat (21/9) malam.

Dijelaskan, selain cenil, warung dikelolanya itu menyediakan kuliner jenis pecal dan aneka masakan gorengan. Paling disukai pembeli yang kebanyakan dari kawula muda itu jenis cenil dan pecal karena kuliner khas warung yang dikelola sejak tahun 1970 oleh neneknya itu memang cenil dan pecal.

Harga cenil Rp 10 ribu satu porsi, pecal Rp 12 ribu, gorengan per potong Rp 1000 dan harga sebesar itu dipatok sejak tahun 2013 sampai sekarang. Pada tahun 1993 lalu, saat usaha itu mulai dikelolanya, harga cenil Rp 200 dan pecal Rp 300.

Harga setiap porsi mencapai seribuan sejak tahun 1998 dan saat itu harga cenil Rp 2000 satu porsi, pecal Rp 3000. "Harga ditawarkan untuk semua jenis kuliner sejak dahulu sampai sekarang terjangkau pembeli dan prinsipnya tidak perlu mahal tapi laris," imbuh Tomi.

Saat bincang-bincang malam itu, pebisnis kuliner itu juga berkeinginan untuk mengembangkan usahanya dan berkeingin berjualan cenil dan pecal setiap hari. Mudah-mudahan dapat modal, dalam waktu dekat bisa berjualan setiap hari.

Sebelumnya, saat ditanya, mengapa hanya setiap Jumat malam jualannya. Tomi hanya menyebutkan, itulah spesialnya dan uniknya Warcel Tomi dan sejak tahun 1970 memang setiap Jumat berjualan mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB.

Sejumlah pembeli saat ditanya mengaku menjadi langganan dan hampir setiap Jumat mengunjungi Warcel yang memperkerjakan 8 pekerja itu. " Cenil dan pecalnya enak, harganya terjangkau dan pembeli dapat terhibur juga karena Warcel Tomi juga menyediakan live music ", imbuh pembeli. (F09/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pengurus dan Kader PKS Binjai Mundur Massal
Pemprovsu Tak Bisa Bantu Keberangkatan Tim ke Pesparani Katolik di Ambon
Biaya Kampanye Politik di Indonesia Sangat Mahal
Kapolda: Terduga Teroris yang Tewas di Tanjungbalai Jaringan Syaiful
Pemilih Milenial Dinilai Cenderung Cuek Pada Politik
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU