Home  / 
Menikmati Sepincuk Botok Tawon
Minggu, 25 Februari 2018 | 11:58:53
Tawon atau lebah biasanya dinikmati madu nya. Namun di tangan Bu Misnah, warga Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, rumah atau sarang tawon diolah menjadi masakan yang lezat dan gurih. "Kalau orang sini nyebutnya botok. Tapi ada juga yang menyebutnya pepes," kata Bu Misnah.

Di warungnya yang sederhana, sedikitnya setiap hari Bu Misnah memasak 10 kilogram sarang tawon yang dibeli dari pedagang yang mengantarnya langsung ke tempatnya. "Sudah ada langganan khusus yang tiap hari ngantar rumah tawon ke sini dari wilayah Banyuwangi Selatan," jelasnya.

Awalnya, Bu Misnah akan memotong-motong lempengan rumah tawon menjadi ukuran yang lebih kecil lalu dimasukkan dalam pincukan daun pisang. "Larva tawon yang masih putih seperti ini dibiarkan saja dan dipincuk pakai daun pisang. Bumbunya lombok, gula merah, asam, tomat dan bawang merah. Setelah itu dikukus.
Kalau daunya sudah layu berarti sudah matang," ujarnya.

Untuk menjaga rasa, Bu Misnah tetap menggunakan kayu untuk memasak botok tawonnya. Ia mengaku mendapatkan resep dari ayahnya yang sudah berjualan sejak tahun 1981. "Kami tetap menjaga kualitas. Ndak pakai bumbu yang macem-macem kok. Alhamdulilah pelanggannya banyak," katanya.

Jika ada yang memesan, biasanya Bu Misnah akan meletakkan botok tawon di piring yang berbeda. "Pelanggan biasanya pesan nasi pecel dan botok tawon ini sebagai lauknya," jelasnya.

Untuk menikmatinya, pembeli hanya cukup menyediakan uang minimal Rp 10.000. "Rasanya gurih dan enak. Setiap lewat sini pasti saya sempatkan mampir ke warung sini," kata Sumarsono, warga Kecamatan Giri, salah satu pelanggan warung Bu Misnah.

Dia percaya dengan mengonsumsi botok tawon bisa meningkatkan stamina. "Cocok buat mereka yang kerja di lapangan," tambahnya.

Jika melewati jalan raya Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Rogojampi, Anda harus menyempatkan diri untuk singgah menikmati kuliner dengan bahan sarang tawon ini. Tidak perlu khawatir kehabisan, karena Bu Misnah terus memproduksi botok tawon di dapur yang menyatu dengan warungnya. "Kalau habis langsung buat soalnya botok tawon ini enak dimakan pas panas," pungkasnya. (Kps.com/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU