Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Pembunuh Karyawati Terminal Cafe Marliza Diringkus di Medan
*Pelaku Kesal Hubungannya Diputus Korban, *Jenazah Korban Dibawa ke Riau
Selasa, 23 September 2014 | 09:48:43
SIB/Rickson Pardosi
Waka Polresta Medan AKBP Y Hondawan Naibaho didampingi Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram, menunjukkan barang bukti parang yang digunakan tersangka ER menghabisi korban Marliza, Senin (22/9) sore.
Medan (SIB)- Dalam tempo 4 jam, petugas Sat Reskrim Polresta Medan berhasil meringkus ER (28) tersangka pelaku pembunuh Marliza, karyawati cafe dari tempat persembunyiannya di salah satu rumah di Perumnas Helvetia Medan, Senin (22/9) dinihari.

Pelaku warga Jalan Nusa Indah Pasar VIII Marelan diduga nekat menggorok leher mantan pacarnya Marliza warga alias Liza (21) hingga tewas di dapur Terminal Cafe & Resto Jalan G Krakatau Medan, Minggu (21/9) malam.

Dari tangan pelaku, petugas Jahtanras Polresta Medan menyita barang bukti 2 bilah parang, 1 pisau, pecahan gelas dan botol yang digunakan tersangka ER menghabisi nyawa karyawati Terminal & Resto itu.

Waka Polresta Medan AKBP Y Hondawan Naibaho didampingi Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu I Bram, Senin (22/9) sore di Polresta Medan, mengatakan motif pembunuhan yang dilakukan ER karena kesal hubungan asmara yang mereka bina selama 5 bulan diputus oleh korban.

Merasa tidak terima diputus pelaku, Minggu (21/9) sekira pukul 21.00 WIB, mendatangi korban di Terminal Cafe & Resto Jalan G Krakatau untuk meminta agar hubungan mereka disambung kembali. Namun permintaan pria itu tetap ditolak korban, sehingga keduanya bertengkar mulut.

Puncaknya, pelaku emosi dan langsung mengambil gelas dan  memukulkannya ke kepala Marliza. Melihat kakaknya dilukai, adik korban Azni yang juga kerja di cafe itu mencoba melerainya. Melihat kedatangan adik korban, pelaku kembali mengambil botol minuman dan memukulkannya ke kepala Azmi dan kemudian membacok kepala, tangan dan kaki Azmi 4  kali dengan parang.

Usai menganiaya Azmi, pelaku kembali menemui mantan pacarnya Marliza yang sudah terkapar di depan pintu ruang AC dan kemudian membacok leher sebelah kanan korban dengan parang hingga leher nyaris putus. Melihat korbannya tewas, ER melarikan diri dengan sepeda motor jenis Honda CB dan kemudian berhasil ditangkap di kawasan Perumnas Helvetia Medan, Senin (22/9) sekira pukul 01.00 WIB.

Jenazah Korban Dibawa ke Riau

Jenazah Marliza (23) korban yang digorok pacarnya ER (24) dibawa ke kampung halamannya Panipahan Pasir Limau Kapas Rokan Hilir, Riau, usai diautopsi di RSUD dr Pirngadi Medan, Senin (22/9).

Sepupu korban Siti Fatimah meminta pelaku dihukum mati, karena tega menggorok leher Marliza dan menganiaya adiknya Azmi (19). "Pelaku cocoknya dihukum mati, karena tega kali dia menggorok leher sepupu saya," kata Siti Fatimah sambil menangis.

Salah seorang anggota Ikatan Pelajar Mahasiswa Pasir Limau Kapas (IPMP), Juli mengaku selama ini korban bersama pacarnya tidak ada masalah, namun dia tidak tahu apa yang merasuki cowoknya hingga tega menggorok leher Marliza. "Selama ini tidak ada masalah, saya tidak tahu penyebabnya," imbuhnya.

Setelah berdiskusi mengenai keberangkatan jenazah korban ke kampung halamannya, dua organisasi menyatukan sumbangan dana untuk biaya pengiriman jenazah ke kampung halamannya di Riau.

Keperdulian dari para teman-temannya terlihat dari bantuan dana dan proses pengiriman jenazah berjalan baik dengan menggunakan mobil ambulance Sosial Formabem dari kamar jenazah RS.

Remi salah seorang anggota Gerakan Mahasiswa Peduli Pasir Limau Kapas (GMPP) mengatakan almarhum teman satu kampungnya yang tergabung dalam organisasi IPMP dan GMPP. "Kami sudah berembuk untuk biaya pingiriman jenazah almarhum dari uang kas organisasi dan uang sumbangan dari teman-teman yang sudah terkumpul," katanya.

Secara terpisah Kasubag Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, Sairi M Saragih mengatakan kondisi adik korban yang bernama Azmi (19) kini sudah stabil. Azmi dirawat di Rindu A, Ruang Bedah Syaraf Lantai II.

"Sekarang kondisinya sudah stabil dan sudah sadar. Kami menyerahkan semua perawatan kepada dokter bedah syaraf. Pasien mengalami luka di kepala, tangan dan kakinya," terang Sairi. (A12/Dik2/q)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pembunuh Andri Manullang Dihukum 20 Tahun Penjara di PN Rantauprapat
Diduga Korban Pembunuhan, Sony Jei Inbou Ditemukan Tewas Mengenaskan di Pangkalansusu
Bayi Tewas di Apartemen, Polisi: Pelaku Pembunuhan Diduga Ayahnya
Buron 2 Hari, Terduga Pembunuh Dedi Wiyono Menyerahkan Diri
Wanita Cantik Korban Pembunuhan Ditemukan di Tepi Hutan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU