Home  / 
Polrestabes Medan Ringkus Pelaku Penggelapan di Tangerang
Kamis, 20 September 2018 | 14:20:48
Medan (SIB)- Petugas Unit Ekonomi Sat Reskrim Polrestabes Medan meringkus seorang pria diduga pelaku penipuan dan penggelapan berinisial KE (53) warga Jalan Wahidin, Kecamatan Medan Area, dari kawasan Komplek Himalaya Jalan Gunung Salju, Lippo Karawaci, Tangerang Banten, Selasa (18/9) malam.
Selanjutnya petugas memboyong KE dari Tangerang Banten menuju Polrestabes Medan pada Rabu (19/9) siang guna menjalani pemeriksaan intensif.
Informasi yang dihimpun wartawan di kepolisian, penangkapan pelaku berawal dari adanya laporan korban, Kwik Sam Ho alias Dharwan Widjaja (75) warga Jalan Tapanuli, Medan ke Polrestabes Medan dengan Nomor: STPL/326/11/2018/SPKT Restabes Medan, Jumat 23 Februari. Dalam laporan itu disebutkan, pelapor mengalami kerugian ratusan juta Rupiah.

"Peristiwa ini bermula awal Agustus 2011. KE meminta bantuan klien kami untuk membayarkan uang pembelian rumah untuk saudaranya sebesar Rp275 juta," ujar Penasehat Hukum korban, Asmaiyani SH MH dari LBH Patria Yustisi kepada wartawan di Medan.

Permintaan itu sambung Asmaiyani, dipenuhi oleh Kwik Sam Ho dan ia membayarkan uang Rp275 juta pada 16 Agustus 2011 untuk rumah saudara KE sesuai permintaan pelaku sebelumnya. Disebutkannya, pada 2012, antara pelapor dan terlapor menjalin usaha bersama. 

"Klien kami mempunyai gudang dan bersama terlapor berencana membuat usaha bersama. Setelah sepakat, keduanya kemudian merenovasi gudang tersebut dengan mengeluarkan biaya secara bersama. Biaya yang terbilang besar ditanggulangi KE dengan cara mengirimkannya ke Medan, sebab yang bersangkutan saat itu berada di luar Sumut. Sedangkan biaya yang kecil dilunasi korban," ungkapnya.

Lanjutnya, tidak lama berselang KE mengatakan, ada seseorang yang ingin membeli gudang tersebut. Mendengar hal itu korban mengizinkannya dengan syarat jika sudah terjual dibagi dana (uang) tersebut setelah saling berhitung pengeluaran renovasi gudang.

"Setelah gudang terjual, KE memberikan uang Rp275 juta kepada Kwik Sam Ho. Tentunya klien kami menanyakan itu uang pembagian penjualan gudang atau pembayaran uang rumah. Namun pelaku bersikeras uang tersebut untuk rumah dan pembagian penjualan gudang. Tentunya klien kami merasa dirugikan dan dibohongi. Secara keseluruhan, klien kami mengalami kerugian Rp305 juta, yakni terdiri dari uang pembayaran rumah Rp275 juta ditambah renovasi gudang," bebernya.

"Kami mengapresiasi serta berterima kasih kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi atas kinerja kepolisian yang cepat tanggap menindaklanjuti laporan ini. Kemudian berharap agar hukum ditegakkan dan menahan pelaku sesuai prosedur hukum," harapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira didampingi Kanit Ekonomi AKP Joinaldo yang dikonfirmasi memastikan terlapor sudah berstatus tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan.

"Setelah melakukan penyelidikan, kami ketahui keberadaan tersangka di Tangerang. Setelah ditangkap, langsung diboyong ke Mapolrestabes," terangnya.
Disinggung modus pelaku, Kasat mengatakan hasil penjualan gudang tak diberikan kepada korban. Padahal gudang tersebut dimiliki bersama.

"Penyidik akan melakukan pemeriksaan dan gelar perkara. Tersangka dijerat Pasal 372 Yo 378 dengan ancaman empat tahun penjara," tutupnya. (A16/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Babinsa Agara Bantu Petani Panen Padi
Tambal Sulam Hotmix Dinas Bina Marga Sumut Resahkan Pengendara di Jalinsum Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam
KPAI Minta Pelaku Kekerasan Seksual 4 Siswi SD di Langkat Ditangkap
Jalan Antar Kecamatan di Karo Rusak Berat dan Butuh Perbaikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU