Home  / 
Asonia Halawa Tewas Dibacok di Depan Anaknya di Nisel
* Hitungan Jam Pelaku Dibekuk
Jumat, 10 Agustus 2018 | 17:02:25
SIB/Ist
DIBEKUK: Aprianus Halawa (35) terduga pelaku pembunuhan di Desa Sifaoroasi dibekuk Tim gabungan dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Antony Tarigan, Kapolsek Lolowau Iptu A Yunus Siregar dan Kanit Pidum Ipda Mulyoto SH, Kamis (9/8).
Nisel (SIB) -Asonia Halawa (43), Warga Desa Sifaoroasi Kecamatan Huruna Nias Selatan (Nisel) tewas dibacok tetangganya Aprianus Halawa (35). Ia dihabisi depan anaknya sendiri, Rabu (8/8) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolres Nisel AKBP Faisal Napitupulu SIK melalui Kasat Reskrim AKP Antony Tarigan membenarkan kejadian tersebut.

Dijelaskan, kronologi kejadian sekitar pukul 18.00 WIB korban Asonia Halawa (43) memanggil pelaku Aprianus Halawa (35) Alias Ama Rido melalui anaknya Safirudi Halawa. Setelah keduanya berbincang di rumah korban, pelaku langsung pulang ke rumahnya yang berjarak beberapa langkah.

"Setelah sampai di rumahnya, Aprianus Halawa mengucapkan kata-kata makian yang ditujukan kepada Asonia Halawa. Kemudian korban mendatangi rumah pelaku dengan tujuan menanyakan maksud makian tersebut," lanjut Tarigan.

Karena pintu rumah pelaku terkunci, korban lalu pulang ke rumahnya. Tiba-tiba Aprianus keluar dari jendela depan rumahnya dan membacok bahu kiri korban menggunakan parang.

Isteri korban Betaria Zalukhu histeris bergegas menghampiri suaminya yang sudah terkena bacokan di depan rumah pelaku. Walaupun Betaria diancam oleh pelaku akan membacok mereka semua, namun tidak dihiraukan langsung mengangkat suaminya hingga ke rumahnya. Kemudian Betaria Zalukhu pergi ke Puskesmas Huruna meminta bantuan medis.

Sembari menunggu isterinya dari Puskesmas, sekitar pukul 20.00 WIB Asonia Halawa keluar dan duduk di samping jalan raya persis di depan rumah miliknya ditemani oleh anak perempuannya Sadarniwati Halawa.

Tiba-tiba Aprianus kembali datang dari arah belakang langsung membacok leher sebelah kanan korban. Kemudian pelaku langsung pergi meninggalkan Asonia dengan posisi tergeletak di jalan umum. Melihat ayahnya yang tergeletak Sadarniwati menangis dan menjerit meminta tolong.

Pada hari yang sama sekira pukul 22.00 WIB kata Antoni, setelah mendapat laporan, tim gabungan Sat Reskrim Polres Nisel dan Polsek Lolowau dipimpin Kasat Reskrim AKP Antony Tarigan, Kapolsek Lolowau  IPTU A Yunus Siregar dan Kanit Pidum Ipda Mulyoto SH langsung menuju TKP melakukan penyisiran di sekitar perkebunan karet.

"Sekira pukul 09.00 WIB pelaku berhasil ditangkap dan dibawa ke Polsek Lolowau dilanjutkan ke Polres Nisel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari pelaku diamankan sebilah parang berlumuran darah. Sementara korban dibawa ke Puskesmas terdekat untuk divisum. Hingga kini sejumlah personil masih di sekitar TKP melakukan pengamanan," tandasnya. (Dik-HH/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sektor Swasta Diajak Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan Infrastruktur di Danau Toba Terbaik dan Paling Cepat
Peredaran Hoax Makin Memprihatinkan
Bagikan Buku, Kapoldasu: Generasi Penerus Bangsa Harus Cerdas
4 Tersangka Kasus Khashoggi Diduga Orang Dekat Putra Mahkota Saudi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU