Home  / 
Polrestabes Medan Janji Ungkap Perusakan Ruko Warisan di Jalan Asia
* Dapat Bukti Baru, Nelly akan Laporkan Penggunaan Akta Palsu ke Poldasu
Kamis, 12 Juli 2018 | 14:51:11
SIB/Roy Marisi Simorangkir
TERLAPOR: Kedua terlapor kasus dugaan perusakan Ruko saat nyaris bentrok dengan pelapor Nelly PB di Ruko Jalan Asia Medan, Sabtu (26/7).
Medan (SIB) -Pasca melaporkan dugaan perusakan rumah toko (Ruko) di Jalan Asia Medan yang diakui sebagai warisan ayahnya, pelapor Nelly PB (71) warga Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, berharap penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan menetapkan terlapor M dan U menjadi tersangka sesuai laporan polisi No: STTPL/947/V/2018/SPKT.

Diketahui, akibat penanganan penyidik Polrestabes Medan yang dinilai lambat itu sempat mengakibatkan Nelly PB terlibat cekcok dengan terlapor M dan U di lokasi, Sabtu (26/5). Cekcok itu terjadi karena pelapor kesal Ruko yang diklaim diwariskan oleh ayahnya di Jalan Asia Medan, hendak dikuasai kedua terlapor.

Kepada wartawan, Rabu (10/7), Nelly PB menyebutkan, pengungkapan kasus dan penetapan para tersangka itu diminta setelah penyidik memeriksa saksi-saksi dan dirinya selaku pelapor. Disesalkan, kedua terlapor terkesan tak taat hukum, karena masih berupaya menguasai objek yang diklaim Nelly sebagai miliknya sesuai surat berita acara eksekusi No : 33/EKS/2010/274/PDT.G/2002/PN-Medan tanggal 12 Januari 2012, yang telah dinyatakan inkrah di Pengadilan Negeri Medan.

"Selain itu saya yakin, mereka tahu telah saya laporkan ke Polrestabes Medan, terkait dugaan perusakan terhadap Ruko itu. Menurut saya, mereka mungkin merasa seperti kebal hukum. Untuk itu, diharapkan polisi dapat segera memberi keadilan kepada saya. Apalagi aksi perusakan yang dilakukan mereka sudah berulangkali terjadi," katanya.

Ditambahkan, setelah menemukan bukti baru, ia akan melaporkan M dan U terkait dugaan pemalsuan data otentik dalam surat keterangan ahli waris, yang selama ini kerap digunakan keduanya sebagai bukti mereka adalah ahli waris Choen Koewati Jiejanto alias Jie Choen Koei.

"Dalam surat pengukuhan kelahiran bangsa Tionghoa di Medan No : 552 Tahun 1952, disebutkan bahwa Tjoi Tjoe merupakan anak kandung Choen Koewati Jiejanto. Karena itu, patut diselidiki dugaan pemalsuan dalam surat keterangan ahli waris, yang selama ini sudah digunakan keduanya dalam setiap perkara," jelasnya.

Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yuda mengaku, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Ditegaskan, pihaknya memberikan atensi khusus untuk pengungkapan kasus itu. Untuk itu, akunya, pihaknya meminta pelapor bersabar mengikuti proses penyelidikan yang dilakukan penyidik.

Diberitakan sebelumnya, lambatnya penanganan kasus perusakan oleh Satreskrim Polrestabes Medan berbuntut panjang. Pasalnya, korban Nelly Purnamasari Boenjamin (71) warga Jalan Hayam Wuruk, Medan, yang mengaku sebagai korban kesal mengetahui para pelaku mencoba menguasai rumah miliknya. Nelly kemudian mendatangi lokasi tersebut sehingga berujung cekcok mulut dengan para pelaku. Beruntung, warga sekitar yang mengetahui kejadian itu dapat melerai keributan tersebut, Sabtu (26/5). (A15/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Inas Hanura Tertawa Digugat Kader Gerindra Labuhanbatu Rp 45 Juta
Dukung Prabowo, PPP Muktamar Jakarta Siap Gerakkan Mesin Partai
Diperiksa Bawaslu, Pelapor "Tampang Boyolali" Prabowo Bawa 3 Saksi
Longsor di Jalan Jamin Ginting Km 36-37 Desa Sibolangit, Lalulintas Macet 2 Jam
Pidanakan Diskriminasi di Pemilu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU