Home  / 
Polres Sergai Gelar 14 Adegan Rekonstruksi Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SD
Rabu, 11 Juli 2018 | 17:24:38
SIB/Dok
REKONSTRUKSI : Pelaku memperagakan adegan pemerkosaan dan pembunuhan korban di hadapan Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu didampingi Kasat Reskrim AKP Alexander Piliang serta Jaksa Penuntut Umum, di halaman Mapolres, Selasa (10/7).
Sergai (SIB) -Polres Serdangbedagai (Sergai) menggelar rekonstruksi pemerkosaan dan pembunuhan bocah berusia 7 tahun berinisial RB yang dilakukan tetangganya  SB, Selasa (10/7), di halaman Mapolres sebagai pengganti lokasi kejadian.

Rekonstruksi yang dihadiri langsung Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu SSos SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKP Alexander Piliang dan Jaksa Penuntut Umum itu menunjukkan bahwa pada adegan ke 9 pelajar kelas 2 SD itu sempat diperkosa.

Selanjutnya, adegan sadis juga diperagakan pelaku, yang mencekik korban hingga tewas usai memperkosanya, pelaku mencekik leher korban karena  berteriak minta tolong sehingga membuatnya panik. Setelah tewas, pelaku menyeret korban sejauh 20 meter ke perkebunan warga dan jasad korban ditutupi 3 lembar daun langge. 

Kemudian, pelaku yang berjalan ke luar kebun  sempat dilihat saksi Sinta Br Purba (40) dalam  adegan ke-10, 11 dan 12 sebagai puncak tewasnya korban. Pihak keluarga yang merasa kehilangan sempat memukul lonceng gereja sebagai tanda korban telah menghilang, hingga memicu kehadiran warga setempat untuk mencari korban.

Semua warga berusaha mencari korban, namun pelaku, hanya berdiam diri di rumah. Warga setempat merasa curiga, karena pelaku tidak ikut mencari korban. Empat jam setelah korban ditemukan, personil Sat Reskrim Polres Sergai bersama Polsek Kotarih berhasil mengungkap  pelaku merupakan dalang di balik tewasnya korban. Jumat (8/6). Pelaku  dibekuk di kediamannya dan dihadiahi timah panas oleh petugas.

Nenek korban R Br Purba (55) yang juga hadir menyaksikan rekonstruksi itu sempat mengeluarkan caci maki kepada pelaku karena kesal."Saya berharap pelaku dihukum mati. Dari awal kami sudah curiga,  pelaku telah berulang kali melakukannya terhadap cucuku," ujar R Br Purba kepada sejumlah awak media di Mapolres Sergai. 

Total adegan yang diperagakan pelaku berjumlah 14 adegan. Pada adegan pertama, pelaku menunggu korban pulang sekolah dan selanjutnya mengajaknya berhubungan badan, namun ditolak korban.

Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu kepada SIB mengatakan, proses rekonstruksi diperlukan untuk memperjelas berkas di pengadilan."Saya harap, proses pengadilan dan putusan juga jelas agar keluarga korban mendapat keadilan," katanya.(MRF/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU