Home  / 
Dua Perampok di Tanjungpura Ditembak, Polisi Sita Mancis Mirip Revolver
Rabu, 11 Juli 2018 | 17:21:27
SIB/Dok
PAPARKAN : Kasat Reskrim Polres Langkat AKP M Firdaus dan Kasubbag Humas AKP Arnold Hasibuan memaparkan penangkapan pelaku Curas di Mapolres Langkat, Selasa (10/7).
Langkat  (SIB) -Dua dari lima pelaku perampokan di Komplek Perumahan Perkebunan Kelapa Sawit Dusun Pematangsentang, Desa Tapakkuda, Kecamatan Tanjungpura, Langkat berhasil di tangkap Tim Khusus Reskrim Polres Langkat , Selasa (10/7) pukul 05.00 WIB.

Keduanya  terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah panas karena mencoba melawan dengan senjata  tajam saat hendak ditangkap. Diketahui, tersangka  Sah (44) dan Bas (34) merupakan warga Kampung Nelayan Belawan, Kecamatan Medan Belawan Kota Medan.

Dari pelaku,  diamankan barang bukti satu pucuk mancis menyerupai pistol Revolver, Handphone Samsung Grand Prime putih, kaca nako dan cas HP, serta 3 lembar kain panjang juga untuk mengikat korban.

Kepada wartawan, Selasa (10/7),  Kapolres Langkat AKBP Dedy Indriyanto melalui Kasat Reskrim AKP M Firdaus didampingi Kasubag Humas AKP Arnold Hasibuan mengatakan, penangkapan pelaku berawal laporan korban  Kie Chun (43) warga Jalan Rambai Brahrang, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai.
Aksi perampokan  terjadi  Rabu (4/7) sekira pukul 23.15 WIB. Pada saat itu, korban sedang tidur di dalam barak di areal Komplek Perkebunan Kelapa Sawit Dusun Pematangsentang Desa, Tapakkuda Kecamatan Tanjungpura Langkat. 

Kelima pelaku yang datang dengan mengendarai perahu  mesin dari arah laut Belawan  selanjutnya masuk dan mengumpulkan  karyawan di satu tempat, dengan  menodongkan senjata revolver ke arah 4 karyawan .   Selanjutnya salah seorang pelaku meminta seorang karyawan disekap untuk menunjukan keberadaan Kichun.

Mengetahui hal itu,   korban Ki chun yang sedang tertidur datang. Dua tersangka  memecahkan kaca nako jendela rumah dan mengancamnya dengan menggunakan parang. Bahkan, korban juga ditodong menggunakan mancis berbentuk senjata api Revolver.

Kemudian, para pelaku mengikat kaki, mata dan mulut korban. Tersangka Sah lalu mengambil uang gaji karyawan kebun sebesar Rp20 juta dan mengambil HP korban. Usai berhasil kabur, korban yang diselamatkan karyawan langsung membuat laporan.

Menindaklanjuti laporan korban, sambung Kasat, petugas melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga menangkap pelaku Sah.

Namun saat akan diamankan pelaku melawan dan mencoba kabur. Meski petugas sudah memberikan tembakan peringatan, tersangka terus melawan dan berusaha kabur hingga petugas melumpuhkannya dengan timah panas.

Dari hasil intrograsi, jelasnya, dia mengakui perbuatannya . Dari pengembangan, petugas mendapati pelaku lainnya. Karena saat diamankan juga berusaha mencoba melarikan diri dengan melompat ke dalam paluh, tersangka  dilumpuhkan petugas dengan timah panas.

Kepada petugas, tersangka Sah mengaku perannya masuk ke dalam rumah korban dengan memecah kaca nako dan mengambil uang korban dari dalam lemari plastik . Sedangkan Bas mengumpulkan karyawan dan menjaga agar tidak bisa melarikan diri.

Tiga tersangka lain yang telah diketahui identitasnya masih buron. Uang hasil curian sebesar Rp 20 juta habis dibagi dan digunakan pelaku",sebutnya. (A26/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Culinary Festival 2018 APP Darma Agung Gali Resep Nusantara
Robby Barus: Polisi Harus Pantau Pergerakan Kelompok Hindari Pergesekan
Tegas Tapi Tetap Humanis
KPU Temukan Eks Napi Korupsi Nyaleg di NTB dan Sumut
Pikirkan Sejenak, Apakah Kita Sudah "Dikendalikan" oleh Smartphone?
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU