Home  / 
Sempat Viral di Medsos, Surianto Laporkan Aksi Pengeroyokan Anaknya ke Polres Sergai
Rabu, 13 Juni 2018 | 17:27:34
Sergai (SIB)- Setelah sempat viral di media sosial (Medsos), Surianto (43) warga Dusun Jeruk Desa Melati II Perbaungan, resmi melaporkan aksi pengeroyokan terhadap anaknya SR (17) ke Polres Serdangbedagai (Sergai), Senin (11/6). Dalam laporan polisi No : LP/155/VI/2018/SU/RES-Sergai, tanggal 11 Juni 2018 itu, Surianto melaporkan aksi pengeroyokan terhadap korban yang diduga dilakukan YP warga Pasar X Desa Bingkat Kecamatan Pegajahan bersama teman-temannya.

"SR dan YP sama-sama sekolah di SMK Karya Setia Pegajahan. YP kelas XI, sedangkan SR kelas X. Menurut SR, masalah itu hanya dipicu persoalan salah paham belaka," ujar Surianto saat diwawancarai SIB di kediamannya, Selasa (12/6).

Dikatakan, kejadian itu diketahui Surianto yang mendapati SR mengalami luka-luka di kepala dan memar di dada sebelah kanan, Rabu (30/5). Saat ditanyakan, SR mengaku telah dikeroyok YP dibantu sejumlah temannya siswa kelas XI di Perkebunan Kelapa Sawit Melati PTPN II Kecamatan Pegajahan Sergai. Selain dikeroyok, SR juga mengaku disulut dengan puntung rokok dan dilempari mercon.

Mengetahui SR dikeroyok, Surianto mendatangi orangtua YP untuk meminta pertanggungjawaban guna mengobati luka-luka anaknya. Usai menyambangi rumah YP dan mencapai kesepakatan, SR sempat diancam lewat orang tak dikenal (OTK) melalui SMS, yang memintanya menyudahi persoalan itu.

"Karena mendapat ancaman, kami sempat was-was. Akhirnya, persoalan ini dimusyawarahkan kembali di rumah saya dengan dihadiri orangtua pelaku dan Wakepsek SMK Karya Setia. Saat itu, orangtua pelaku bersedia mengganti rugi uang perobatan anak saya. Namun hingga saat ini, uang perobatan yang dijanjikan tak kunjung direalisasikan," tambahnya.

Menjawab SIB terkait perilaku SR sehari-hari, Surianto mengaku, anaknya merupakan ketua remaja mesjid dan termasuk anak yang lugu serta baik. "Ketika pengeroyokan itu berlangsung, SR sedang berpuasa. Sehari-harinya, SR tak pernah membuat onar. Sepulang sekolah, ia bekerja di bengkel sepedamotor," tuturnya.

Diakui, karena tidak ada niat baik dari keluarga pelaku, ia terpaksa menempuh jalur hukum guna menyelesaikan persoalan tersebut. Diharapkan, Polres Sergai dapat menyelesaikan persoalan itu dengan baik, agar kejadian serupa tidak terulang lagi. 

Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Alexander Piliang membenarkan, Surianto telah melaporkan kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa anaknya. "Benar, saat ini sedang ditangani di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Sergai," katanya. (MRF/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Penerbitan IUPHHK HTR Bupati Asahan Dituding Maladministrasi
Defia Rosmaniar Sumbang Emas Pertama Indonesia
Gunung Anak Krakatau Erupsi 576 Kali Sehari
20 Penumpang Sudah Dievakuasi, 6 Tewas
KPAI Desak Usut Inisiator Karnaval Anak TK Bercadar dan Bersenjata
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU