Home  / 
20 Kali Beraksi, Perampok Buron 6 Tahun Ditembak di Babel
Selasa, 22 Mei 2018 | 11:36:23
Pangkalpinang (SIB) -Tion (33), perompak sadis asal Komreng Ilir, Palembang Sumatera Selatan diringkus anggota Buser Subdit Gakkum Dit Polair Polda Bangka Belitung. Tersangka berhasil diringkus setelah buron selama enam tahun.

"Tersangka merupakan DPO (daftar pencarian orang) sejak tahun 2012. Yang bersangkutan kita ringkus di Kabupaten Komreng Ilir, Sumsel pada 17 Mei 2018 kemarin," kata Kasi Tindak Subdit Gakkum Polair Polda Babel, AKP Dedy Setiawan, saat gelar barang bukti dan tersangka, Senin (21/5).

Untuk laporan polisi (LP) ada 20 laporan di wilayah hukum Polda Babel. Saat akan diringkus pelaku melakukan perlawanan dan berusaha menyerang petugas. Akhirnya polisi menghadiahi timah panas di kaki kanan tersangka.

"Dalam kelompoknya ada sekitar 8 orang. Setiap aksinya para pelaku menggunakan senjata api rakitan dan sajam, jika korban melawan langsung di eksekusi di tempat," tegasnya.

Pelaku lainnya, sudah dilakukan penangkapan sekitar Januari-Februari 2018 dan sedang menjalani proses hukum, ada yang sudah divonis dan sidang.

"Tion ini merupakan otak (Ketua) perompakan, ketua geng dan cukup terkenal," kata Dedy. 

Tersangka masuk daftar pencarian orang (DPO), setelah melakukan perompakan sembilan kapal nelayan di perairan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2012 dan kembali lagi masuk DPO pada tahun 2017 setelah merompak kapal milik nelayan di perairan Tanjung Lelari Karang Tanjung Tembaga Bangka Selatan, Pulau Bangka. 

Dari tangan Tion, perompak sadis polisi berhasil mengamankan satu bilah pisau, satu pucuk senjata api rakitan jenis FN dan dua butir peluru tersangka merupakan perompak antar provinsi. 

Di 4 Provinsi
Tion beraksi di empat provinsi yakni di perairan Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Selatan dan Kepulauan Seribu, Jakarta. Kasi Tindak Subdit Gakkum Polair Polda Babel, AKP Dedy Setiawan menjelaskan, tersangka selain melakukan perompakan, juga kerap meminta sejumlah uang keamanan terhadap nelayan maupun penambangan.

"Tersangka juga melakukan aksi premanisme, di area tambang di kecamatan Sungai Menang," ucap Dedy.

Penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat. Pelaku dikenal cukup licin dan sering berpindah tempat untuk menghindari kejaran petugas. 

"Tersangka mengaku melakukan aksi perompakan di empat wilayah, Bangka Belitung, Lampung, Palembang dan wilayah Kepulauan Seribu (Polda Metro Jaya)," katanya.

Dalam aksinya para pelaku biasanya menggunakan kapal untuk mendekati perahu nelayan yang sedang berjalan. 

"Tekniknya para pelaku ini merapat ke kapal nelayan, kemudian naik lalu menyandera ABK dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam," bebernya. (dtk/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
2 Penjahat Jalanan Babak Belur Dimassa di Medan Labuhan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Jaringan Narkoba
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU