Home  / 
Diputus Tanpa Penjara, Pemalsu Oli Didenda Rp20 Juta
Kamis, 17 Mei 2018 | 15:06:28
Medan (SIB)- Putusan tanpa hukuman penjara diberikan Majelis Hakim yang diketuai Syafril Batubara kepada terdakwa Andy alias A Siang. Pria berkulit putih ini divonis agar membayar denda sebesar Rp 20 juta karena dinyatakan terbukti melakukan perdagangan dan pemalsuan hak merek serta materai Federal Oil.
Hal itu terungkap dalam persidangan di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (16/5) siang. "Mengadili, menyatakan terdakwa Andy alias A Siang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan perdagangan dan pemalsuan hak merek. Menjatuhkan hukuman pidana denda sebesar Rp 20 juta," ucap Hakim Syafril Batubara.

Jika tidak membayar denda, lanjutnya, maka terdakwa akan menjalani kurungan penjara selama 5 bulan. "Terdakwa Andy alias A Siang dinyatakan terbukti melanggar Pasal 102 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merk dan Indikasi Geografis," pungkasnya.

Menanggapi putusan tersebut, penasehat hukum terdakwa merasa keberatan dan menyatakan pikir-pikir. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Tarigan dan Febrina Sebayang mengaku masih menunggu sikap dari terdakwa.

"Tergantung pada terdakwa. Kalau mereka banding, kita juga banding," ujar JPU dari Kejatisu itu. Putusan itu lebih tinggi dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 15 juta subsidair 3 bulan kurungan.

JPU Febrina Sebayang menjelaskan, soal tuntutan yang tidak ada hukuman penjara itu. "Dia (Andy alias A Siang) tidak memproduksi dan hanya membeli dari online. Oli nya juga belum diedarkan dan baru disimpan di gudang," jelasnya.

Sebelumnya, karena dapat yang lebih murah, terdakwa Andy alias A Siang mengaku membeli ratusan botol Federal Oil yang telah disita petugas Subdit Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu melalui situs jual beli online.

Andy menjelaskan, dirinya mau membeli melalui situs jual beli online, karena harga oli yang ditawarkan lebih murah bila dibandingkan melakukan pemesanan melalui distributor resmi.

"Di situ saya lihat harga lebih murah kalau beli secara partai besar, apalagi saya bayarnya cash sehingga potongannya ada. Tapi kalau beli eceran, sama seperti harga pasar," jelasnya.

Ia pun mengakui, mau membeli oli secara online, karena sebelumnya pernah menjual merek oli selain Federal Oil dan telah dipasarkan di Medan. "Saya dulu juga pernah beli oli secara online, tapi bukan merek Federal Oil," cetus Andy.

Dalam dakwaan JPU Febrina, terendusnya usaha ilegal terdakwa berawal saat petugas Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan penggrebekan sebuah gudang di Jalan Padang No 5 Kecamatan Medan Tembung.

Di dalam gudang tersebut, ditemukan ratusan botol oli merk Federal. Setelah dicek kepada distributor tunggal di Sumut, produksi PT Federal Karyatama diketahui ternyata tidak ada menyimpan oli Federal di gudang tersebut.

"Petugas melakukan pengecekan botol oli. Hasil yang diperoleh seperti tidak memperlihatkan Security Ink (tulisan FEDERAL OIL warna putih) pada label botol kemasan bila disinari dengan alat berupa senter ultraviolet," tandas JPU.

Sedangkan, lanjut Febrina, oli produksi PT Federal Karyatama bila disinari akan memunculkan tulisan FEDERAL OIL warna putih. Kemudian, saat diraba pada sudut kanan bawah botol tidak memiliki tanda gelombang. "Sedangkan oli PT Federal Karyatama bila diraba akan terasa sedikit lebih kasar," pungkas JPU. (A14/d)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Harga Cabai Melejit di Raya Simalungun, Rp 35 Ribu per Kg
Harga Kebutuhan Pokok Masih Stabil di Medan
Industri Keramik Waspadai Tambahan Impor dari India
Nilai Barang Milik Negara Melesat Jadi Rp5.728 Triliun
Kondisi Makro Ekonomi Terjaga Baik dalam 4 Tahun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU