Home  / 
Poldasu Ringkus 4 Komplotan Begal yang Kerap Beraksi di Kota Medan
Kamis, 26 April 2018 | 14:37:26
SIB/Fernandez Silaban
TERSANGKA: Empat tersangka begal (Curas) saat diamankan petugas Dit Reskrimum Polda Sumatera Utara.
Medan (SIB)  -Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sumut mengamankan empat orang komplotan begal (Curas) yang kerap  beraksi di wilayah hukum Polrestabes Medan.

"Dari empat tersangka,  seorang di antaranya bertindak sebagai penadah barang hasil kejahatan ketiga pelaku," kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum  Polda Sumut, Kombes Andi Rian didampingi Kasubdit III Dit Krimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak, dan Kanit Ranmor Dit Reskrimum Kompol Anjas Asmara Siregar,  Rabu (25/4).

Dijelaskan, selain keempat tersangka, ada 3 pelaku  lain yang tengah diburu pihaknya. 

Adapun keempat tersangka yang diamankan masing-masing Rid (27) warga Jalan Tangguk Bongkar 7 No 4, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan sebagai tukang pukul korbannya,   FS (20) warga Jalan Tangguk Bongkar 6, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan sebagai pencari target, Ar warga Jalan Cendrawasih 2 No 215 Perumnas Mandala berperan sebagai penadah dan CS (25) warga Jalan Tangguk Bongkar 8, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Denai berperan untuk membantu tersangka lain melancarkan aksi mereka.

"Sedangkan tiga tersangka lain  yang masih diburu petugas  masing-masing DD, FR dan KP," kata Andi Rian.

Lebih detail,  Kasubdit III Dit Reskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan para tersangka selama ini beraksi di sejumlah lokasi yakni  Jalan Serdang, Jalan Asia, Jalan Letda Sujono, dan Jalan Helvetia (Wilayah hukum Polrestabes Medan). 

"Mereka ini merupakan jaringan begal yang sudah sangat meresahkan masyarakat. Sebenarnya ini wilayah hukum dari masing-masing Polsek. Namun karena sudah sangat meresahkan, maka kita mengambil peran untuk melakukan pengembangan dan penangkapan," kata Maringan  didampingi Kanit Ranmor Dit Reskrimum Polda Sumut Kompol Anjas Asmara Siregar.  

Dikatakan Maringan, dalam aksinya,  para tersangka  kerap berpindah-pindah lokasi. 

 "Jadi, kalau ada kawan mereka yang sudah ditangkap, mereka akan mengubah lokasi dan menunggu paling cepat dua bulan setelah mereka mendapat kabar kawan mereka ditangkap petugas. Banyak TKP mereka ini. Sangkin banyaknya, para tersangka lupa menyebutkan di mana-mana saja mereka beraksi," katanya sembari menjelaskan tiga dari  empat pelaku yang sudah diamankan tersebut  terbilang sadis, karena tidak segan-segan melukai korbannya.

Sementara itu, tersangka Rid saat diwawancarai wartawan mengaku kalau dirinya sudah empat kali melakukan aksi begal. 

"Uang dari begal aku gunakan untuk beli sabu bang. Sudah empat kali saya lakukan itu bang. Biasanya saya melakukan aksi kalau lagi pengen nyabu bang," ujarnya.

Kompol Anjas Siregar menambahkan pihaknya menangkap para tersangka dari tempat terpisah, setelah menghimpun  informasi dari masyarakat yang mengetahui ciri-ciri para tersangka. 

"Kita amankan pelaku dari tempat berbeda.  Ada yang ditangkap dari rumahnya,  ada juga yang di tangkap di jalan," tutupnya. (A20/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
AJI: Rapor Indonesia Masih Merah untuk Kebebasan Pers
BEM Nusantara Dukung Bawaslu Sumut Larang Paslon Kampanye Terselubung di Rumah Ibadah
Lawan Hoax! Laporkan Jika ASN Langgar 6 Hal ini di Medsos
Wapres AS Posting Pertemuan dengan Pengurus NU, Bahas Lawan ‘Jihad’
Pergeseran Pola Kelompok Radikal Sebabkan Wanita Aktif dalam Aksi Terorisme
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU