Home  / 
Polres Asahan Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Budi Cendol
Rabu, 21 Maret 2018 | 13:02:54
SIB/Mangihut Simamora
MEMUKUL : Salah seorang tersangka, Ke, sedang memperagakan caranya memukul Budi alias Cendol (diperankan personil Sat Reskrim Polres Asahan), sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia, Selasa (20/3).
Kisaran (SIB) -Polres Asahan menggelar rekonstruksi pembunuhan Budi alias Cendol oleh 3 orang tersangka masing-masing berinisial Ke, Mu dan Il (DPO) yang terjadi di Bagan Asahan beberapa waktu lalu di Mapolres Asahan, Selasa (20/3). Rekonstruksi dipimpin Kanit Jatanras Ipda M Khomaini STK, dihadiri JPU dari Kejari Asahan dan PH tersangka Lili A Riyanto.

Dalam rekonstruksi terungkap, peristiwa bermula ketika Budi merasa tersinggung saat tersenggol waktu berjoget ria. Ke, sempat menawarkan tuak  sebagai permintaan maaf, namun ditolak bahkan mengambil tuak dan membuangnya ke lantai serta melontarkan ancaman akan membunuh mereka menggunakan gunting.

 Setelah terjadi cekcok, para tersangka kemudian meninggalkan warung Tuak. Kepada Il, Mu mengaku merasa tidak nyaman dan memilih pulang ke rumah. Mu, lalu meninggalkan dan diikuti Ke serta Il. Bukannya pulang ke rumahnya, Mu beserta 2 rekannya itu pergi nongkrong ke simpang pelabuhan (Panton) Bagan Asahan.

Sekitar 5 menit kemudian, Il meninggalkan lokasi berjalan menuju ke Jalan Denai, arah jalan pulang ke rumahnya. Di tengah jalan, Il berpapasan dengan Cendol dan terjadi terjadi perkelahian. Il, lalu berteriak memanggil temannya yang membuat Ke dan Mu bergegas mendatangi lokasi perkelahian.  Melihat temannya berkelahi, Mu mengambil sebatang kayu dari pagar rumah warga sekitar serta merta ikut menyerang dan memukul Cendol. Serangan kayu Mu, berhasil ditangkis Budi Cendol, bahkan kayu  yang digunakan  menyerang Cendol patah. Mu, lalu meninggalkan lokasi dan setelah itu Ke datang menyusul dan langsung memukul ke arah tubuh Cendol sebanyak dua kali yang akhirnya membuat Budi roboh dan tewas.

Di sela-sela rekonstruksi, Kanit Jatanras Polres Asahan IPDA M Khomaini mengatakan, ada 17 adegan yang diperagakan oleh para tersangka. Gelar rekonstruksi tersebut guna mendapat keterangan, kejelasan dan keidentikan tersangka, saksi, barang bukti maupun unsur-unsur tindak pidana yang terjadi. (E02/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pemerintah Turki Akhiri Keadaan Darurat
Mengenal Deretan Presiden yang Rela Gajinya Dipangkas
Rusia Klaim Ciptakan Teknologi yang Bisa Bikin Tentara Menghilang
Demi Ritual Ilmu Hitam, Tiga Kakak Beradik Mutilasi Ibu Kandung
Trump Sebut Tidak Ada Batasan Waktu untuk Denuklirisasi Korea Utara
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU