Home  / 
Polres Bongkar Sindikat Peredaran Narkoba di Lapas Rantauprapat dan Kotapinang
* Sabu 1,6 Ons dan Pil Ekstasi 2.176 Butir Diamankan
Selasa, 13 Maret 2018 | 17:06:52
SIB/Efran Simanjuntak
PERLIHATKAN NARKOBA: Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SH SIK didampingi Kasubbag Humas AKP Viktor Sibarani memperlihatkan kepada wartawan barang bukti sabu dan pil ekstasi yang diamankan dari 5 tersangka sindikat peredaran gelap narkoba yang dikendalikan dari Lapas Rantauprapat dan Rutan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Sabu 1,6 ons dan pil ekastasi 2.176 butir diamankan dari para tersangka.
Rantauprapat (SIB) -Polres Labuhanbatu membongkar sindikat peredaran gelap narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu dan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Jumat (9/3). Peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres itu ada yang dikendalikan dari dalam dua penjara tersebut.

Dari operasi itu, polisi menangkap 5 tersangka pelaku dari 5 tempat berbeda dan mengamankan sabu seberat 1,6 ons lebih dan pil ekstasi 2.176 butir.  

"Pengungkapan sindikat narkoba ini berawal dari tertangkapnya Rudiansyah alias Rudi pada Jumat (9/3) sekitar pukul 19:00 WIB di Lingkungan Kampungbaru Kelurahan Kotapinang Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dengan barang bukti sabu 6 bungkus seberat 1,89 gram bruto, 8 bungkus plastik klip kosong dan 1 kotak permen doublement tempat sabu, 3 pipet, jarum suntik, kaca pirek dan 1 unit HP," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Jama Purba dan Kasubbag Humas AKP Viktor Sibarani kepada sejumlah wartawan, Senin (12/3), di Mapolres Jalan MH Thamrin Rantauprapat.

Frido menyebut, menurut pengakuan Rudiansyah alias Rudi, narkotika miliknya  diperoleh dari Aspan Efendi Hasibuan. Berselang setengah jam, polisi menangkap Aspan Efendi Hasibuan dan Ardiansyah Hasibuan alias Dian. Dari Aspan Efendi Hasibuan diamankan 2 unit HP sebagai barang bukti. Sedangkan dari Ardiansyah Hasibuan alias Dian diamankan 5 bungkus plastik klip tembus pandang berisi pil ekstasy hijau 2.172 butir, 1 bungkus plastik klip berisi 4 butir pil ekstasi oranye dan 1 bungkus plastik klip besar berisi sabu seberat 100 gram (1 ons) bruto, 1 bungkus plastik klip sedang berisi sabu 5 gram, 1 bungkus plastik klip berisikan sabu seberat 0,9 gram bruto, 1 unit HP merk Nokia hitam, 1 timbangan elektrik dan 1 tas pinggang.

Selanjutnya, tambah Frido, Ardiansyah Hasibuan alias Dian mengaku memperoleh sabunya dari Suhermadi Tanjung, sedangkan pil ekstasi diperolehnya dari wanita yang bernama Siti atas suruhan dari Abdullah Syafi'i Hasibuan alias Ucok Jigrak yang sedang menjalani hukuman penjara di Rutan Kotapinang.

Sabtu (10/3) sekira pukul 07:00 WIB, polisi menangkap Suhermadi Tanjung di Dusun Sidodadi Desa Pematangseleng Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, dengan barang bukti 2 unit HP dan uang tunai Rp1 juta.

"Dua jam kemudian, dilakukan penangkapan terhadap Abdullah Safi'i Hasibuan alias Ucok Jigrak di Rutan Kotapinang, dan ditemukan barang bukti 2 unit HP," sebutnya.

Tak sampai di situ, polisi kemudian mengembangkan pengakuan Suhermadi Tanjung yang mengaku bahwa sabu 1 ons lebih yang dia berikan kepada Ardiansyah Hasibuan alias Dian berasal dari Hotma Manurung yang sedang menjalani hukuman penjara di Lapas Rantauprapat.

"Anggota kemudian menangkap Hotma Manurung dari Lapas Rantauprapat sekitar pukul 13:00 WIB. Dari Hotma diamankan barang bukti 2 unit HP. Setelah kita amankan jaringan-jaringan ini, seluruh tersangka kita bawa ke Satres Narkoba Polres Labuhanbatu untuk penyidikan. Total barang bukti yang diamankan dari jaringan ini, sabu mencapai 1,6 ons dan pil ekstasi sebanyak 2.176 butir," jelasnya. (BR6/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ratusan Guru Honorer Unjuk Rasa di Kantor Bupati Batubara Tuntut Diangkat Jadi PNS
LSM KLiK : DPRD Tebingtinggi Diminta Panggil Pihak Terkait
Aliansi Mahasiswa Aksi Damai di Polres Asahan Tolak Deklarasi Tagar 2019 Ganti Presiden
10 Tahun Irigasi Gunung Karo Rusak, 600 Ha Persawahan Kekeringan
Januari-September 2018, Penderita HIV di Karo Bertambah 71 Orang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU