Home  / 
Eksploitasi Anak Ria Divonis 8 Bulan Penjara
Jumat, 12 Januari 2018 | 12:43:24
Jakarta (SIB) -Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menjatuhkan pidana 8 bulan penjara terhadap Ria Yanti. Ibu asal Sangatta, Kaltim, ini terbukti melakukan eksploitasi anak kandungnya yang bernama Eza (4).

"Menetapkan terdakwa Ria Yanti, terbukti bersalah secara sah melakukan eksploitasi anak dan dijatuhkan hukuman pidana penjara selama 8 bulan 15 hari dan denda sebesar Rp 1 juta atau jika tidak membayar dihukum 15 hari kurungan penjara," ujar ketua majelis hakim, Ibnu Widodo, di PN Jakpus, Jl Bungur Besar, Kamis (11/1).

Menurut Ibnu, Ria terbukti melakukan eksploitasi anak karena memakai dana bantuan tidak semestinya. Ria dinyatakan terbukti melanggar pasal 86 Jo pasal 76 ayat 1 UU Perlindungan Anak (PA).

"Majelis berpendapat bahwa ada penggunaan uang oleh terdakwa," ucap Ibnu.

Kasus ini bermula pada 2013 lalu. Saat itu Ria butuh bantuan untuk mengobati Eza yang terkena sakit mata, Ria meminta bantuan lewat media sosial. Lalu, di tahun 2017, Ria mendapat bantuan dari seorang dermawan asal Jakarta yang bernama Lili.

Saat itu Lili menyatakan akan memberikan bantuan kepada Ria dengan syarat Ria tidak usah meminta bantuan lagi via medsos.

Namun, tiba-tiba Lili menemukan Ria masih meminta bantuan. Sehingga Lili geram dan melaporkan Ria pada Mei 2017 dan Lili ditetapkan jadi tersangka. Kasus pun berlanjut ke meja hijau.

Dalam persidangan, jaksa membeberkan sejumlah transaksi ke rekening Ria. Namun Ria dan tim kuasa hukumnya tidak bisa membuktikan penggunaan uang transaksi tersebut.

Jaksa menuduh, uang tersebut dipakai untuk keperluan pribadi Ria. Namun hakim menganggap, tidak ada saksi yang menguatkan tuduhan jaksa tersebut.

"Menimbang bahwa tidak ada saksi yang menjelaskan pemakaian uang untuk beli pakaian, mobil, maka harus dikesampingkan," ujar Ibnu dalam pertimbangannya.
Namun, hakim Ibnu tetap mengakui, Ria memakai uang bantuan untuk keperluan pribadi. Menurut Ibnu, hal itu terbukti karena Ria tidak bisa menjelaskan uang-uang tersebut digunakan untuk apa. Namun majelis tidak membeberkan berapa uang yang dipakai oleh Ria.

Majelis hakim juga mengembalikan rekening Ria yang sebelumnya sempat disita atau dibekukan oleh penyidik. "Mengembalikan handphone dan rekening atas nama Ria Yanti kepada terdakwa," ucapnya.

Pengacara Kecewa
Atas vonis ini pengacara Ria, Boris Tampubolon dari LBH Mawar Saron keberatan. Boris mengatakan, uang yang diterima Ria adalah uang sebelum membuat perjanjian dengan Lili.

"Uang yang masuk totalnya itu Rp 109 juta selama 2 tahun dan itu enggak langsung banyak. Ada orang kasih Rp 100.000 dan itu yang terkumpul semua selama 2 tahun," ucap Boris usai sidang.

Boris menambahkan, meski sudah mendapat bantuan, Ria tidak menggunakan uangnya untuk keperluan pribadi. Hal itu dibuktikan dengan adanya bukti pembayaran pengobatan Eva.

"Yang kedua, kita juga punya bukti kuitansi pengobatan," tutur Boris.

Atas vonis itu, pihaknya masih pikir-pikir akan mengajukan banding atau tidak. Sedangkan dari pihak jaksa, tidak mau dimintai tanggapan usai sidang.

"Kita masih pertimbangkan dulu," kata Boris. (detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pengurus DPW Doakan Jokowi Menang Sumut Dilantik, Tuani Lumbantobing Ketua
CSIS: Prabowo Alami Stagnasi Elektoral
Bawaslu Jadwalkan Panggil Kepala Daerah di Riau Pendukung Jokowi
Sandiaga Resmikan Posko Pemenangannya di Rumah Keluarga Soeharto
Tensi Pilpres 2019 Makin Panas Karena Medsos
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU