Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Polsek Medan Timur Tembak 3 Perampok
* Pelaku Curanmor Ditembak
Kamis, 7 Desember 2017 | 17:35:13
SIB/Dok
DITEMBAK: Ketiga pelaku perampokan berinisial D, Zul dan MS yang ditembak personil Reskrim Polsek Medan Timur, usai mendapat perawatan medis di RS Bhayangkara Medan, Selasa (5/12).
Medan (SIB) -Personil Reskrim Polsek Medan Timur meringkus dan menembak tiga pelaku perampokan di Alfamart Jalan Krakatau Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Senin (4/12) malam.

Ketiga pelaku berinisial D (36) dan MS (46) keduanya warga Jalan Pasar III/Krakatau, serta Zul (46) warga Serdangbedagai. Selain itu petugas juga meringkus Wi yang merupakan pegawai Alfamart dan diduga otak pelaku aksi kejahatan tersebut.

Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson B Pasaribu kepada SIB, Rabu (6/12) menjelaskan, pasca terjadinya perampokan di Alfamart pada Senin sekira pukul 07.00 WIB, pihaknya bersama Sat Reskrim Polrestabes Medan serta Tim Identifikasi melakukan olah TKP. Selain itu, petugas juga memintai keterangan sejumlah pegawai Alfamart (saksi) dan mengamankan rekaman CCTV.

"Dari keterangan saksi-saksi, tiga pelaku perampokan itu mengancam mereka dengan klewang, serta melakukan penyekapan. Selanjutnya menurut para saksi, pelaku menggondol uang puluhan juta dari dalam brankas," ujar Wilson.

Dari rekaman CCTV, sambung Kapolsek, petugas mengungkap ciri-ciri pelaku yang mengenakan helm saat melakukan perampokan.

"Butuh waktu 18 jam, akhirnya kita menerima informasi keberadaan para pelaku yang bersembunyi di Pos OKP Pasar III/Krakatau, sehingga personil Reskrim menuju lokasi tersebut. Saat Pos digerebek, anggota membekuk ketiga pelaku. Saat diinterogasi, pelaku mengaku otak dan merancang aksi perampokan itu tak lain pegawai Alfamart tersebut berinisial Wi," terangnya.

Lanjut Wilson, petugas kemudian mencari Wi. Tak berapa lama Wi diringkus dari rumahnya. Kemudian petugas kembali mengembangkan kasus tersebut guna mencari barang bukti.

"Pada saat melakukan pengembangan, ketiga tersangka D, MS dan Zul mencoba melarikan diri, sehingga petugas memberikan tembakan peringatan ke udara, namun tak diindahkan. Akhirnya anggota kita memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua kaki para pelaku. Selanjutnya para pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna perawatan medis, dan selanjutnya diboyong ke Mako guna menjalani pemeriksaan," jelasnya.

Masih kata Wilson, ketiga tersangka memiliki perannya masing-masing, seorang tersangka merekrut dan merencanakan tindak pidana dan mendapat bagian Rp 9 juta. Ada yang berperan mengikat korban dan mengamankan korban supaya tidak lari dan mendapat bagian Rp 6,5 juta, serta menodongkan pisau ke korban dan mengambil uang di brankas dan mendapat bagian Rp 6,5 juta.

"Dari para pelaku turut disita barang-bukti 2 HP, 1 helm, sepedamotor Yamaha Force One tanpa plat polisi, uang Rp 9 juta, 1 kartu ATM dan pisau," pungkasnya.

Pelaku Curanmor Ditembak
Petugas Unit Reskrim Polsek Sunggal menangkap pencuri kendaraan bermotor (Curanmor) RA (20), Sabtu (2/12) siang. Karena melawan saat akan ditangkap, petugas terpaksa menembak kaki warga Jalan Setia, Km13,5 Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang itu.

Kepada wartawan, Rabu (6/12), Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna mengatakan, tersangka diamankan karena terlibat pencurian mobil Daihatsu Taft milik korban, Hardip Sing SE (51) warga Dusun I, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Senin (25/9) lalu. Saat itu, tersangka dan lima rekannya mencuri mobil korban di Jalan Binjai Km13, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

"Saat itu, pelaku RA beraksi bersama lima temannya yaitu I (25) warga Jalan Binjai, Km12,5, Ampera Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang, R (28) warga Jalan Al Kahar, Kelurahan Langsa Kota langsa, RR (24) warga Jalan Setia Ujung Bintang Terang, Desa Muliorejo Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, E (25) warga Jalan Simpang, Kecamatan Sunggal dan seorang pria yang belum diketahui Indentitasnya," ujarnya.

Dalam melakukan pencurian mobil Taft itu, pelaku terlebih dahulu merusak pintu mobil dengan menggunakan kunci T milik tersangka R. Setelah pintu berhasil dibuka, tersangka menghidupkan dan membawa kabur mobil Taft itu keluar dari hotel. Setelah menerima laporan korban dan melakukan penyelidikan, pihaknya menangkap tersangka I, R dan RR, Kamis (19/10).

Dijelaskannya, saat akan ditangkap di Hotel Milala, tersangka RA melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri, sehingga petugas menembak kaki kiri tersangka setelah tembakan peringatan yang diberikan tidak dihiraukan. Kepada petugas, RA menerangkan tersangka R menjual mobil tersebut ke daerah Stabat Kabupaten Langkat seharga Rp12 juta. Dari penjualan itu, tersangka mendapat bagian Rp1,5 juta yang selanjutnya digunakan membeli Narkoba dari bandar berinisial O untuk dikonsumsi bersama pacarnya.

"Dari tersangka RA, kami menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan antara lain 2 celana jeans , 2 pasang sepatu, 1 kaos oblong warna hitam dan 1 jaket," sebutnya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka RA mengaku pernah 4 kali melakukan pencurian sepedamotor antara lain mencuri 1 unit Honda Supra 125 di daerah Km 12 tahun 2016 dan dijual kepada O untuk membeli Narkoba, mencuri 1 unit Kawasaki Ninja RR hijau di daerah Binjai Km 18 dan selanjutnya dijual Rp5 juta untuk membeli Narkoba, mencuri Honda Beat putih dari Warnet Jalan Binjai Km13,5 1 Maret 2017 dan dijual Rp1,8 juta untuk membeli Narkoba.

"Terakhir, tersangka mengambil sepedamotor Honda Supra 125 merah, tepatnya di daerah Jalan Binjai Km14,5, Jalan Bintang Terang, Gang Bilal, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Sepedamotor itu dijual kepada O (DPO) seharga Rp1,9 juta yang selanjutnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli Narkoba bersama pacarnya," jelasnya. (A16/A15/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Samosir Serahkan Alat-alat Kebersihan
Dinas PP dan PA Tapsel Gelar Seminar Etika Perempuan dalam Organisasi
Tim Penilai Kecamatan Terbaik Turun ke Marancar Tapsel
BPJS Ketenagakerjaan Sibolga Keluhkan Pembayaran Iuran Jasa Konstruksi di Tapteng
Sedang Dikerjakan, Aspal Jalan Lahusa-Gomo Sudah Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU