Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Prarekonstruksi
revolvPolisi Kejar Y dan S Terkait Senpi dr Helmi Saat Habisi dr Letty
* dr Helmi Cari Senpi Usai Digugat Cerai
Selasa, 14 November 2017 | 16:24:43
Jakarta (SIB)- Polisi kini mengejar 2 orang berinisial Y dan S terkait 2 buah senjata api (senpi) yang dimiliki dr Ryan Helmi. Dengan senpi ini dr Helmi menghabisi nyawa istrinya dr Letty Sultri.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasubdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, kepada wartawan di lokasi prarekonstruksi di Azzahra Medical Center, Cawang, Jakarta Timur, Senin (13/11).

Hendy menjelaskan, dr Helmi mendapatkan 2 buah senpi jenis makarov dan revolver itu secara bertahap. Sosok Y berperan penting dalam kasus ini.
"Senpi pengakuannya dari seseorang. Ada beberapa tahapan, dia dikenalkan oleh inisial Y, Y ke siapa, siapa, terus ke siapa lagi, terakhir kita identifikasi, inisial S yang terakhir memberikan senjata jenis makarov yang warna hitam," ujar Hendy.

"Kalau yang satu lagi (revolver -red) pesan dari Facebook, itu masih kita dalami. Nama akunnya sudah diserahkan ke kita. tapi kan tak semudah itu. masih kita dalami," sambungnya. Menurut Hendy, senpi revolver ini dicari dr Helmi di Facebook atas inisiatifnya sendiri.

Lanjut Hendy, dr Helmi menjual mobil Avanza milik dr Letty untuk membeli senpi ini. dr Helmi sebelumnya mengaku 2 pucuk senpi itu dibeli seharga Rp 45 juta.

"Mobil Letty memang dibawa sama Helmi, dia juga mengaku dijual oleh temannya inisial Y. Y juga yang memperkenalkan penjualan senpi. Dari Y ini akan kita gali, apakah menjualnya ini wajar dan sebagainya kemudian apakah di bawah harga. kalau memang, kita bisa lakukan penyitaan, kita tarik. Intinya kita harus lihat proses penjualannya," ujarnya.

Usai Digugat Cerai
Dokter Helmi ternyata mulai mencari senjata api (Senpi) setelah digugat cerai sang istri.

"Pembunuhan dr Letty sudah terencana. Pelaku sudah mencari-cari senpi sejak Juni 2017," ujar Hendy.

"Niatnya dari awal ketika dia memesan senjata api, konstruksi kita, dia sejak memesan senjata api. Bulan Juni gugatan cerai, bulan Juni dia sudah mencari (senjata -red)," kata Hendy.

Hendy menjelaskan dr Helmi sempat mendapatkan senpi. Namun, karena rakitan, senpi itu dia kembalikan. Lalu dia mendapatkan lagi senpi Makarov, karena ternyata rakitan juga, dia tidak jadi memakainya.

Kemudian dokter Helmi kembali mendapatkan senpi jenis revolver. Dia meyakini senpi kali ini bukanlah rakitan. Senjata inilah yang ia gunakan untuk menghabisi nyawa dr Letty di Klinik Azzahra dengan memuntahkan 6 peluru di lokasi.

"(Lokasi tembakan -red) ada di dada sama ada di paha satu. Fatal di jantung bagian dada. Kan ditembak dari jarak 2 meter," ujar Hendy. (detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Aktivis: Proyek Cacat Mutu, Jangan Ada Pencairan dari Dinas PUPR
Coba Tabrak Petugas, Bandar Narkoba Bertato Ditembak Mati di Medan
Proyek Turap Jalan Cor Beton di Silau Laut Asahan Gunakan Batu Bata Lapuk
Korupsi Alat Tangkap dan Bibit Ikan, 2 Mantan Kadiskanla Madina Ditahan Kejaksaan
Ada Seminar Cara Dapat 4 Istri, PKS: Poligami Bukan untuk Diobral
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU