Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Didakwa Pukul Pedagang Ikan, Oknum Polisi Dikenakan Hukuman Percobaan
Kamis, 12 Januari 2017 | 11:05:28
Medan (SIB)- Seorang oknum polisi, Bripka Ricky Anton Sipayung divonis hukuman percobaan selama satu tahun oleh majelis hakim setelah terbukti melakukan pemukulan terhadap pedagang ikan di Pasar Pringgan Medan.

"Memutuskan, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan. Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama empat bulan dengan masa percobaan selama satu tahun," ujar majelis hakim Morgan Simanjuntak.

Majelis hakim menilai, terdakwa terbukti melakukan penganiayaaan dan dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHPidana tentang Penganiayaan. Usai membacakan vonis, hakim Morgan kembali menjelaskan maksud putusan tersebut kepada terdakwa. "Jadi saudara dihukum percobaan satu tahun dan tidak boleh melakukan tindak pidana selama masa hukuman itu. Kalau terdakwa kembali melakukan tindak pidana akan dihukum selama empat bulan penjara," ucap hakim.

Usai sidang, korban, Herlina Tambunan (39), yang hadir pada sidang tersebut mengaku tidak puas dengan putusan hakim. "Tidak puas lah, dia memukul wanita melakukan kekerasan, apa lagi saat saya jualan. Dia juga saat itu pakai baju dinas dengan senjata," ujar Herlina.

Penganiayaan pada dia tersebut terjadi 25 September 2015 lalu. Tanpa sebab yang jelas, terdakwa mendatanginya yang sedang berjualan dan memukulinya. "Dia datang ke Pajak Pringgan untuk memukul saya. Bibir saya dipukul, pecah, perut bagian kiri saya tergores. Dia dengan pakaian lengkap bawa pistol ancam tembak, saya ditodong pistol. Kaki saya ditendang pakai sepatunya, ada visumnya," ujarnya sambil menunjukkan foto hasil penganiayaan terdakwa.

Dalam pertimbangannya majelis hakim dalam menjatuhkan vonis, salah satu yang dinilai majelis hakim meringankan terdakwa, penganiayaan terdakwa dipicu karena korban lebih dulu menyiramkan air kepada terdakwa. Herlina membantahnya. "Mana ada dia (terdakwa) kena cipratan air, Awal kejadiannya, seminggu sebelumnya, mamaknya kena cipratan air saja. Rupanya terus mengadu ke anaknya, si Ricky itu. Itulah datang dia dari Pakpak Bharat ke Medan dianiayanya saya," ungkap Herlina lagi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun mengatakan, terdakwa saat kejadian merupakan salah satu personel Polsek di Pakpak Bharat dan saat ini bertugas di Medan. "Dia baru saja pindah bertugas di Medan," ucapnya sambil berlalu dengan alasan masih harus mengikuti sidang lain. (A15/d)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kei Shin Kan Sumut Gelar Coaching Clinic
Wali Kota Buka Porkot Medan, Diharapkan Muncul Atlet Muda Berprestasi
The Halal Guys Hadir di Jakarta
Inilah Danau Terbesar di Taiwan
Mendebarkan! Selfie di Atas Jurang di Lembah Cinta Mojokerto
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU