Home  / 
Lima Suku Bangsa di Dunia Nyaris Punah
Senin, 6 Agustus 2018 | 20:56:54
Di dunia ini ada ribuan suku bangsa dengan ras dan adat istiadatkeberadaan suatu suku itu lestari dan akan bertahan sepanjang masa. Tapi tahukah kamu bahwa ada beberapa suku dunia yang nyaris punah? Ternyata nggak semua suku dunia ini bisa bertahan selamanya lho. Beberapa suku-suku dunia di bawah ini ternyata jumlah anggotanya cuma segelintir. Penasaran? Yuk simak selengkapnya!

1. Suku Akuntsu di Brazil
Diperkirakan hanya tersisa 5 orang warga suku asli Akuntsu di Brazil. Dulunya, suku dunia ini merupakan korban kekejaman dan pembunuhan massal. Hingga pada tahun 1980, suku ini menetap di Rondonia di sebelah barat laut Brazil dan hidup tentram dengan berburu dan bercocok tanam di kebun kecil mereka. Namun setelah itu, kawasan tempat tinggal mereka dibuka untuk pengembangan wilayah. Meski kawasan tersebut dilindungi pemerintah, namun banyak oknum yang ingin mengeksploitasi kawasan tersebut sehingga terjadilah pembunuhan massal suku Akuntsu sekitar tahun 1990. Dari kejadian tersebut, hanya tersisa 7 orang dan kini tinggal 5 orang Akuntsu. Berhubung suku Akuntsu melarang pernikahan dengan suku lain, maka kemungkinan besar suku ini akan menghadapi kepunahan.

2. Suku Jarawa di India
Saat ini, jumlah populasi suku Jarawa diperkirakan hanya ada 200-300 orang. Dalam bahasa Andaman, Aka-Bea, Jarawa berarti "orang asing". Satu dari 4 suku asli di kepulauan Andaman adalah Jarawa yang menutup diri dari dunia modern hingga 1998. Mereka hidup di hutan belantara dan tidak ramah akan kehadiran orang di luar sukunya. Namun, pemerintah India pernah membuat Great Andaman Trunk Road yang memfasilitasi turis untuk melihat suku dunia tersebut lebih dekat dan mengambil foto mereka. Tapi setelah beredarnya video nyaris telanjang orang suku Jarawa yang diminta turis Barat untuk menari di Youtube, kini pemerintah India membuat jalur baru untuk membantu melindungi suku dunia tersebut agar tidak mudah diakses turis.

3. Suku Livonian di Latvia
Diketahui saat ini populasi suku Livonian hanya ada 200-an orang. Suku nelayan Latvia ini hidup di sebelah timur Baltic sejak 4000 tahun yang lalu dan menamai diri mereka dengan Raandalist yaitu penghuni pesisir. Namun setelah beberapa abad terjadi perang dan asimilasi paksa, daratan tempat tinggal mereka pun tenggelam dan banyak penduduk Latvia di desa pesisir, Mazirbe, tersisa 147 orang saja. Meskipun saat ini pesisir Livonian dilindungi oleh pemerintah Latvia, namun semakin lama penduduk suku dunia ini semakin berkurang. Untuk melestarikannya, pemerintah Latvia mencoba untuk mengajarkan bahasa Livonian di tingkat universitas.

4. Suku Nukak di Kolombia
Dikabarkan hanya tersisa sekitar 420 orang suku Nukak yang tinggal di Kolombia. Nukak merupakan satu dari 32 suku asli di Kolombia yang menurut PBB sedang menghadapi anacaman kepunahan. Hal ini disebabkan oleh adanya koloni bersenjata, perdagangan narkoba, dan konflik militer antara kawanan pemberontak dan pemerintah yang membuat bagian selatan hutan hujan Kolombia tempat tinggalnya suku Nukak menjadi tempat yang paling berbahaya. Ratusan penduduk suku Nukak saat ini tinggal di kamp pengungsian. Kalaupun mereka akan dipindahkan ke suatu tempat, imunitas mereka nggak akan mampu untuk beradaptasi. Survival International pernah mengabarkan bahwa sekitar 50% penduduk suku dunia ini meninggal setelah melakukan kontak dengan dunia luar tahun 1988.

5. Suku El Molo di Kenya
Tercatat masih ada sekitar 800 orang warga suku El Molo di Kenya yang hidup dalam kelompok etnis di sebelah tenggara pinggir Danau Turkana. Setelah bertahun-tahun mengalami konflik dengan kelompok etnis yang lain, mereka menutup diri. Saat ini Danau Turkana semakin berevaporasi dan meningkatkan polusi, menyebabkan adanya wabah penyakit kolera. Tanda kepunahan suku dunia yang satu ini ditandai dengan punahnya bahasa asli El Molo karena banyak anak-anak yang diajari bahasa asing dan hanya beberapa orang tua yang menggunakan bahasa asli, itupun kebanyakan menggunakan bahasa Maa atau Swahili. Hanya sektor turisme dari hasil penjualan kerajinan tangan yang membuat ekonomi suku El Molo agak stabil.

Itulah kelima suku dari berbagai belahan dunia yang terancam punah. Banyak faktor yang menyebabkan suku-suku ini hampir punah salah satunya adalah mereka kurang bisa terbuka dan beradaptasi dengan kemajuan zaman. (Famous.id/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
102 Ribu Napi Dapat Remisi 17 Agustus, 2.220 Orang Langsung Bebas
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun
Bertengkar dengan Suami, Ibu di Bolivia Gantung 3 Anaknya
Malaysia Cabut Undang-undang Anti-hoax yang Kontroversial
5 Tahun Beraksi, Anggota Jaringan Selundupkan 500 Ekor Cenderawasih
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU