Home  / 
Silahi Sabungan Punya 33 Gondang dan Ulos ‘Gobar’, akan Diajukan ke UNESCO
Senin, 16 April 2018 | 19:48:05
Medan (SIB) -Pasca pengukuhan dan pelantikan pengurus rumpun marga Pomparan Raja Silahisabungan dohot Boruna provinsi Sumut, organisasi yang menghimpun delapan komunitas marga yang disebut 'Siwalu Turpuk' te, Sabtu (14/4) menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda)-I dengan agenda mencari pemimpin dari kalangan tokoh komunitas marga Pomparan Raja Silahi Sabungan tersebut.

Ketua PRSB Sumut Ir Asner Silalahi MT menyatakan peranan dan penampilan kalangan marga Silahisabungan dalam pergaulan publik di sektor pemerintahan dan dunia usaha perlu digalang dan didorong untuk tampil lebih kontributif dan diperhitungkan di masa mendatang.

"Pomparan Raja Silahisabungan terbilang kumpulan marga besar dengan komunitas 'Siwaluturpuk' (delapan rumpun marga), harusnya berkembang signifikan mengambil peran dan memimpin forum. Dalam forum birokrasi kita akui orang PRSB sudah banyak yang duduk di tingkat eselon II. Ke depan tentu kita perlu meningkatkan peran agar tampil sebagai ketua atau pemimpin dalam setiap kegiatan atau berbagai forum orang Batak. Kalau marga lainnya sudah banyak yang tampil dan sukses sebagai pemimpin atau populer, tentu kita keturunan marga Silahisabungan juga bisa," papar Asner Silalahi dengan nada optimis di hadapan peserta Muskerda di aula hotel Grand Antares Medan.

Soalnya, ujar Asner, para leluhur Silahisabungan pada zamannya terkenal sangat brilian membuat aturan yang bersifat disiplin pribadi, tatanan hukum dan etos kerja yang terkandung dalam falsafah 'sagu-sagu marlangan', 'batu sigadap' dan 'batu sijonjong'. Falsafah sebagai dasar mencari figur pemimpin  tanpa pamrih itu, dinilai senada dengan amanat Alkitab yang tertuang dalam Filipi 2:2-3: "dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia, sebaiknya hendaklah seorang dengan rendah hati menganggap orang lain lebih utama dari dirinya sendiri".

Lagi pula, tegas Asner, potensi bahwa keturunan PRSB berpeluang besar sebagai calon atau figur pemimpin, terkandung dalam kelebihan identitas atau profil marga 'Siwaluturpuk' yang memiliki ciri khas atau keistimewaan kultur-historis berupa 33 gondang Batak yang disebut 'Gondang Silahisabungan', ulos khusus Silahi Sabungan yang populer disebut 'Ulos Gobar' ketimbang sebutan ulos Batak, dan lainnya yang wajib ditampilkan dalam acara atau pesta kebesaran yang harus dihadiri seluruh atau kedelapan marga 'Siwaluturpuk' tersebut : Sihaloho (Loho Raja), Situngkir (Tungkir Raja), Rumasondi (Sondi Raja), Sinabutar (Butar Raja), Sidebang (Debang Raja), Pintubatu (Batu Raja), dan Tambunan (Tambun Raja).  

"Selain itu, Silahisabungan juga punya peninggalan istimewa yang khas sebagai situs adat yang penuh nilai budaya dan sejarah maupun kearifan lokal. Sejumlah objek dan situs kuno ini akan kita ajukan ke badan dunia UNESCO agar terdaftar sebagai objek warisan budaya skala internasional dari Indonesia, khususnya dari Sumatera Utara atau Tanah Batak. Pada tahap awal, kita siapkan agenda kerja sama dengan pemerintah daerah dan badan otorita pariwisata Danau Toba," ujar Asner kepada pers.

Beberapa objek situs kuno peninggalan leluhur Silahisabungan yang potensial itu antar lain mata air Sipaulak Hosa (panjang umur) di Desa Silahinabolak Dairi yang terkenal dengan kisah Raja Silahi Sabungan menancapkan tongkatnya di lokasi itu sehingga muncul mata air abadi hingga sekarang. Ada juga telaga mandi suci putri (parpangiran namboru), tata 'simordong-ordong' berupa objek karma yang langsung mengakibatkan pening-oyong-oleng seketika bagi seseorang yang berbuat jahat di sekitar itu, misalnya mencuri, menipu, dan sebagainya.

Dalam sidang komisi Muskerda-I yang dipimpin Ir Johannes Situngkir itu juga tercetus 10 program kerja antara lain: pesta partangiangan bolahan amak yang perlu dievaluasi, pendirian yayasan Silahisabungan, pendirian koperasi (credit union), pengembangan situs budaya dan wisata, ekspansi organisasi hingga tingkat sektor di kabupaten-kota, kerja sama dengan Pemda-Pemda dan dunia usaha. Hadir antara lain sesepuh dan pengurus lintas profesi dan lintas agama seperti Johnson Sihaloho SHi (bendahara PPP Sumut), Pdt Tri Ulina Doloksaribu, AKBP Hotman Silalahi, St FM Silalahi, St Lismer Tambunan, Gindo Nadapdap SH, Endin Sihaloho SE, Ir Nimrot Tambunan, dan lainnya. 

"Hal yang membanggakan kami di sini adalah kehadiran seluruh marga Siwalu Turpuk keturunan atau Pomparan Raja Silahi Sabungan, sehingga pembahasan dan penetapan program kerja di setiap komisi dan AD-ART berlangsung efektif dan kompak. Cepat  atau lambat, kami yakin sosok atau figur orang Batak pemimpin akan muncul dari rumpun Siwalu Turpuk Silahi Sabungan ini," ujar Asner, disaksikan peserta Muskerda. (A04/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Qualcomm Hadirkan Chipset Canggih untuk Ponsel Mid-Range
Sensor Sidik Jari dalam Layar Smartphone Apakah Bakal Populer?
Fakta-fakta Tentang Media Sosial yang Jarang Anda Ketahui
Indonesia Butuh Internet 5G untuk Industry 4.0
Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK Selama Asian Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU