Home  / 
Belajar Public Speaking Bersama Komunitas Senang Bicara
Senin, 5 Maret 2018 | 18:37:56
Jakarta (SIB) -Tidak ada salahnya kita mengisi akhir pekan dengan pelatihan public speaking. Teman bertambah, kemampuan pun terasah. Komunitas Senang Bicara pun bisa jadi tempat belajar public speaking tanpa biaya. Aktivitas itu diadakan satu bulan sekali dan terbuka untuk umum. Peserta hanya perlu membayar sendiri makanan atau minuman di kafe tempat acara berlangsung.

Suatu pagi akhir pekan di Jakarta, sekitar 35 orang berkumpul di lokasi yang sudah disepakati. Mereka berbagi pengalaman dan kendala berbicara di depan umum. Satu-persatu diminta praktik berbicara. Mereka diwajibkan tampil spontan sesuai yang tertulis di gulungan kertas yang mereka ambil dari dalam gelas.

Kegiatan siang itu ditutup dengan pemberian materi oleh Nila Kresna selaku founder Komunitas Senang Bicara, plus kritik dan masukan untuk memerbaiki penampilan setiap peserta. Aktivitas selama tiga jam itu berjalan menyenangkan.

Nila bertutur, Komunitas Senang Bicara terbentuk dari keprihatinan melihat mahalnya kursus public speaking. "Dulu saya kerap ditunjuk kantor untuk menjadi master of ceremonies (MC) atau pembawa acara. Saya ikut kursus public speaking hingga tingkat advance. Biayanya mahal, tapi saya banyak mendapat ilmu dan tips. Saya kemudian berpikir, kenapa tidak berbagi ilmu tanpa memungut biaya? Tidak semua orang bisa ikut kursus dengan biaya sebesar itu."

Ide berbagi ilmu itu kemudian dibicarakan dengan teman-teman yang juga punya keahlian serupa. "Mereka setuju dan akhirnya kami membentuk Komunitas Senang Bicara, tepatnya 11 November 2011. Kami punya motto: speaks to inspire. Intinya kami ingin menginspirasi banyak orang untuk senang bicara. Sekarang anggota komunitas sudah mencapai 1.000 orang," papar Nila.

Pertama kali beraktivitas, tutur Nila, muncul anggapan Komunitas Senang Bicara berisi sekumpulan orang yang suka rumpi dan hura-hura. Anggapan itu tidak menyurutkan langkah untuk berbagi. Mereka membuktikan, kegiatan berbagi ilmu public speaking bisa membantu banyak orang.

Tak Asal Bicara
Di zaman sekarang, kemampuan berbicara di depan banyak orang menurut Nila terbukti bisa memberi banyak manfaat. Setidaknya bisa meningkatkan rasa percaya diri, menginspirasi, memperluas networking, dan meningkatkan value personal. Melalui Komunitas Ini Nila berharap semua anggota bisa menularkan ilmu agar masyarakat Indonesia lebih punya kesempatan untuk maju. Bukan hanya di bidang MC tapi juga saat melakukan presentasi kepada klien, memaparkan program dan lain-lainnya.

Mengapa perlu dilatih? Kenyataannya tidak semua orang berani melakukan. Andai berani pun, tidak semua orang bisa berbicara dengan baik dan memengaruhi khalayak. Mahir berbicara di depan umum ternyata butuh ilmu tersendiri, mulai dari kemampuan berbahasa yang baik, santun, dan efisien. Selain itu juga harus tampil percaya diri dengan body language yang baik, belum lagi eye contact dengan audience, vokalisasi, luas, wawasan, dan sebagainya.

"Di komunitas inilah para anggota saling berbagi pengalaman, memberi saran agar masing-masing bisa memperbaiki kemampuan saat bicara di depan umum. Ada anggota kami dokter ahli yang bingung harus membawakan talk show. Ada juga seorang bapak yang sudah lansia ingin belajar menjadi MC untuk wedding di gereja dan dia mencari tempat kursus, tetapi biayanya mahal. Akhirnya mereka senang bisa menemukan komunitas ini dan belajar public speaking bersama." beber Nila. (destinasi-indonesia.com)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU