Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Partangiangan Luhutan Bolon Digelar Rutin Selama 35 Tahun
Punguan Silahisabungan Bakal Dianugerahi Rekor MURI
Senin, 13 November 2017 | 21:25:59
SIB/Victor Ambarita
MALAM SUKSES: Panitia dan peserta berfoto bersama usai acara Malam Sukses Pesta Pertangiangan Luhutan Bolon Pomparan Raja Silahisabungan 2017, Menyongsong Perolehan Rekor MURI di gedung Auditorium LIPI, Jakarta, Minggu malam, (5/11).
Jakarta (SIB) -Punguan Pomparan Raja Silahisabungan (PPRS) bakal dianugerahi rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai satu-satunya marga Batak yang konsisten selama 35 tahun berturut-turut atau rutin menggelar pesta adat Partangiangan Luhutan Bolon secara swadaya sendiri.

Hal itu dikatakan Sandi Situngkir SH MH, Ketua Panitia "Malam Sukses" Pesta Pertangiangan Luhutan Bolon Pomparan Raja Silahisabungan 2017, di gedung Auditorium LIPI, Jakarta, Minggu malam (5/11).

Menurut advokat yang juga Sekum Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) DPD DKI Jakarta ini, setelah dilakukan survei, belum ada satu pun perkumpulan marga Batak yang mengadakan pesta bolon selama 35 tahun berturut-turut tanpa putus. Untuk tahun ini, acara pesta bolon akan diadakan tanggal 24-28 November 2017 di Kampung Silalahi Nabolak,  Kabupaten Samosir, Sumut. "Pesta Bolon Silahisabungan biasanya kita selenggarakan setiap bulan November, minggu terakhir," tambah Sandi.

Acara malam sukses tersebut dibuka dengan doa yang dibawakan mantan Praeses HKBP Distrik XXI Jakarta 3, Pdt JAU Doloksaribu.

Sementara Ketua Panitia Pesta Partangiangan Luhutan Bolon Raja Silahisabungan, yang juga Ketua Bidang I Punguan Silahisabungan, Prof Dr Sihol Situngkir menjelaskan, kepanitiaan atau penyelenggara (bolahan amak) pesta bolon tersebut ditanggungjawabi secara bergiliran oleh punguan marga dari anak Raja Silahisabungan. "Tahun ini penyelenggara si bolahan amaknya dipegang oleh kami marga Situngkir Raja, anak sipadua opungta Silahisabungan," kata Sihol yang juga Ketua Marga Situngkir Raja se-Jabodetabek ini.

Menurut Sihol, pesta bolon tersebut sebagai penghargaan kepada pendahulu dan sesepuh pomparan Silahisabungan yang sudah menetapkan makam Silahisabungan, membangun Tugu Silahisabungan dan Rumah Sondi.

Sihol membeberkan ada delapan agenda kegiatan yang direncanakan di pesta bolon Silahisabungan yakni, partangiangan,  pesta gondang, lomba atau sayembara, Munas II Silahisabungan pusat, pesta budaya, program listrik solar cell atau tenaga surya, penyerahan rekor MURI dan mewujudkan dana abadi Raja Silahisabungan.

Hadir juga dalam acara tersebut Letjend (Purn) Sudi Silalahi beserta istri dan para ketua marga dari pomparan Raja Silahisabungan. Dalam "Hata Sipaingot", Sudi Silalahi mengingatkan pesan (poda) Silahisabungan kepada kedelapan anaknya yang harus terus diingat dan dijalankan agar terus saling menyayangi dan bila ada perselisihan keluarga jangan biarkan pihak luar atau orang lain di luar keluarga ikut campur, selesaikan secara damai kekeluargaan dan pasti akan mendapat solusi terbaik.

"Kamu delapan anakku, kata Silahisabungan ompung ta, harus saling sayang dan peduli dan seluruh keturunannya tidak saling mengawini, harus lebih sayang ke boru. Tujuh saudara harus lebih sayang ke boru Tambun Raja dan Tambun Raja harus lebih sayang ke boru ketujuh abangnya," kata mantan Menteri Sekretaris Negara ini.

Saat itu juga Sudi bersama istri didapuk menyanyikan dua lagu untuk dilelang. Nyanyian Sudi dan istri yang dilelang ala Amerika itu, berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 109 juta rupiah. (J03/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kereta Kencana dari Solo Ikuti Geladi Kirab Kahiyang-Bobby di Medan
Aktivis: Proyek Cacat Mutu, Jangan Ada Pencairan dari Dinas PUPR
Coba Tabrak Petugas, Bandar Narkoba Bertato Ditembak Mati di Medan
Proyek Turap Jalan Cor Beton di Silau Laut Asahan Gunakan Batu Bata Lapuk
Korupsi Alat Tangkap dan Bibit Ikan, 2 Mantan Kadiskanla Madina Ditahan Kejaksaan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU