Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Mengenal Komunitas Aeromodelling
Senin, 14 Agustus 2017 | 22:28:35
Komunitas Aeromodelling Cirebon (KAC)
Jakarta (SIB)- Komunitas penerbang miniatur pesawat di kawasan Cipinang Indah, Jakarta Timur, ini menamakan diri Cipinang Indah Aeromodelling. Mereka rutin berlatih pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, setiap pagi hingga sore hari. Pesawat model yang dimainkan khusus helikopter atau disebut aerohelicopter.

Hobi ini tidak bisa dibilang murah. Pehobi harus menyiapkan dana mulai Rp 1 juta hingga puluhan juta rupiah. Sebelum menekuni hobi menerbangkan pesawat mini, disarankan untuk melakukan simulasi lewat PC atau software seperti Phoenix atau Real Flight.

Satu pesawat dapat terbang paling lama 10 menit, dengan bahan bakar metanol (kapasitas 0,8 liter) atau mengandalkan baterai isi ulang. Pesawat aeromodelling bisa dipasangi kamera perekam atau GPS.

Komunitas Aeromodelling Cirebon
Komunitas Aeromodelling Cirebon (KAC) didirikan pada 2007, beranggotakan lebih dari 20 orang. Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding pehobi pesawat tanpa awak alias drone yang sedang ngetren.

Salah seorang pentolan komunitas ini, Dadang Ruskandar, mengatakan pengecekan dan perawatan pesawat aeromodelling harus dilakukan rutin. Perawatan mesin dan perlengkapan elektroniknya bahkan hampir sama dengan kendaraan bermotor.

Bujet yang dikeluarkan untuk olahraga ini tergolong besar. Dadang menyarankan para pemula menggunakan pesawat-pesawat buatan tangan yang onderdilnya bisa dirakit sendiri. Bahannya bisa dari kayu balsah, styrofoam, fiber, dan plastik, dengan jangkauan radio kontrol mencapai maksimal sampai 2 km.

Harapan Indah Aeromodelling Club
Jangan biarkan langit kosong! Slogan ini melekat kuat di benak penggemar aeromodelling di kompleks Perumahan Harapan Indah, Bekasi. Dibentuk 12 tahun silam, komunitas ini mengawali kegiatan dengan ide terbang setiap akhir pekan dan hari libur nasional.

Digawangi dua hingga tiga empat orang, anggota Harapan Indah Aeromodelling Club (HIAC) bertambah dari tahun ke tahun, seiring popularitas olahraga ini. Mereka mengklaim, "pilot" HIAC kini berjumlah ratusan yang berasal dari berbagai latar belakang dan pendidikan. Dari siswa, mahasiswa, hingga karyawan di berbagai level, termasuk pemimpin perusahaan. Begitu pula kalangan profesional, sejumlah pengacara, konsultan, hingga dokter tercatat sebagai bagian dari pegiat komunitas ini.

Momen paling mendebarkan sekaligus menggembirakan semua pilot adalah saat properti beranjak naik ke atas awan, baik itu miniatur pesawat, helikopter, glider, atau paramotor. Yang lebih menyenangkan sekaligus terpenting, ketika para "pilot" berkumpul bersama, berteduh di lapangan atau di tenda.
Saat itulah, mereka berbaur, saling mengenal, dan berbagi. Berdiskusi tentang banyak hal, dari model atau kit pesawat hingga trik dan manuver untuk terbang. Juga strategi mengutak-atik peralatan elektronik.

Federasi Aero Sport Indonesia
Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) merupakan organisasi yang menaungi olahraga dirgantara di Indonesia. Didirikan 17 Januari 1972, organisasi berumur 45 tahun ini menjadi rujukan pembinaan, pengembangan, dan koordinasi kegiatan olahraga kedirgantaraan di seluruh negeri.

Olahraga dirgantara berkembang sejak lama, seturut terbentuknya perkumpulan penggemar dan pehobi aeromodelling. Terbang layang kali pertama mengudara pada awal 1946 di bawah pembinaan anggota TNI Angkatan Udara (AU). Setelah itu, komunitas pencinta miniatur pesawat bertumbuhan di banyak kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan lainnya.

Selain aeromodelling, terdapat beberapa olahraga dirgantara lainnya seperti terjun payung, layang gantung, dan terbang layang. (Harnas.co/f)






Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Forkada Harapkan Dukungan Kemenko Maritim Bangun Nias
Ka KPH XII : PHPL Berdampak Positif Terhadap Peredaran Kayu
Panitia Konferensi PWI Bona Pasogit Audiensi ke Bupati Taput
Mahasiswa Himmah Pertanyakan Pembahasan P-APBD Tahun 2017 dan KUA-PPAS Tahun 2018
Kerusakan Tembok Penahan Badan Jalinsum di Tarutung Belum Juga Diperbaiki, Ancam Keselamatan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU